Gubernur Apresiasi Kick Off Samsat Online – Timor Express

Timor Express

EKONOMI

Gubernur Apresiasi Kick Off Samsat Online

SAMSAT ONLINE. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat bersama unsur Forkopimda dan Tim Pembina Samsat Daerah menyaksikan uji coba pembayaran pajak kendaraan secara online, Jumat (21/12).

TOMMY AQUINODA/TIMEX

KUPANG, TIMEX – Berkenaan dengan hari ulang tahun Provinsi NTT yang ke-60 dan 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Bank NTT bersama Tim Pembina Samsat Daerah melakukan kick off Samsat Online Regional, Jumat (21/12) di Lapangan Polda NTT.

Hadir pada kesempatan itu, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, unsur Forkopimda NTT, Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore, Ketua PKK dan Dekranasda Provinsi NTT, Julie Laiskodat, tamu undangan serta ratusan penerima bantuan sosial.

Kepala Dinas PPKAD Hali Lanan Elias selaku Ketua Aliansi Sinergisitas Antar Lembaga di Provinsi NTT dalam laporannya, menyebutkan, berangkat dari visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur yakni ‘NTT Bangkit Menuju Sejahtera’, maka perlu ada pembangunan sinergisitas antara pilar-pilar pembangunan kesejahteraan sosial.

Sinergisitas yang telah dibangun antara Bank NTT, Dinas Sosial, BPJS Ketenagakerjaan, Bank Indonesia, serta Tim Pembina Samsat Daerah telah melaksanakan beberapa program kerja.

Pertama, kick off payment pajak kendaraan bermotor Samsat Online Regional sebagai tindak lanjut terhadap komitmen dalam rakor pembahasan Samsat Online Nasional di Denpasar tanggal 15 November 2018 lalu.

“Secara nasional akan diterapkan pada bulan April 2019. Tapi saat ini Provinsi NTT telah lebih dahulu siap dan memenuhi standar penerapan dalam persiapan samsat online,” ujarnya.
Kedua, aliansi sinergisitas antara Bank NTT dengan Dinsos Provinsi NTT dan BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan penjaminan sosial lewat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada 25 ribu pelaku UMKM binaan Bank NTT.

Ketiga, penyerahan kartu bantuan sosial kepada 1.071 orang pendamping program keluarga harapan (PKH), 383 PKH ribu orang, 412 UB dan kelompok Tagana sebanyak 1.409 orang.

Keempat, sinergisitas Dekranasda Provinsi NTT dengan BPOM, Dinkes Kota Kupang dan Kabupaten Kupang dalam pemberian standar sertifikasi terhadap produk-produk UMKM binaan Bank NTT. Yang mana, Dekranasda NTT melalui Bank NTT telah membantu menerbitkan sertifikasi keamanan pangan bagi70 orang pelaku UMKM dan 27 produk UMKM yang telah lulus sertifikasi pelaku industri rumah tangga.

Kelima, menghadirkan market prices and comersil, kerja sama Bank NTT, BI dan Bukalapak.
Keenam, penguatan ekosisitem jejaring dengan Politani Negeri Kupang. Dan, yang ketujuh, pelaksanaan pasar murah dalam rangka HUT NTT secara serentak di 22 kabupaten/kota.

“Dalam pasar murah ini, Bank NTT menyediakan enam ribu paket natal seharga 250 ribu, namun cukup dengan Rp 60 ribu sudah bisa memperoleh satu paket natal,” sebut Komisaris Utama Bank NTT itu.

Selanjutnya, Gubernur NTT Viktor B. Laiskodat dalam sambutannya, mengapresiasi kinerja Bank NTT bersama tim kerja khususnya Tim Pembina Samsat Daerah dalam mewujudkan Samsat Online di NTT. Menurut dia, tidak ada sesuatu hal yang tidak dapat atau tidak mungkin dikerjakan, selama ada kehendak baik untuk membuat sebuah sejarah dalam membangun peradaban NTT.

“Terimakasih buat Bank NTT dan tim kerja yang telah bekerja secara luar biasa. Apa yang dikerjakan hari ini tentu ada manfaatnya,” katanya.

Viktor menerangkan, pasca dilantik sebagai Gubernur NTT pada 5 September 2018 lalu, ada beberapa pihak yang ragu bahwa Samsat Online bisa diterapkan di NTT pada tahun 2019. Jadi harus tunggu di tahun 2020. Namun dia justru mengatakan sebaliknya dan segera memerintahkan mereka untuk mempersiapkannya, sekaligus mengikuti rakor Samsat Online di Bali.

“Saya minta wagub bersama tim kerja pergi ikut rapat di Bali. Mereka pergi dalam agenda yang tidak ada, karena memang tidak ada undangan. Tapi hari ini nyatanya kita bisa kick off Samsat Onlin,” kata Viktor yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari seluruh tamu undangan.

“Pemimpin itu membuat yang tidak bisa menjadi bisa. Begitu juga dengan pemerintah. Harus bisa membuat sesuatu yang tidak ada dan tidak mungkin, menjadi ada dan mungkin,” tegasnya lagi.

Kendati demikian, Viktor menolak bahwa hasil kerja nyata itu merupakan pencapaiannya bersama Wagub selama 100 hari bekerja. Sebab menurut dia, program kerja Gubernur dan Wagub adalah lima tahun. Bukan hanya 100 hari.

Sementara Plt. Direktur Umum, Harry Alexander Riwu Kaho saat diwawancara soal Samsat Online, mengatakan, setiap wajib pajak hendaknya jangan menunggu tanggal jatuh tempo. Sebaiknya, tiga bulan sebelum jatuh tempo, wajib pajak sudah melakukan pembayaran.
Mengenai teknis pembayaran itu sendiri, menurut Alex, transaksi bisa dilakukan di seluruh loker pembayaran Bank NTT. Baik melalui teller, mobile banking, EDC atau ATM.

“Syaratnya wajib pajak harus punya kartu ATM Bank NTT. Di mesin ATM, ada fitur layanan, ada menu pembayaran, dan berapa pun nilai pajak atau tunggakan pajak yang harus dibayar, semuanya tertera di situ,” ungkapnya. (tom)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!