Timor Express

SUKSESI

Ketua DPRD Mengaku Dipanggil Pengadilan

Rapat Paripurna DPRD NTT
Buntut Gugatan Jimmy Sianto

KUPANG, TIMEX-Rapat paripurna DPRD NTT, Kamis (6/12) dimulai dengan sejumlah interupsi. Buntut dari gugatan Jimmy Sianto terhadap pimpinan DPRD ke Pengadilan Negeri Kelas 1 A Kupang.

 Jimmy Sianto

Jimmy Sianto

Wakil Ketua DPRD, Yunus Takandewa yang memimpin rapat tersebut langsung menerima interupsi dari dari Jimmy Sianto yang juga Ketua Komisi V. Jimmy menanyakan ikhwal dirinya yang tidak mendapat dokumen bahan paripurna seperti anggota lain yang hadir pada paripurna tersebut.

“Apakah karena saya mau di-PAW (pergantian antarwaktu) oleh pimpinan. Jangan karena saya anggota nonfraksi,” kata Jimmy.

Yunus Takandewa pun langsung mengklarifikasi hal tersebut. Menurut Yunus, pihaknya tidak bermaksud untuk tidak memberikan dokumen dimaksud kepada Jimmy Sianto. Menurut Yunus, kemungkinan terjadi kesalahan dari staf persidangan sehingga dokumen tidak ditempatkan pada meja yang digunakan Jimmy.

Penjelasan tersebut langsung mendapat tanggapan dari beberapa anggota DPRD yang ada di ruangan tersebut. Thomas Tiba dari Fraksi Golkar menanggapinya dengan serius. Menurut dia, apa yang dipertanyakan Jimmy Sianto adalah hal serius. Jika benar keteledoran pihak Setwan, harus diberikan teguran. Namun jika disengajakan, maka hal itu menciderai marwah lembaga DPRD sebagai lembaga terhormat.

Ketua Fraksi PKB, Yucun Lepa langsung menginterupsi dan meminta penjelasan kepada pimpinan DPRD terkait posisi Jimmy Sianto di DPRD. Pasalnya, di dalam daftar hadir rapat paripurna, nama Jimmy Sianto ditulis tersendiri. Di luar dari semua fraksi di DPRD NTT.

Yunus Takandewa yang memimpin rapat, langsung menyerahkan kepada Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno untuk menjawab pertanyaan tersebut. Menurut Anwar, Jimmy Sianto saat ini adalah anggota DPRD nonfraksi. Pasalnya, berdasarkan usulan DPD Hanura NTT terkait reposisi di tubuh Fraksi Hanura, Jimmy Sianto digantikan oleh Hamdan Batjo dari Ketua Fraksi. Sekaligus, nama Jimmy tidak dimasukkan ke dalam Fraksi Hanura.

Anwar Pua Geno

Anwar Pua Geno

Selain itu, Anwar juga jelaskan, pihaknya sedang memroses PAW atas Jimmy Sianto berdasarkan usulan DPD Hanura NTT. Bahkan dua hal tersebut dipersoalkan Jimmy Sianto dan sudah dilakukan gugatan ke Pengadilan Negeri Kelas 1 A Kupang.

Dalam gugatan tersebut, Jimmy menyebut tergugat adalah Ketua dan Sekretaris Hanura NTT sebagai tergugat 1 dan 2. Sementara Ketua DPRD dan ketiga wakilnya sebagai tergugat 3-6.

“Dan tadi pagi (Kamis 6/12) telah datang petugas dari Pengadilan Negeri Kupang membawa surat panggilan untuk kami hadir di sidang perdana tanggal 13 Desember minggu depan,” jelas Anwar dalam rapat paripurna yang dihadiri Wakil Gubernur NTT, Josef nae Soi dan jajaran itu.

Menurut dia, pihaknya di pimpinan DPRD telah berkoordinasi dan sepakat untuk menghormati langkah hukum yang diambil Jimmy sianto. Namun Anwar tegaskan, bersama tiga wakilnya sudah bersepakat untuk tetap melanjutkan proses PAW terhadap Jimmy Sianto.

“Bahwa nanti terserah keputusan Kementerian Dalam Negeri. Itu terserah Kementerian Dalam Negeri. Tetapi kami menghargai eksistensi partai politik yang diakui oleh pemerintah,” jelas Anwar.

Di akhir penjelasannya, Anwar katakan, kasus Jimmy Sianto adalah yang pertama kali terjadi di DPRD NTT, yakni anggota DPRD nonfraksi. Sebelumnya, Jimmy Sianto melalui kuasa hukumnya, Fransisco Bessi mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Negeri Kelas 1 A Kupang, Selasa (4/12). Selain terkait penggantian dirinya di fraksi dan usulan PAW, Jimmy juga menggugat pemecatan dirinya sebagai anggota Partai Hanura oleh DPD Hanura NTT.(cel)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!