Timor Express

METRO

Lengkapi Petunjuk Jaksa, Polisi Konfrontir Tersangka

TERSANGKA. Tersangka berinsial RO (18) (kiri) dan ES (19) (kanan) saat diamankan di Mapolres Kupang Kota belum lama ini.

OBED GERIMU/TIMEX

Pembunuhan Yanto Blegur

KUPANG, TIMEX – Penyidik Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Kupang Kota kembali melakukan konfrontir terhadap kedua tersangka berinsial RO (18) dan ES (19), dalam kasus dugaan tindak pidana pembunuhan terhadap korban Aris Yanto Blegur alias Yanto (26).

Konfrontir kedua tersangka dilakukan penyidik di ruang pemeriksaan Unit Pidum Satreskrim di Mapolres Kupang Kota, Jumat (7/12) siang.

Kasat Reskrim Iptu Bobby Jacob Mooynafi yang dikonfirmasi melalui Kanit Pidum Ipda Yance Kadiaman, mengatakan, konfrontir kedua tersangka dilakukan untuk melengkapi petunjuk jaksa peneliti di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang.

“Jadi kita konfrontir kedua tersangka, karena ada beberapa petunjuk jaksa yang harus kami lengkapi,” kata Yance.

Perwira berpangkat satu balok di pundak itu sampaikan, setelah melengkapi seluruh petunjuk jaksa, maka berkas perkara akan dilimpahkan kembali untuk diteliti lebih lanjut.

“Kami optimistis akan melengkapi semua petunjuk jaksa sampai berkas perkara ditetapkan P-21 (telah lengkap), dan layak untuk disidangkan di Pengadilan,” ungkap Yance.

Sementara itu, majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Kupang telah menjatuhkan vonis hukuman terhadap terdakwa ARBK alias AB (17).

ARBK merupakan pelaku utama kasus pembunuhan terhadap korban Aris Yanto Blegur di lokasi Pabrik Batako yang beralamat di Jl. Lasitarda, RT 12/RW 03, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, pada 24 September 2018.

Majelis hakim dalam amar putusannya memvonis terdakwa dengan hukuman 5 tahun penjara.

Siswa salah satu SMA swasta di Kota Kupang itu dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan sebagaimana Pasal 338 KUHP subsider Pasal 170 KUHP ayat 2 ke-3e juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1e KUHP.

Vonis hukuman tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang Frince Amnifu, selama 7 tahun.

Kasi Tipidum Kejari Kota Kupang Henderina Malo, mengatakan, terhadap putusan hakim tersebut pihaknya telah mengajukan upaya hukum banding. “Setelah pikir-pikir, kami nyatakan banding,” singkat Henderina. (joo)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!