Timor Express

RAKYAT TIMOR

Bupati TTU Diduga Aniaya Warga

Ajudan dan Kadis Perikanan Terlibat
Akibat Rombongan Bupati Dihadang Warga

KEFAMENANU, TIMEX – Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes diduga kuat terlibat penganiayaan terhadap Yohakim Ulu Besi, warga Desa Ponu, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten TTU, Jumat (21/12) siang.

Tindakan anarkis bermula saat bupati bersama rombongan meninjau lokasi persawahan yang akan dijadikan tambak garam di desa tersebut. Areal persawahan itu selama ini digarap warga setempat.

Raymundus Fernandes

Raymundus Fernandes

Informasi yang berhasil dihimpun Timor Express, kedatangan bupati dan rombongan dihadang oleh masyarakat setempat. Warga memarkir sepeda motor di jalan dan menghadang rombongan. Perang mulut bupati dan warga tak terhindarkan. Akhirnya bentrokan terjadi. Hingga terjadi penganiayaan terhadap warga atas nama Yohakim Ulu Besi. Saat itu, Bupati Ray Fernandes bersama ajudan, sopir dan Kepala Dinas Perikanan TTU Alfons Ukat.

Bupati Ray Fernandes ketika dikonfirmasi mengisahkan ia bersama rombongan dihadang oleh sekelompok masyarakat yang dipimpin langsung oleh Yohakim Ulu Besin.

Namun saat itu, bupati bersama rombongan tidak menghiraukan aksi yang dilakukan oleh sekelompok orang itu. Mereka pun terus berjalan menuju SPI, lokasi persawahan yang akan dijadikan tambak garam.

Dikatakan, sekelompok orang yang dipimpin Yohakim Ulu Besin itu mengejar rombongan bupati,kemudian menghadang jalan menggunakan sepeda motor. Ada yang mencaci maki bupati dan rombongan. “Kau datang mau lihat kau pu nenek moyang yang mana dia punya tanah ada di sini. Anjing kau,” tutur Bupati TTU meniru ucapan Yohakim Ulu Besin.

Aksi yang dilakukan sekelompok orang terhadap rombongan bupati TTU akhirnya berujung konflik. Ajudan Bupati TTU kemudian mendorong tubuh Yohakim untuk menjauhkannya dari rombongan. Bupati membantah bersama ajudan melakukan tindak kekerasan terhadap warga. Menurutnya hanya perang mulut.

Bupati menambahkan, pihaknya telah membuat laporan polisi terkait aksi penghadangan yang dilakukan oleh sekelompok warga terhadap dirinya dan rombongan. Pasalnya, sebagai seorang pimpinan patut meninjau langsung lokasi tersebut lantaran banyak pengusaha yang mengajukan izin penggunaan lahan masyarakat. “Namun kunjungan kami itu ternyata dihadang oleh kelompok Yohakim Ulu Besin,” pungkasnya.

Terpisah, Kapolres TTU AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto ketika dikonfirmasi Timor Express, Jumat (21/12) melalui telepon seluler membenarkan adanya dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes kepada Yohakim Ulu Besin. Peristiwa itu terjadi di Wilayah SPI, Desa Ponu, Kecamatan Biboki Anleu.

Dikatakan, sesuai laporan polisi yang diterima, ada dua laporan yang berbeda dari dua orang yang berbeda pula. Pertama, laporan penganiayaan dengan pelaku Bupati TTU yang dilaporkan Yohakim Ulu Besin. Kedua, Bupati TTU melapor terkait tindakan penghadangan yang dilakukan oleh masyarakat. “Benar ada peristiwa penganiayaan yang dilakukan oleh Bupati TTU terhadap masyarakat,” kata Kris.

Selanjutnya, menurut dia, Bupati TTU juga melapor soal tindakan penghadangan oleh masyarakat terhadap Bupati TTU dan rombongan.
Meski demikian, Kris mengatakan pihaknya hanya sebatas menerima laporan polisi. Untuk berita acara pemeriksaan terhadap masing-masing terlapor akan dilakukan di Satreskrim Polres TTU.

Selain itu, korban penganiayaan masih akan menjalani visum et repertum guna dijadikan sebagai keterangan ahli dan kepentingan penyidikan. “BAP untuk pelapor dan terlapor nanti berproses di Polres TTU. Kami sudah menerima laporan polisi dan kami masih melakukan visum terhadap korban,” jelasnya.
(mg26/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!