Timor Express

NUSANTARA

Darurat Makam, Pemkot Beli Lahan Rp 6 Miliar

Sudah Dianggarkan, Bakal Direalisasi 2019

MALANG KOTA, TIMEX–Dalam beberapa tahun terakhir, bisa saja warga Kota Malang yang meninggal dunia sulit mendapatkan tempat pemakaman umum (TPU). Apalagi, saat ini, berdasarkan data Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kota Malang, ada sekitar 80 persen TPU yang sudah terpakai.

Tidak ingin hal tersebut terjadi, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kota Malang berencana membuka lahan makam baru. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Perumahan dan Pertanahan Disperkim Kota Malang Lilis Pujiharti. Anggaran untuk pembelian lahan tersebut mencapai Rp 6 miliar. ”Sudah kami bahas dan pengadaannnya dimungkinkan bisa terealisasi. Anggaran 2019 yang digunakan sebesar Rp 6 miliar,” ucap Lilis.

Kendati demikian, lahan makam yang akan dibeli, menurut dia, belum ditentukan. Pihaknya saat ini masih melakukan kajian-kajian terhadap beberapa lokasi untuk dijadikan makam tersebut. ”Masih kami bahas dan kaji juga lahannya di mana. Kemungkinan pilihan di Kedungkandang,” jelasnya.

Di sisi lain, Kepala UPT Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kota Malang Takroni Akbar menjelaskan, pengadaan lahan makam itu sudah dibahas pihak disperkim. Apalagi, pihaknya sudah diundang oleh bidang perumahan dan pemukiman untuk koordinasi terkait pengadaan lahan makam. ”Tapi, saya gak bisa hadir dulu. Soalnya bersamaan dengan agenda sosialisasi izin makam,” imbuhnya.

Oleh karena itulah, pihaknya saat ini masih menunggu adanya koordinasi lagi terkait pengadaan lahan makam itu. Kalau untuk koordinasi, mungkin terkait survei lahannya, apakah memang pas untuk pemakaman. Tak hanya itu, terkait luas lahan dan lokasinya juga perlu di koordinasikan. ”Harganya juga harus diperhatikan. Apakah mencukupi dengan anggaran atau tidak,” jelasnya.

Dia juga menjelaskan, beberapa makam, seperti makam Samaan, Kasin, dan beberapa makam lain, menurut perkiraan, dalam jangka beberapa tahun masih bisa saja menampung. Akan tetapi, meskipun begitu, harus segera disiapkan lahan makam baru untuk antisipasi overload-nya makam. ”Sehingga, hal ini memang penting dan bisa mengatasi jika suatu waktu oveload,” terangnya.

Dia berharap, lahan yang dipilih nantinya juga tidak sembarangan. Namun, memiliki view yang bagus. Sebab, selain digunakan sebagai pemakaman dan juga ruang terbuka hijau (RTH) kawasan resapan air, lahan tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk destinasi wisata yang bisa dikonsep dengan sedemikian rupa. ”Harapannya ya tentu dengan adanya itu juga semakin menghapus image seram dari makam yang sering diungkapkan masyarakat,” pungkasnya. (nr3/c1/riq/jpg/ito)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!