Pengurus BUMDes Dilatih Cara Kelola Uang – Timor Express

Timor Express

FLORES RAYA

Pengurus BUMDes Dilatih Cara Kelola Uang

PELATIHAN. Kegiatan pelatihan cara pengelolaan keuangan kepada pengurus BUMDes, Kamis (20/12).

FANSI RUNGGAT/TIMEX

BORONG, TIMEX – Pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) se-Kecamatan Borong, Kamis (20/12), mendapat pelatihan cara buat laporan dan pengelolaan keuangan yang baik. Pematerinya dari Bank NTT Cabang Borong.

Kegiatan berlangsung di aula kantor Kecamatan Borong. Kegiatan dibuat untuk peningkatan kapasitas pengurus BUMDes. Pemateri dari Bank NTT masing-masing Robertus Apro Selamat dengan materi Sistem Laporan Keuangan pada Bumdes. Hylda Yustisianty dengan materi administrasi dan aplikasi sistem perkreditan pada BUMDes.

Juga pemateri Kornelis Balamaking dengan materi Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pesertanya pengurus BUMDes dari 10 desa. Di mana, yang hadir dari masing-masing desa yakni ketua, sekretaris dan bendahara. Hadir juga Kepala Bank NTT Cabang Borong, Johanis Tadoe, Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa Kabupaten Matim, Kornelis Soge.

Dipandu oleh pendamping Desa Waling, Egi Manukule. Selain itu, dihadiri sejumlah tenaga ahli pendamping desa. Peserta pengurus masing-masing BUMDes antusias dengan materi yang disajikan. Kegiatan dilaksanakan atas inisiasi dari 10 BUMDes.

Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa Kabupaten Matim, Kornelis Soge yang ditemui Timor Express di sela-sela kegiatan menjelaskan, pelatihan yang dilakukan untuk peningkatan kapasitas. Agar pengelolaan BUMDes bisa dapat melakukan proses manajemen secara lebih optimal. Menurutnya, saat ini dari 159 desa di Kabupaten Matim, ada 50 yang sudah bentuk BUMDes yang dibuktikan dengan berita acara.

Namun, dari 50 BUMDes yang sudah memiliki dokumen pendirian atau memenuhi syarat alias legal standing sebanyak 45. Memenuhi syarat itu seperti perdes tentang pendirian badan usaha, anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, SK pengelola dan pengawas, SK SOP BUMDes. Empat dokumen itu yang harus dipenuhi.

“Kalau salah satu dari empat dokumen belum lengkap, belum legal standing. Untuk Kecamatan Borong, dari 15 desa yang ada, baru 10 yang bentuk BUMDes. Sehingga 10 BUMDes yang kita beri pelatihan untuk peningkatan kapasitas dalam kelola keuangan dan laporan usaha. Karena tahun depan, BUMDes ini sudah dapat penyertaan modal dari desa,” jelasnya.

Dikatakan, untuk kompetensi sebagai pengurus BUMDes, masih membutuhkan pembinaan dan pembelajaran. Pelatihan peningkatan bagi pengurus BUMDes baru pertama dilakukan. Selanjutnya kegiatan serupa akan lakukan bagi BUMDes di kecamatan lainnya. Dengan pelatihan itu, BUMDes bisa berjalan dengan baik dan benar.

Pihaknya memandang penting dengan meminta Bank NTT untuk pelatihan. Tidak semua orang tahu dan mengerti tentang akutansi, sehingga butuh pendampingan dari bank dalam mengelola keuangan. Ke depan, ada hal yang perlu dilakukan kerja sama dengan Bank NTT.

“Tentu semuanya dalam semangat yang sama memberikan sumbangsih maksimal bagi masyarakat. Kegiatan ini tentunya menjadi pencerahan. Namun kita berharap kegiatan ini tidak selesai sampai disini saja. Saya pribadi senang, karena Bank NTT siap mendampingi seluruh BUMDes. Karena pengurus BUMDes masih butuh untuk belajar,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Bank NTT Cabang Borong, Johanis Tadoe kepada Timor Express mengatakan, pertama kali Bank NTT Cabang Borong memberikan pelatihan peningkatan kapasitas kepada pengurus BUMDes. Disini, Bank NTT diminta untuk membawa materi seputar pelaporan keuangan. Termasuk teknis administrasi pembukuan dalam simpan pinjam.

“Kami dari Bank NTT merasa senang karena diminta untuk beri materi pelatihan cara pengelolaan keuangan yang baik dan benar. Karena Bank NTT milik masyarakat NTT, tentu punya tanggung jawab untuk bangun desa dan masyarakat di Kabupaten Matim,” katanya.

Dikatakan, intinya bagaimana tugas Bank NTT untuk memperkuat BUMDes dan menghasilkan. Bank NTT pada prinsipnya siap dampingi pengurus dalam mengelola BUMDes. Artinya, jika butuh konsultasi, pintu Bank NTT pasti terbuka. Tidak hanya untuk Kecamatan Borong, tapi seluruh BUMDes yang ada di Kabupaten Matim.

“Kita siap untuk dampingi. Tidak saja ditempat pelatihan ini, tapi kalau ada yang mau dikonsultasi atau butuh bimbingan, kami dari Bank NTT pasti siap. Banyak hal yang kita bisa bangun kerja sama, termasuk salah satunya BUMDes bisa jadi agen laku pandai. Bangun desa menjadi urusan bersama-sama,” bilang Johanis. (krf3/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!