Timor Express

OPINI

Rekonsiliasi dan Adventus

 

Oleh: Orias Lazarus Selan

Mahasiswa S2 STAKN Kupang dan ASN Kemenag Prov. NTT

 

 

Sejak Minggu, 02 Desember 2018, Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) dan umat Kristen lainnya memasuki masa Adventus. Adventus itu sendiri di artikan sebagai masa penantian atau masa penantian; masa di mana umat Kristen diingatkan kembali pada dua peristiwa peristiwa pertama masa dimana Bunda Maria memasuki masa penantian kelahiran Yesus Kristus sangat juruslamat dan masa dimana umat Kristen menantikan kedatangan Yesus Kristus sebagai hakim atas segala kehidupan manusia. Kedua peristiwa ini terajut dalam segala aktifitas hidup manusia. Masa ini sama dengan masa di mana seorang ibu yang hamil pada usiadelapan bulan dan memasuki bulan kesembilan, usia kehamilan seperti ini adalah usia rawan, usia penuh resiko. Situasi yang penuh resiko ini memberikan dua rasa yang sangat berat juga bagi seorang ibu. Rasa senang karena akan melahirkan dan derita. Derita misalnya posisi tidur tidak nyaman; tidur dengan posisi samping kiri tidak nyaman, rubah posisi ke kanan tidak nyaman, menghadap ke atas (bahasa Kupang : malenggan) lebih tidak enak, terlengkup sangat tidak mungkin. Kerja berat di dapur sungguh suatu penderitaan karena memikul bayi. Di sisi yang lain persiapan perlengkapan bayi mulai dari bedak, sabun, pakaian baby dst. Dan perlu digaris bawahi bahwa untuk masa kini pakaian atau perlengkapan baby harganya lumayan mencekik leher, sementara penggunaannya pun tidak bertahan lama. Orang bilang masa ini adalah masa dengan rasa nano – nano (rasa asam,asin dan manis).

Sejajar dengan masa penantian kelahiran seorang bayi di atas. Kehidupan bergereja pun memasuki masa yang penuh penantian. Masa dimana gereja mempersiapkan diri merayakan kelahiran Yesus Kristus di dunia.Jujur bahwa pada masa ini gereja – gereja di NTT mulai mendandani diri dengan atribut – atribut natal.Aktribut yang paling dominan adalah pohon natal dan lampu natal. Selain itu oker tembok gedung gereja, beli gorden baru, kain meja baru, lampu natal dll. Semua kegiatan – kegiatan tersebut berdampak pada meningkatnya pengeluaran keuangan jemaat.Jemaat dan majelis jemaat disibukkan dengan kegiatan – kegiatan natal yang luar biasa. Untuk kegiatan – kegiatan natal banyak jemaat jemaat yang menghentikan pelayanan ibadah rumah tangga dan mengantikan dengan ibadah keluarga. Apakah demikian maksud dari minggu – minggu advend bagi gereja ? Kamus Istilah – Istilah gereja menuliskan bahwa nama Adven diambil dari kata Latin Adventus yang artinya adalah Kedatangan. Dalam masa Adven umat Kristen baik Protestan maupu Katolik menyiapkan diri menyambut pesta Natal dan memperingati kelahiran dan kedatangan Yesus yang kedua kalinya pada akhir zaman. Adven diduga mulai dirayakan di kalangan umat Kristen sejak abad keempat.Adven selalu mulai pada hari Minggu yang terdekat dengan tanggal 30 November (antara tanggal 27 November dan 3 Desember) dan berlangsung sampai Malam Natal 24 Desember. Dengan ini panjangnya masa adven per tahun berbeda-beda, tetapi sebuah masa adven selalu terdiri dari 4 hari Minggu. Pastor(imam) atau pendetadan majelis jemaat biasanya mengenakan toga (kasula) yang berwarna ungu kerajaan pada masa-masa ini.  Sejajar dengan tulisan di atas Romo William P. Saunders menuliskan bahwa Masa Liturgi Adven menandai masa persiapan rohani umat beriman sebelum Natal. Adven dimulai pada hari Minggu terdekat sebelum Pesta St. Andreas Rasul (30 November). Masa Adven berlangsung selama empat hari Minggu dan empat minggu persiapan, meskipun minggu terakhir Adven pada umumnya terpotong dengan tibanya Hari Natal.

Setuju dengan tulisan Romo William P Sauders bahwa selain persiapan materi di atas sebenarnya masa adven adalah masa di mana umat mempersiapkan diri secara rohani. Masa ini sekaligus merupakan masa pendamaian atau sesuai dengan judul di atas adalah masa rekonsiliasi. Kata rekonsiliasi merupakan pengabungan kata re·kon·si·li·a·si. Kata ini memiliki 3 (tiga) arti pertama perbuatan memulihkan hubungan persahabatan pada keadaan semula; perbuatan menyelesaikan perbedaan; kedua penetapan pos-pos yang diperlukan untuk mencocokkan saldo masing-masing dari dua akun atau lebih yang mempunyai hubungan satu dengan lain; ketiga ikhtisar yang memuat rincian perbedaan antara dua akun atau lebih

Dari ketiga arti kata di atas berkaitan dengan masa adven lebih tepat digunakan arti yang pertama yaitu perbuatan memulihkan hubungan persahabatan pada keadaan semula; perbuatan menyelesaikan perbedaan. Sehingga masa adven harus dipahami sebagai masa dimana seseorang memulihkan hubungannya dengan Tuhan Allah selaku Tuhan dan Juruslamatnya dan pemulihan dia dengan sesama dan lingkungannya. Masa dimana semua orang membenahi diri dan melihat semua yang ada disekitarnya secara baru. Jika awalnya ia memandang sesamanya sebagai manusia dan mangsa maka masa adven mengharuskan agar ia memandang sesama dari kaca mata iman. Maksudnya ia memandang sesama dengan pandangan sebagai gambaran rupa Allah (Imago Dei), linkungan Hidup sebagai ekrpesi kehadiran Allah. Untuk memahami maksud penulis, akan dituliskan kebiasaan orang timor (suku dawan) menantikan saat kelahiran seorang bayi sekaligus menutup tulisan ini. Jika sudah ada tanda – tanda akan melahirkan biasanya suami dan keluarga dekat duduk di sekitar pembaring ibu yang akan melahirkan lalu mereka akan bercerita tentang kehidupan mereka masing – masing. Percakapan ini biasanya disebut naketi. Sang suami dan istri mulai menceritakan semua tindakan / perbuatannya di hadapan semua yang hadir, sebagai sebuah pengakuannya kepada mereka dan orang tua dari suami dan istri pun menceritakan perbuatan mereka sebagai orang tua, sewaktu masih mudah atau sebelumnya. Semua ini dilakukan agar proses pelahiran berjalan dengan normal dan melahirkan seorang bayi yang sehat. Selamat merayakan minggu–minggu Adven.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!