Baru 10 Kabupaten Asistensi APBD 2019 – Timor Express

Timor Express

SUKSESI

Baru 10 Kabupaten Asistensi APBD 2019

ILUSTRASI: NET

Pemprov Harap Tidak Melewati 31 Desember

KUPANG, TIMEX-Sebanyak 10 kabupaten/kota telah melakukan asistensi APBD murni 2019 pada Bidang Asistensi Kabupaten/Kota (AKK) Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Provinsi NTT.

Ke-10 kabupaten tersebut, yakni Lembata, Ngada, TTU, Alor, Sabu Raijua, Belu, Ende, Kota Kupang, TTS, dan Manggarai. Hal ini dijelaskan Kepala Bidang Asistensi Kabupaten/Kota BPPKAD Provinsi NTT, Benny Meno kepada Timor Express di ruang kerjanya, Jumat (7/12).

Benny jelaskan, ke-10 daerah tersebut sudah melalui proses asistensi dan telah mendapat persetujuan. “Tapi ada tiga kabupaten yang sudah masukkan dokumen dan siap dibahas mulai Senin minggu depan,” jelas Benny.

Ketiga kabupaten tersebut, yakni Manggarai Timur, Nagekeo dan Malaka. Sementara satu kabupaten lain, yaitu Sumba Barat Daya sudah memasukkan dokumen, namun belum dijadwalkan. “Itu tergantung kesiapan. Bisa selasa atau Rabu,” tambahnya.

Dengan demikian, masih terdapat delapan kabupaten yang belum memasukkan dokumen, yakni Flores Timur, Sumba Tengah, Sumba Timur, Kupang, Sikka, Manggarai Barat, Rote Ndao dan Sumba Barat.

Benny mengungkapkan, untuk sampai pada hasil final asistensi, tidak butuh waktu lama. Mulai dari penerimaan dokumen sampai keluarnya Surat Keputusan (SK), pihak AKK berupaya untuk tidak lebih dari 9 sampai 10 hari, dari 15 hari ketentuan yang ada.

Menurut dia, proses asistensi bisa memakan waktu 3 sampai 4 hari. Selanjutnya dilakukan proses evaluasi, dan diikuti dengan pertemuan teknis, khusus antara Kepala Bidang Asistensi Kabupaten/Kota danBidang Keuangan. Juga disesuaikan dengan jadwal sidang DPRD, sehingga tidak ada keterlambatan.

“Biasanya menjelang minggu ke-3 Desember itu kementerian akan bersurat untuk lihat perkembangan. Kita lapor. Kirim data yang sudah ada, sehingga nanti disesuaikan,” ungkapnya.

Untuk sementara, APBD dalam hal Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi dipegang Kota Kupang, dan diikuti Manggarai Barat. Yang terendah ada Sabu Raijua dan Sumba Tengah. Sedangkan yang mengalami perubahan menurutnya adalah Sumba Barat.

Dia harapkan, ke-8 kabupaten lain agar dokumen APBD dimasukkan secepatnya agar proses asistensi tidak melewati batas ketentuan, yakni 31 Desember. “Kita harap bisa selesai di tahun ini. Tidak lewat dari 31 Desember,” pungkasnya.(cel)

 

Kabupaten/kota yang Sudah Asistensi

1.Lembata
2.Ngada
3.TTU
4.Alor
5.Sabu Raijua
6.Belu
7.Ende
8.Kota Kupang
9.TTS
10.Manggarai

Kabupaten yang Menunggu Asistensi

1.Manggarai Timur
2.Nagekeo
3.Malaka
4.Sumba Barat Daya

Kabupaten yang Belum Masukkan Dokumen

1.Sumba Timur
2.Sikka
3.Rote Ndao
4.Kupang
5.Flores Timur
6.Manggarai Barat
7.Sumba Barat
8.Sumba Tengah



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!