Timor Express

SPORTIVO

Esthon Kembali Pimpin PASI NTT 2018-2022

MUSPROV PASI. Ketua Umum Pengprov PAS Terpilih, Esthon L. Foenay pose bersama, Theo Widodo, Dr. Jhoni Lumba, Eduard setty dan peserta Musprov lainnya usai penutupan Musporv di Hotel Pelangi, Jumat (21/12) malam.

IST

Terpilih Secara Aklamasi Dalam Musprov PASI NTT

KUPANG,TIMEX – Esthon L. Foenay kembali terpilih sebagai Ketua Umum Pengprov PASI NTT, Periode 2018-2022 dalam Musprov Pengprov PASI yang deilangsungkan di Hotel Pelangi, Jumat kemarin (21/12).

Dalam Musprov yang dihadiri utusan pengkot/Pengkab PASi tersebut dan juga jajarang Pengurus, Esthon terpilih secara aklamasi untuk memimpin pengprov PASI NTT empat tahun kedepan.

Dalam sambutannya pada acara pembukaan Musprov tersebut, Esthon mengatakan sebagai Ketua Umum Pengprov PASI NTT dan segenap Pengurus PASI dirinya harus jujur menyatakan bahwa prestasi atlet Atletik NTT belakangan ini sangat menurun.

“Tolok ukur prestasi atlet adalah pada multi event nasional yaitu PON yang merupakan titik kulminasi pembinaan atlet daerah.” kata Esthon yang membeberkan raihan medali atlet aletik NTT dalam lima pon terakhir, mulain PON 2000 di Surabaya hingga PON XIX 2016 di Jawa Barat, dimana capaian terbaik adalah PON XVI 2004 di Palembang dimana NTT berhasil meraih 3 medali emas.

Menghadapi PON XX/2020 Papua lanjur Esthon, maka PB.PASI sudah menetapkan jadwal pelaksanaan Pra PON XX/2020 yang dilaksanakan sepanjang Tahun 2019, adapun Kejuaraan Atletik sebagai ajang Pra PON XX/2020 sebagai berikut :
Jatim Open pada bulan Maret 2019 di Surabaya, Jateng Open tanggal 4-7 Juli 2019 di Semarang,
Kejurnas U.18, U.20 dan Senior tanggal 4-10 Agustus 2019 di Jakarta, MayBank Bali Marathon bulan Agustus 2019 di Bali, POPNAS tanggal 9-20 September 2019 di Papua, POMNAS pada bulan Oktober 2019 di Jakarta, serta
Jakarta Marathon pada Oktober 2019 di Jakarta.

“Karena Atletik adalah cabang olahraga terukur, maka atlet yang lolos ke PON XX/2020 ada syarat prestasi minimal (Limit PON), hanya atlet yang prestasinya menyamai atau melampaui syarat prestasi minimal yang boleh mengikuti PON dan syarat prestasi minimal PON XX/2020 saat ini masih dikaji oleh PB.PASI, jelas Esthon.

“Untuk nomor-nomor tertentu akan dipertajam limit waktunya. Dan yang sudah beredar ditangan pelatih saat ini adalah syarat prestasi minimal PON XIX/2016 yang oleh Sekjen PB. PASI dikatakan limit prestasi dari PON ke PON tidak ada peningkatan maka perlu ditinjau/perbaikan,” ujarnya.

Selain itu, PB. PASI juga telah menetapkan batas usia atlet PON XX/2020 yaitu termuda 18 tahun dan tertua 35 tahun pada saat PON dilaksanakan bulan September 2020.
Dikatakannya, juga, atlet hasil PORPROV NTT Tahun 2018 yang sudah teridentifikasi akan diseleksi seleksi ulang sebelum memasuki Pemusatan Latihan oleh Pengprov PASI.

“Karena Kejurnas/Pra PON XX/2020 pada Tahun 2019 yang akan datang adalah untuk lolos ke PON maka kita tidak kirim atlet ke Pra PON untuk mencari pengalaman bertanding tapi harus menyamai/melampaui syarat prestasi minimal,” tegas Esthon.

Kepada KONI NTT, Esthon mengatakan bahwa PASI NTT targetkan minimal 5 atlet lolos ke PON XX/2020, “syukur-syukur kalau lebih, dalam rangka memenuhi target KONI untuk meloloskan atlet dan cabang olahraga sebanyak mungkin menuju PON yang akan datang,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua KONI NTT yang diwakili Wakil Ketua III, Jery Manafe dalam sambutannya mengatakan, seperti yang dikatakan oleh Pak Esthon selaku Ketua Umum Pengprov PASI NTT bahwa prestasi Atletik NTT menurun dalam kurun waktu lima PON terakhir, hanya pada PON Palembang Atletik NTT meraih 3 Emas, 2 Perak dan 1 Perunggu, setelah itu Atletik tidak memberikan kontribusi Medali Emas untuk NTT.

Karena itu, pada PON yang akan datang, saya masih menaruh harapan besar dan optimis atlet Atletik tidak saja lolos ke PON tapi mampu meraih medali emas seperti para seniornya terdahulu sehingga Atletik tetap menjadi primadona NTT pada PON yang akan datang,” ungkapnya.

Ketidakberhasilan Atletik pada PON yang lalu khususnya PON XIX/2016 perlu dievaluasi secara menyeluruh apakah diakibatkan dukungan dan fasilitas yang diperoleh saat Pelatda masih kurang ataukah SDMnya yaitu Pelatih yang tidak tepat menyusun program latihan dan didukung dengan IPTEK dan Sport Science ataukah atletnya sendiri yang tidak disiplin. “Dari sisi KONI saya kira dukungan fasilitas PON XIX/2016 sangat baik dari PON sebelumnya,” ujarnya.

Terkait pelaksanaan Musprov ini, KONI NTT menurutnya pelaksanaan Musprov ini sangat strategis dalam rangka kita mempersiapkan atlet untuk mengikuti Pra PON XX/2020 pada tahun 2019 yang datang.

“Saya mengharapkan semua pengprov cabang olahraga termasuk Atletik untuk mempersiapkan atletnya sedini mungkin, karena cabang Atletik Pra PONnya bukan hanya satu event tapi ada beberapa kejuaraan Atletik digelar sepanjang tahun 2019 diakui sebagai ajang Pra PON XX/2020,” terangnya.

Sedangkan atlet potensial yang sangat diharapkan ada di SKO, PPLP, PPLM dan PPLD oleh karena mereka berlatih setiap hari didukung dengan fasilitas dan biaya oleh pemerintah, disamping atlet potensial lainnya hasil PORPROV NTT tahun 2018.

“Saya harapkan Atletik NTT kembali bangkit meraih prestasi seperti para seniornya yang pernah mengharumkan nama NTT pada masanya menjadi motivasi bagi atlet Atletik yang saat ini masih mengikuti latihan dibawah asuhan/binaan pelatih masing-masing. Atletik NTT harus mampu bersaing, dengan atlet dari daerah lainnya dan disamping meraih medali juga memecah rekor nasional.

“Rekor nasional Atletik yang sampai saat ini masih dipegang atlet NTT adalah 10.000m Yunior, Marathon dan 10K an. Eduardus Nabunome yang kala itu masih terdaftar sebagai atlet NTT, 10.000m dan 20KM Jalan Cepat an. Tersiana Riwu Rohi, 1500m an. Oliva Sadi, 3000m Pelajar an. Afriana Paijo dan 5000m Youth an. Delvita Bakun,” ungkapnya.

Menjadi tantangan serta tugas pengurus yang baru, para pelatih, pembina klub dan Pengkab/Pengkot PASI se-NTT agar Atletik yang saat ini termasuk cabang olahraga super prioritas/prioritas tidak terdegradasi jika pada PON yang akan datang tetap memberikan kontribusi medali untuk NTT.
“Kedepan saya optimis Atletik NTT kembali bangkit dan berprestasi.” katanya.(rum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!