DPM-PTSP Gelar Seminar Bersama Pelaku Usaha – Timor Express

Timor Express

KUPANG METRO

DPM-PTSP Gelar Seminar Bersama Pelaku Usaha

PAPARAN. Dr. David B.W. Pandie, MS (Tengah) sementara memaparkan materinya pada seminar yang diselenggarakan di Hotel Neo by Aston Kupang, Rabu (12/12).

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

KUPANG, TIMEX – Dalam rangka merefomasi perizinan satu pintu untuk mengantisipasi peningkatan tuntutan penanaman modal dan keinginan berusaha di Provinsi NTT, maka sebagai perangkat yang berwenang dan bertanggungjawab dalam bidang urusan penanaman modal dan perizinan terpadu satu pintu, diperlukan sebuah asesmen atau evaluasi diri terhadap kondisi kinerja perizinan saat ini dan merumuskan suatu skenario kebljakan penataan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) ke depan yang lebih baik, lebih murah dan lebih cepat (better, cheaper and faster).

Terhadap identifikasi masalah tersebut, DPM-PTPS Provinsi NTT menggelar seminar tentang Kajian Optimalisasi Pelayanan Perijinan di Hotel Neo by Aston Kupang, Rabu (12/12).

Kegiatan tersebut terlaksana atas kerja sama antara DPM-PTPS Provinsi NTT dan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para pelaku usaha di NTT serta dinas terkait.

Seminar tersebut bertujuan melakukan assemen terhadap kondisi internal dan eksternal DPM-PTPS, dalam dimensi-dimensi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman serta melakukan analisa SWOT untuk merumuskan opsi-opsi kebijakan strategis bagi DPM-PTPS yang dituangkan dalam skenario optimalisasi layanan.

Dari tujuan tersebut, dapat meningkatkan kinerja pelayanan dan peningkatan realisasi investasi, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, peningkatan lapangan kerja dan meningkatkan pendapat serta peningkatan daya saing daerah.

Desain pengembangan untuk merealisasikan DPM-PTPS Provinsi NTT  yang saat ini masih berdasarkan Perpres 91/2027, visi Gubernur NTT 2018-2023, ekspektasi dunia usaha dan penanaman modal, serta espektasi masyarakat.

Mentransformasi DPM-PTPS Deregulasi, Restrukturisasi pelayanan online (OSS), profesionalitas, perubahan budaya organisasi dan pengaduan masyarakat agar mencapai kondisi ideal, seperti pelayanan perizinan semakin baik (Beter), murah dan cepat serta mudah dan juga peningkatan skala usaha dan penanaman modal di NTT.

Kepala DPM-PTPS NTT Ir. Semuel Rebo, dalam kesempatan itu menerangkan aplikasi Online Single Submission (OSS), merupakan aplikasi yang sangat baik serta mempermudah proses pelayanan yang diselenggarakan DPM-PTPS terhadap masyarakat.

“OSS ini sangat spesifik dan memiliki kemudahan bagi masyarakat, karena akses pelayanan perizinan secara online,” kata Samuel Rebo.

Dikatakan, masyarakat bisa mengajukan surat perizinan kepada DPM-PTPS secara online dari tempat tinggalnya, tanpa harus datang ke kantor PM PTT. Izin ini dijelaskan, berbeda dengan izin yang diterapkan sebelumnya.

“Kalau ada hal-hal yang belum bisa dilengkapi saat itu, maka pemohon harus mengisi kolom komitmen. Dengan begitu, izin bisa keluar saat itu juga,” ujarnya.

Mengenai seminar ini, dirinya berharap adanya masukan dari peserta, agar pihak pengkaji bisa melakukan perembukkan lalu menghasilkan sebuah kajian yang lebih mendalam terhadap aplikasi OSS.

Sementara, Dr. David B.W. Pandie, MS., yang menjadi keynote speaker, usai seminar, menjelaskan, kajian optimalisasi ini berdasarkan kejataan yang terjadi selama ini.

DPM-PTPS merupakan bagian dari pemerintah yang berwewenang untuk mengeluarkan izin untuk penanaman modal serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pelayanan perizinan yang sebelumnya masih dikeluarkan oleh dinas terkait, namun berdasarkan kewenangan gubernur dan disetujui oleh DPRD untuk semua pengurusan yang perizinan diambil alih oleh pemerintah provinsi.

Peralihan kewenangan ini bertujuan agar membangun masyarakat untuk mempersingkat waktu serta tidak lama dalam proses kepengurusan izin yang diinginkan oleh masyarakat.

“Dengan pelayanan berbasis satu pintu ini, masyarakat tidak lagi mengunjungi setiap dinas dan membuang waktu serta biaya yang banyak agar memperlancar masyarakat unruk berbisnis,” ujar David.

Ditambakan, dengan pelayanan yang satu pintu ini, selama ini juga memiliki dinamika yang terjadi, sehingga membutukan inovasi serta optimalisasi sesuai dengan perkembangan zaman agar terus memperbaiki pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

“Jadi dari aplikasi OSS ini lebih mempermudah pelayanan lagi. Ini seperti mall, sehingga semua barang terjual di situ, maka tidak perlu masuk keluar kios dan tempat jualan lainnya. Ini mall perizinan,” kata mantan Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana itu.

Pantauan Timor Express, dari hasil seminar tersebut, banyak pengusaha memberikan sumbangsi pemikiran untuk memperbaiki pelayanan melalui OSS.

Dari tanggapan dan masukan yang disampaikan pihak penyelenggara menerima dan akan mempertimbangkan untuk memperbaiki pelayanan kedepannya guna peningkatan PAD Provinsi NTT. (mg29/joo)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!