Timor Express

KUPANG METRO

Penculik Anak Jaksa Dibui 6 Tahun

INTHO HERSION TIHU/TIMEX - PUTUSAN. Suasana sidang pembacaan putusan perkara penculikan anak dengan terdakwa Ranti Kore Cs di ruang sidang Cakra Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang, Selasa (4/12).

KUPANG, TIMEX – Prantiana Kore alias Ranti divonis hukuman 6 tahun penjara. Amar putusan majelis hakim disampaikan di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Kupang, Selasa (4/12).

Ranti adalah terdakwa perkara dugaan tindak pidana penculikan anak Richard Mantolas, putra dari jaksa Kundrat Mantolas, saat menjabat Kasi Pidsus Kejari TTU.
Sebelumnya, Ranti Kore juga divonis hukuman 2 tahun penjara oleh hakim di Pengadilan Tipikor Kupang, sebagai terdakwa perkara korupsi dana desa di Desa Neonasi, Kecamatan Miomaffo Tengah, Kabupaten TTU.

Selain Ranti Kore, dalam perkara penculikan anak jaksa, majelis hakim melalui amar putusan yang dibacakan terpisah, juga menjatuhkan hukuman 6 tahun penjara atas terdakwa Cristian Nahas.
Sementara terdakwa Simson Rassy divonis 4 tahun dan Tomas Valentino Kore dijatuhi hukuman 3 tahun penjara.

Hakim Ketua Yetedi Windiarton didampingi hakim anggota, Prasetio Utomo dan Tjokorda Pastima, mengaku telah mempertimbangkan seluruh keterangan terdakwa dan fakta persidangan serta pembelaan penasihat hukum, sehingga putusan tersebut sudah sesuai dengan perbuatan terdakwa.

“Para terdakwa diputuskan berbeda karena memiliki peran yang berbeda mulai dari peran sebagai penculik serta turut serta melakukan,” ungkap Yetedi Windiarton.

Keempat terdakwa yang didampingi oleh tim penasihat hukumnya Meriyeta Soruh, Paulus Seran dan Marsel Radja itu, dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan melawan hukum perlindungan anak sesuai dengan dakwaan yang didakwa jaksa penuntut umum.

Sebelumnya, JPU mendakwa para terdakwa melanggar Pasal 83 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Akibat perbuatan terdakwa, majelis hakim berpendapat terdakwa Ranti Cs telah melanggarar aturan yang didakwakan dan menghukum terdakwa membayar denda masing-masing sebesar Rp 60.000.000 dan subsidair masing-masing 3 bulan kurungan penjara,” ungkap Yetedi Windiarton.

Terhadap keputusan tersebut para terdakwa dan penasihat hukum menyatakan pikir-pikir untuk melakukan banding terhadap putusan yang dijatuhkan oleh majelis hakim.

Vonis hukum majelis hakim jauh lebih ringan dari tuntutan JPU sebelumnya, dimana menuntut terdakwa Cristian Nahas dengan pidana penjara selama 11 Tahun, terdakwa Simson Rassy dengan hukuman penjara selama 8 Tahun, Tomas Valentino Kore dengan hukuman penjara selama 6 tahun, sementara terdakwa Prantiana Kore dengan hukuman penjara selama 11 tahun serta dikenakan denda Rp 60.000.000 subsidair 6 bulan kurungan penjara. (mg29/joo/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!