Mutasi di ‘Jumat Keramat’ – Timor Express

Timor Express

KUPANG METRO

Mutasi di ‘Jumat Keramat’

Wali Kota dan Wawali Cross Check Daftar Nama
Baperjakat Godok 300-an Nama

KUPANG, TIMEX – Mutasi pejabat di Pemerintah Kota Kupang direncanakan berlangsung Jumat (14/12) besok. Namun, Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore masih akan membahas draf mutasi bersama Wakil Wali Kota Hermanus Man.

Kepastian ini disampaikan Jeriko-sapaan karib wali kota, kepada Timor Express Rabu (12/12). Ia mengatakan masih menunggu wakil wali kota yang masih sementara berada di Jakarta. Namun ia mengatakan mutasi sudah harus dilakukan minggu ini.

Apakah ada nama-nama dalam draf mutasi yang berubah? Menjawab pertanyaan ini, Jeriko menjelaskan akan mendiskusikannya dengan wakil wali kota. “Terkait perubahan nama-nama saya belum tahu. Nanti kita lihat lagi. Yang jelas semuanya harus sesuai aturan,” ujarnya.

Menurut dia, pelantikan dan promosi jabatan akan tetap dilakukan. Ini demi terwujudnya birokrasi yang bersih dan mampu bekerja secara inovatif, kreatif dan mampu menghadirkan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, bersama wakil wali kota ingin birokrasi Kota Kupang berjalan sehat. Semua bisa menjalankan programnya seauai visi dan misi yang ada. “Semuanya bertujuan untuk pembangunan Kota Kupang yang lebih baik dan lebih maju,” ujarnya.

Terpisah, Asisten III Setda Kota Kupang Jacob Laurens Tokoh mengatakan Baperjakat masih menunggu instruksi lebih lanjut dari wali kota. Ia menyebutkan, pejabat yang masuk dalam tim Baperjakat yaitu Penjabat Sekretaris Daerah Thomas Jansen Ga, Asisten I Yos Rera Beka, Asisten III Jacob Laurens Tokoh dan Plt BKPPD Kota Kupang, Ade Manafe dan Kepala Bidang Mutasi BKPPD.

“Saya juga ada dalam Baperjakat. Saat itu kami sementara mengurus konsultasi APBD di provinsi, setelah itu kami langsung mulai dengan Baperjakat pada jam tujuh malam dan selesai pada jam tiga pagi (Jumat lalu, Red),” ujarnya.

Dia menjelaskan, waktu yang diperlukan Baperjakat harus cukup. Pasalnya, ada 300-an nama yang digodok. Jika ada pergeseran, tentu harus ada yang mengisi jabatan tersebut. Semuanya harus sesuai, termasuk dengan undang-undang maupun daftar urut kepangkatan (DUK). Ia mengatakan Baperjakat tidak bisa bekerja asal jadi. Harus pastikan bahwa tidak ada kesalahan, apalagi melanggar aturan. “Kami memang hanya memberikan pertimbangan sesuai dengan aturan yang berlaku. Keputusan ada di kepala daerah,” ujarnya.

Sebelumnya mutasi hendak dilaksanakan pada Jumat (7/12), namun batal. Wali Kota Jefri Riwu Kore mengatakan pembatalan itu dikarenakan adanya kunjungan KPK. Ia mengatakan agenda KPK tersebut sangat padat sampai sore, sehingga pelantikan tidak bisa dilaksanakan.

Namun demikian, wali kota juga masih melihat ada satu-dua nama dalam draf mutasi yang masih perlu dipertimbangkan kembali. Pasalnya, belum sesuai dengan aturan yang berlaku. Oleh karena itu, akan dilihat kembali.

Sementara itu, Sekretaris Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Kupang Poulce Amalo mengatakan jadwal tentang kunjungan KPK tersebut sudah ada tiga hari sebelumnya. Mestinya Baperjakat sudah menyampaikan kepada wali kota untuk dipertimbangkan apakah dilakukan pelantikan atau tidak. Dengan demikian, wali kota bisa mengambil keputusan. Karena tidak ada koordinasi yang baik, sehingga pelantikan pun tidak bisa terlaksana. Poulce pun mengatakan dirinya tak dilibatkan dalam perencanaan draf mutasi tersebut. (mg25/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!