Timor Express

RELIGI

Lomba Pohon Natal, Tingkatkan Persekutuan Jemaat

LOMBA. Jemaat Lahairoi Tofa menggelar lomba menghias pohon Natal di halaman gereja Lahairoi Tofa, Rabu (19/12).

FENTI ANIN/TIMEX

Jemaat GMIT Laharoi Tofa 

KUPANG, TIMEX – Jemaat GMIT Laharoi Tofa menggelar lomba membuat pohon Natal yang diikuti oleh semua jemaat, mulai dari anak-anak PAR, Pemuda dan orangtua.

Kegiatan ini digelar selama dua hari mulai Selasa (18/12) sampai Rabu (19/12) bertempat di halaman gereja Lahairoi Tofa.

Semua peserta dari 15 rayon antusiasi membuat pohon Natal. Ada yang menggunakan bahan dasar koran bekas, kemasan air mineral bekas, gabus sampai kardus sisa, dan pelepah buah lontar.

Semua jemaat menggunakan bahan sisa dan mengkreasikannya dengan berbagai hiasan dan mengecatnya menjadi lebih menarik.

Wakil Ketua Majelis Jemaat Lahairoi Tofa Pdt. Olfi Mooy,  mengatakan, kegaiatan lomba ini adalah salah satu kegiatan yang dimaksudkan agar semua jemaat bisa ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan gereja.

“Kami majelis jemaat Lahairoi Tofa mengharapkan agar dengan kegiatan ini dapat mepersatukan dan meningkatkan persekutuan iman jemaat,” kata Pdt. Olfi.

Dia menjelaskan, lomba pohon Natal ini baru tahun ini digelar. Tahun sebelumnya panitia menggelar lomba paduan suara.

Ada beberapa kegiatan juga yang digelar dalam momen Natal tahun ini, kegiatan-kegiatan ini sudah dimulai sejak awal Desember lalu.

Diantaranya lomba futsal anak dan remaja antar rayon, voli remaja dan orangtua.

“Prinsipnya semua kegiatan Natal itu bertujuan untuk mempererat persekutuan dalam jemaat agar semua kalangan bisa lebih aktif dalam pelayanan gereja,” ujarnya.

Dia mengaku, pergumulan Jemaat Lahairoi Tofa, yaitu dimana semua masyarakat disibukkan dengan berbagai urusan pekerjaan, rumah tangga, keluarga dan lainnya sehingga fokus untuk pelayanan gereja terkadang diabaikan.

Salain itu, tantangan gereja sekarang adalah bagaimana mengajak jemaat untuk bersama-sama melayani, menyatukan persepsi dan menjalankan visi misi pelayanan di dunia.

“Sekarang banyak jemaat yang memiliki ideologi dan pandangan berbeda, bahkan tidak mau mendengarkan pendapat orang lain,  sering kali dalam gereja pun ada perbedaan pendapat, tetapi hal ini harus menjadi suatu kekuatan untuk bersama-sama bekerja dan melayani di dunia, bagaimana gereja dapat berperan di tengah jemaat, bukan hanya tentang pelayanan iman, tetapi bagaimana gereja mampu hadir memberikan kontribusi untuk kesejahteraan jemaat,” katanya.

Harapannya, di tahun yang baru, semua jemaat lebih menyadari akan pentingnya persekutuan dan bersama-sama melayani sesama, terlibat aktif dalam berbagai kegaiatan gereja dan dapat meningkatkan persekutuan dalam jemaat.

Untuk diketahui, untuk lomba membuat pohon natal dari bahan bekas, yang menjadi juara I adalah Rayon 15, juara II Rayon 9 dan juara III adalah Rayon 8. Yang berpartisipasi dalam lomba pohon natal sebanyak 11 dari 15 rayon. (mg25/joo)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!