Tingkat Kerusakan Gigi Anak Sangat Tinggi – Timor Express

Timor Express

KUPANG METRO

Tingkat Kerusakan Gigi Anak Sangat Tinggi

BERSAMA. Para dokter gigi pose bersama di SDI Bakunase II seusai menggelar baksos, Jumat (14/12)

FENTI ANIN/TIMEX

KUPANG, TIMEX – Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI)  Wilayah NTT drg. Marginar Sidabutar, mengatakan, tingkat kerusakan gigi anak NTT masing sangat tinggi.

Satu anak bisa mengalami gigi berlubang 7 sampai 9 gigi. Hal ini diakibtakan karena pengetahuan masyarakat NTT akan pentingnya kesehatan gigi masing sangat rendah.

Bukan hanya kepedulian guru dan orangtua, tetapi memang kepedulian seluruh lapisah masyarakat yang masih rendah.

“Karena itu PDGI menggelar acara di SDI Bakunase II, yaitu pemeriksaan gigi gratis dan sosialisasi cara merawat gigi serta mangajak siswa-siswi menyikat gigi massal agar siswa-siswi dan guru juga paham tentang cara menyikat gigi yang baik dan benar,” katanya saat diwawancarai di SDI Bakunase II, Jumat (14/12).

Drg. Marginar mengatakan, PDGI menggelar kegiatan baksos ini di tiga sekolah, yaitu di kabupaten Kupang, Sekolah Dian Harapan dan SDI Bakunase II.

Tujuannya agar semua guru-guru dan siswa juga tahu cara bagaimana membuat giginya tidak berlubang, bagaimana menjaga kesehatan gigi, dan rutin memeriksakan giginya enam bulan sekali ke dokter gigi.

Diakuinya, pembelajaran tentang kesehatan gigi memang belum masuk dalam kurikulum pembelajaran. Sehingga diharapkan kedepan akan ada kerja sama antara Dinas Pendidikan dan Dinas kesehatan agar pendidikan tentang pemeliharaan kesehatan gigi juga masuk dalam pembelajaran.

“Melalui kegiatan ini, kami PDGI memberikan dasar pengetahuan tentang pemeliharaan gigi, agar guru pun juga bisa mentransfer pengetahunnya kepada peserta didiknya,” ujarnya.

Dengan kegiatan ini diharapkan semakin berkembang wawasan guru dan anak tentang kesehatan gigi dan cara mencegahnya, karena lebih baik mencegah dari pada mengobati.

Saat ini terdapat 60 orang dokter gigi di Kota Kupang dan 256 dokter gigi yang tersebar di seluruh NTT, sehingga dokter gigi juga dapat membantu dalam sosialisasi kesehatan gigi.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, drg. Haryono, mengatakan, dari tiga sekolah yang didatangi PDGI, sudah 750 anak yang diperiksa dan rata-rata yang diperiksa mempunyai tingkat permasalahan gigi yang cukup tinggi.

Sehingga dengan kegiatan ini diharapkan anak-anak juga bisa menjaga kesehatan giginya secara mandiri.

“Kami juga mempresentasikan cara merawat gigi yang baik kepada guru-guru dengan harapan bisa diteruskan kepada semua anak didik yang ada,” ujar Haryono. (mg25/joo)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!