2019, Titimangsa Baru – Timor Express

Timor Express

RAGAM

2019, Titimangsa Baru

Catatan Kristo Embu
Pemimpin Redaksi

MENGAWALI tulisan ini saya mengucapkan selamat tahun baru 2019 untuk pembaca yang budiman. Tahun baru hanyalah perubahan angka. Namun, zaman baru adalah perubahan hidup. Karena itu, 2019 ini harus menjadi sebuah titimangsa baru menuju perubahan hidup yang lebih baik.

Setiap kita tentu memiliki harapan atau cita-cita di tahun yang baru ini. Dalam konteks yang lebih luas, sebuah kelompok bahkan daerah atau bangsa memiliki cita-cita dan resolusi yang hendak dicapai.

Bangsa kita memasuki tahun politik. Untuk pertama kalinya dalam sejarah demokrasi di negara kita, pemilihan presiden dilaksanakan bersamaan dengan pemilihan anggota legislatif dan anggota DPD. Bisa dibayangkan keruwetan yang terjadi nanti pada 17 April 2019.

Sebanyak 192,8 juta pemilih di 2.558 daerah pemilihan (dapil) akan masuk bilik suara dan memilih di 5 surat suara sekaligus. Sebuah kerepotan berdemokrasi yang belum ada sebelumnya. Lima surat suara itu, antara lain, berisi dua pasangan calon presiden-calon wakil presiden. Juga ratusan nama calon anggota legislatif (caleg) dari 16 partai untuk DPR, ratusan nama caleg DPRD provinsi, dan ratusan nama lagi caleg DPRD kabupaten/kota. Belum cukup sampai di situ, di kartu terakhir masih ada puluhan nama calon senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Komisi Pemilihan Umum (KPU) mendapat tugas besar bagaimana momentum itu bisa menghasilkan presiden dan wakil presiden, 575 anggota DPR, 2.217 anggota DPRD provinsi, dan 17.340 anggota DPRD kabupaten/kota serta 136 anggota DPD yang legitimate.

Untuk konteks NTT, sebanyak 932 caleg akan memperebutkan 65 kursi DPRD NTT dari delapan dapil. Dari 16 parpol peserta Pemilu 2019, hanya ada 10 parpol yang mengajukan 65 orang caleg. Sedangkan enam parpol lainnya mengajukan caleg yang tidak sampai 65 orang. Keenam Parpol itu, yakni Partai Gerindra sebanyak 57 caleg, Partai Garuda 50 caleg, Partai Berkarya 53 caleg, PKS 52 caleg, PPP 45 caleg dan PBB sebanyak 25 caleg.

Dalam konteks NTT, kita juga memasuki titimangsa baru melalui duet pemimpin baru, Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Nae Soi. Pasangan yang baru dilantik 5 September 2018 ini telah bertekad untuk membawa NTT bangkit dan sejahtera. Tahun 2019 ini menjadi tahun awal pembuktian realisasi program unggulan Viktor-Josef. Mulai dari moratorium TKI dan tambang, keloriasi hingga pengembangan sektor pariwisata.

NTT akan memasuki titimangsa baru di bawah kepemimpinan duet mantan anggota DPR RI ini. Tiga bulan pertama memimpin, ekspektasi publik sangat besar. Publik menginginkan ada perubahan dalam berbagai apsek pembangunan. Entah itu pendidikan, kesehatan, ekonomi hingga infrastruktur. Publik meyakini dengan semangat NTT Bangkit, pemimpin baru NTT ini akan mampu membawa perubahan. Tahun ini adalah awal pembuktian.

Di bidang ekonomi bisnis, secara nasional tahu 2019 ini kita memasuki tahun di mana dua ekonomi baru, yaitu digital economy dan leisure economy, mulai menemukan critical mass-nya. Mengutip apa yang disampaikan Abdul Rokhim (Pemred Jawa Pos), era ini akan menghasilkan the whole new world dengan jutaan peluang pasar dan bisnis baru. Kenormalan baru sudah lamat-lamat menampakkan bentuknya dan setiap pelaku bisnis harus mulai jeli memasang insting agar bisa ”menyalip” pemain lain di tengah kenormalan baru yang bakal lahir.

Perubahan lanskap ekonomi bisnis tak lepas dari fenomena demografis. Tahun 2019 adalah momen naiknya kelompok yang selama ini dipuja puji potensinya sekaligus dikhawatirkan perilakunya, yakni generasi milenial. Generasi yang lahir dalam rentang 1981 hingga 2000 itu semakin matang mengidentifikasi apa persoalan objektif kehidupan mereka bersama dan meretas strategi-strategi pemecahannya. Mereka mulai menduduki posisi-posisi pengambil keputusan di sektor bisnis, politik, dan unit-unit sosial. Terhadap generasi yang lahir dan besar di era digital itu, ukuran sukses bukan membuat produk yang terbaik, terbanyak, dan termurah, melainkan produk yang cepat bertransformasi untuk selalu tetap relevan.

Bagaimana dengan NTT? Era baru ekonomi ini sebenarnya mulai terasa. Walaupun harus diakui generasi milenial belum terlalu menunjukkan eksistennya sebagai pelaku ekonomi berbasis digital di tahun 2018, namun diyakini tahun ini peran generasi milenial di NTT sebagai pemain baru ekonomi digital dan leasure economy akan mulai bermunculan. Hal itu paling tidak karena didukung oleh SDM yang semakin baik. Dan tuntutan zaman yang memuat generasi zaman now semakin kreatif dan inovatif.

Di sini peran pemerintah juga sangat penting. Memberi akses kepada generasi milenial NTT untuk mengambil peran. Terutama dalam bidang ekonomi. Karena mau tidak mau dan suka atau tidak suka, masa depan daerah ini akan ditentukan oleh kaum milenial ini. Bahkan, saat ini adalah zamannya mereka. Zaman milenial. Beri kesempatan kepada kaum milenial untuk menentukan masa depan mereka. Karena setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya.

Zaman baru selalu menghadirkan begitu banyak peluang. Bersikap aman sambil menunggu datangnya keberuntungan bukanlah pilihan yang tepat. Karena pemenang zaman adalah mereka yang aktif melakukan terobosan baru. Mereka yang melakukan inovasi sebagai lokomotif kemajuan. (**)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!