Tuntaskan 31 Juta Data Pemilih Baru – Timor Express

Timor Express

SUKSESI

Tuntaskan 31 Juta Data Pemilih Baru

Viryan Azis

Hanya 6,4 Juta Tidak Sinkron, Sudah Dimasukkan DPT

JAKARTA, TIMEX– Penetapan daftar pemilih tetap hasil perbaikan (DPT HP) II pada 15 Desember lalu juga menyelesaikan polemik 31 juta data yang diklaim tidak sinkron oleh Kemendagri. KPU menuntaskan pembedahan data tersebut. Hasilnya, hanya 6,4 juta data pemilih yang benar-benar tidak sinkron.

Komisioner KPU Viryan Azis menjelaskan, tidak semua data yang diklaim tidak sinkron antara DP4 dan DPT oleh Kemendagri itu memang tak sinkron. Saat perbaikan DPT, pihaknya sekaligus membedah data tersebut berdasar domisili masing-masing. Hasilnya, sekitar 9,9 juta data ternyata cocok dengan DPT. Itu berarti sejak awal data tersebut sudah masuk DPT. “Ada yang tidak memenuhi syarat, yang sudah meninggal,” terangnya. Jumlahnya sekitar 10 juta identitas.

Kemudian, sekitar 4 juta identitas justru tidak ada di DP4. Sisanya, sekitar 6,4 juta identitas, benar-benar tidak sinkron dengan DPT dan mereka memenuhi syarat untuk masuk ke DPT. “Kami ada dokumentasi foto verifikasi faktual dan coklit jajaran kami di bawahnya,” lanjut mantan komisioner KPU Kalimantan Barat itu.
Fokus Pemilih Khusus dan Tambahan

Dengan selesainya problem 31 juta data, kini KPU bisa melanjutkan pendataan pemilih untuk babak berikutnya. Yakni, pendataan pemilih tambahan dan pemilih khusus. Pemilih tambahan adalah mereka yang namanya ada di DPT, namun memutuskan untuk menggunakan hak pilih di daerah lain. Pada Pemilu 2014, sebutannya adalah pemilih pindahan.

Sementara itu, pemilih khusus adalah mereka yang memenuhi syarat sebagai pemilih, namun luput tercatat di DPT. Pada 2014, istilahnya adalah pemilih tambahan. Mereka hanya bisa menggunakan hak pilih di TPS terdekat dengan alamat domisili yang tertera di KTP-nya. Itu pun hanya punya waktu satu jam, pukul 12.00–13.00.

Viryan menjelaskan, pihaknya sedang menyusun perubahan peraturan KPU Momor 11 Tahun 2018. KPU memasukkan perbaikan DPT pada revisi PKPU tersebut. “Perbaikan DPT dimungkinkan apabila ada warga yang belum terdaftar secara signifikan di satu TPS,” tutur Viryan.

Normalnya, mereka masuk ke DPK. Namun, bila jumlah mereka signifikan, KPU akan melihat kondisi TPS di sekitar tempat domisili para pemilih tersebut. “Kalau masih bisa didistribusikan ke TPS-TPS sekitar, didistribusikan,” jelasnya. Bila ternyata memang tidak memungkinkan, baru akan disikapi dengan memperbaiki DPT secara terbatas di daerah tersebut.

Karena itu, pendataan DPK bisa dilakukan mulai saat ini untuk mencatat mereka yang luput dari DPT. Berbeda dengan pada Pemilu 2014 yang baru datang dan didata pada hari H pemungutan suara. Sistem DPT yang sudah online memungkinkan pendaftaran DPK bisa dilakukan sejak saat ini karena bisa langsung ketahuan apakah dia sudah tercatat di DPT daerah lain atau belum.

Selain jemput bola oleh KPU, pemilih yang belum tercatat di DPT bisa mendaftarkan diri. Misalnya, mereka yang baru saja pensiun dari kedinasan di TNI atau Polri. Nama mereka sudah pasti tidak tercatat di DPT. Sebab, saat pendataan hingga penetapan terakhir, mereka masih aktif sebagai prajurit.

Viryan berharap, paling lambat H-30 pemungutan suara sebagian besar pemilih untuk DPK sudah bisa terdata. Dengan begitu, tinggal segelintir orang yang masih bisa dilayani menjelang hari H pemungutan suara. Waktu sebulan itu akan digunakan KPU untuk menganalisis apakah perlu dilakukan perubahan DPT di kawasan tertentu. Selebihnya, pemilih yang belum tercatat masih bisa ditampung dengan menggunakan surat suara cadangan sebanyak dua persen.

Untuk DPTb, KPU kembali mengingatkan bahwa pemilih yang pindah tidak harus kembali ke daerah asal untuk mendapatkan formulir pindah memilih. Bila tidak memungkinkan kembali ke daerah asal, pemilih tersebut bisa mendaftarkan diri sebagai pemilih pindahan di kota tujuan.(byu/c4/fat/jpg/cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!