Timor Express

KUPANG METRO

Hari Pertama, 6 Orang Langsung Gugur

KERJA SOAL. Para peserta SKB sedang mengerjakan soal di Laboratorium Komputer kampus Politeknik Negeri Kupang (PNK), Jumat (7/12).

INTHO HERISON TIHU/TIMEX.

SKB CPNS Pemprov NTT

KUPANG, TIMEX – Hari pertama pelaksanaan seleksi kompetensi bidang (SKB) CPNS lingkup Pemprov NTT berlangsung lancar. Dari 600 peserta, enam orang di antaranya langsung gugur karena tak hadir.

SKB berlangsung di Laboratorium Komputer Politeknik Negeri Kupang (PNK), Jumat (7/12). Dari total 1.064 orang yang lolos, pada hari pertama hanya 600 peserta yang mengikuti SKB. Dari jumlah itu, terdapat 6 orang peserta tidak hadir. Oleh karena itu, yang mengikuti SKB hari pertama sebanyak 594 orang. Yang tidak mengikuti SKB langsung gugur.

Panitia Seleksi Instansi Pemerintah Provinsi NTT, Fransiskus A. Wotan kepada wartawan mengatakan sesuai jadwal yang ditentukan BKN, penyelenggaraan SKB hanya berlangsung dua hari karena jumlah peserta hanya 1.064 orang. “Proses seleksi SKB kali ini tidak jauh berbeda dengan tes SKD sebelumnya, karena jumlah soal dan alokasi waktu sama yakni 100 soal dikerjakan selama 90 menit,” kata Fransiskus yang juga menjabat kepala bidang perencanaan di BKD NTT itu.

Lebih lanjut Frans menjelaskan, nilai yang diperoleh para peserta akan diakumulasi dengan nilai pada tes sebelumnya yakni SKD. Kepada yang angkanya tertinggi dari masing-masing formasi yang lebih dari satu orang maka dialah yang akan berhak memproses berkas menjadi PNS. “Sesuai dengan aturannya, nilai SKD 40 persen, SKB 60 persen, jadi yang memperoleh nilai tertinggi di SKB kali ini belum tentu lolos karena jika SKD-nya di bawah maka tidak lolos. Ini nanti diakumulasi semuanya,” jelas Fransikus Wotan.

Ditambahkan, dari total keseluruhan formasi Pemprov NTT sebanyak 587 formasi, ada yang lowong karena tidak ada pelamar. “Seperti formasi dokter dan ada beberapa yang lain karena itu memang lowong dari awal. Tidak ada pelamar,” ungkapnya.

Salah satu peserta SKB, Siti Maya kepada Timor Express mengatakan penerimaan CPNS kali ini memang benar-benar berpihak kepada anak daerah dan tidak ada yang curang. Semuanya telah diatur dalam sistem. “Saya sebagai peserta merasa bangga. Sangat bersyukur dan terima kasih kepada pemerintah karena dengan tes seperti ini benar-benar menghindari semua jenis kecurangan,” kata Siti Maya.

Siti menambahkan formasi yang ia pilih tidak ada lagi pesaing sehingga dirinya dipastikan akan lolos menjadi PNS. “Formasi saya tidak ada pesaing lagi dan hanya saya sendiri sekarang,” ujar perempuan asal Manggarai Timur, yang sementara mengabdi di MTs Arahimia Manggarai itu.

Pantauan Timor Express, total 600 peserta tersebut dibagi dalam empat sesi. Setiap sesi 150 orang dan terbagi dalam empat ruang tes. Sesi pertama, perolehan nilai tertinggi 355, terendah 115. Sesi kedua, nilai tertinggi 285, terendah 105. Sesi ketiga, nilai tertinggi 270, terendah 115. Sesi keempat, nilai tertinggi 305, nilai terendah 120. Para peserta yang mengikuti SKB hari pertama adalah pelamar pada formasi guru dan dokter.

Sementara itu, dari Kabupaten TTU dilaporkan sebanyak 472 peserta tes CPNS dinyatakan lolos mengikuti SKB. Mereka akan memperebutkan 246 formasi yang disiapkan. SKB di Kabupaten TTU akan digelar selama dua hari, yakni Senin (10/12) dan Selasa (11/12).

Kepala BKD Kabupaten TTU, Fransiskus Tilis kepada Timor Express menuturkan pihaknya telah menerima jadwal pelaksanaan SKB dari BKN Region X Denpasar. Dikatakan, total peserta yang akan mengikuti SKB sebanyak 472 orang yang menyebar dari semua jurusan baik tenaga guru, kesehatan maupun tenaga teknis.

Terkait persiapan teknis, tambah Frans, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala SMKN 1 Kefamenanu untuk kembali menggunakan ruangan laboratorium komputer milik sekolah tersebut untuk pelaksanaan SKB.

Selain itu, ia telah memberikan informasi melalui media sosial maupun laman resmi BKD TTU terkait nama-nama yang lolos untuk mengikuti SKB. Ada juga yang ditempel di papan pengumuman di Kantor BKD TTU.

“Tim sudah turun koordinasi untuk persiapan komputer dan jaringan internet,” kata Frans.

Ia berharap, peserta yang mengikuti SKB dapat mempersiapkan diri dengan baik sehingga mendapatkan hasil terbaik. Namun apabila persiapan peserta tidak sungguh-sungguh, maka dipastikan tidak akan lolos mendapatkan tiket menjadi ASN. “Kami berharap peserta yang lolos SKB ini harus belajar sehingga tidak terjadi seperti pelaksanaan SKD sebelumnya,” Pungkasnya. (mg29/mg26/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!