Resmi, Karang Dempel Ditutup – Timor Express

Timor Express

KUPANG METRO

Resmi, Karang Dempel Ditutup

FOTO: DINSOS KOTA KUPANG.  TUTUP. Kepala Dinas Sosial Kota Kupang Felisberto Amaral, Kasat Pol PP Kota Kupang Thomas Dagang bersama stakeholder lainnya serta aparat kepolisiandan TNI usai pemasangan plang di lokalisasi KD, Selasa (1/1) pukul 09.00.

FOTO: DINSOS KOTA KUPANG. TUTUP. Kepala Dinas Sosial Kota Kupang Felisberto Amaral, Kasat Pol PP Kota Kupang Thomas Dagang bersama stakeholder lainnya serta aparat kepolisiandan TNI usai pemasangan plang di lokalisasi KD, Selasa (1/1) pukul 09.00.

145 Penghuni KD Tunggu Pemulangan

KUPANG, TIMEX – Janji Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore menutup dengan resmi lokalisasi seks terbesar di NTT, Karang Dempel (KD), akhirnya dipenuhi. Selasa (1/1), KD resmi ditutup.

Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Felisberto Amaral bersama aparat kepolisian, TNI, Satpol PP, pemerintah Kecamatan Alak dan Kelurahan Alak sudah memasang plang dan spanduk di depan pintu masuk lokalisasi Karang Dempel.

Setelah memasang plang, selanjutnya aparat kepolisian dan TNI serta Satpol PP akan terus memantau lokasi ini. Mereka memastikan bahwa tidak ada lagi pengunjung yang masuk. “Sudah resmi tutup mulai hari ini (kemarin, Red) dan tidak boleh lagi ada yang masuk,” tegas Felisberto kemarin.

Ia menjelaskan walaupun sudah ditutup, namun para penghuninya masih tetap berada di dalam wisma. Mereka menunggu pemulangan ke daerah asal masing-masing. Menurut Felisberto, selain menunggu pemulangan, masih akan dilakukan deklarasi secara resmi yang disaksikan langsung pejabat dari Kementerian Sosial. “Direncanakan Februari,” katanya.

Ia juga mengatakan soal pemulangan masih menunggu pencairan anggaran untuk transportasi. Oleh karena itu, untuk sementara para penghuni masih berada di lokasi tersebut. “Setelah masuk libur pak wali dan pak wakil akan meninjau lokasi,” katanya.

Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore yang dikonfirmasi membenarkan adanya penutupan lokalisasi Karang Dempel. Menurutnya, sejak 1 Januari sampai seterusnya lokasi ini ditutup. Keputusan ini tertuang dalam SK wali Kota Kupang Nomor 176/KEP/HK/2018 tertanggal 21 Desember 2018. “Sudah resmi ditutup dan selanjutnya mereka (penghuni, Red) akan dipulangkan ke daerah masing-masing,” ujar Jefri.

Menurutnya, dengan penutupan ini, maka secara resmi tidak ada lagi aktivitas di lokasi tersebut. Aparat juga akan terus memantau. “Kita dibantu aparat untuk pantau. Pihak kecamatan dan kelurahan, termasuk RT/RW setempat juga terus pantau sampai nanti semua penghuni dipulangkan,” ujarnya.

Tak sampai di situ, menurut Jefri, setelah KD ditutup, Pemkot Kupang akan terus bekerja dengan melakukan razia di sejumlah tempat yang diduga dijadikan prostitusi terselubung. Menurutnya, tekad pemkot adalah membasmi prostitusi di Kota Kupang. Oleh karena itu, secara rutin dilakukan razia di panti pitrad, tempat hiburan, kos-kosan dan lokasi-lokasi yang diduga dijadikan tempat prostitusi. “Kita kerja sama dengan aparat untuk lakukan razia,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat juga membantu mengawasi lingkungan masing-masing. Jika ada indikasi prostitusi segera dilaporkan. “Kupang ini Kota Kasih. Kita mau kota ini bersih dari prostitusi sehingga mohon bantuan masyarakat ikut mengawasi lingkungan agar kota ini jadi lebih baik,” kata Jefri.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang, Livingston Ratu Kadja yang dikonfirmasi berharap apa yang dijanjikan pemerintah kepada para penghuni KD agar dipenuhi. Janji pemkot yakni soal pemulangan dan biaya hidup.

Menurut Liv-sapaan karib politikus PAN ini, keputusan yang diambil pemkot tentu sudah melalui kajian. Oleh karena itu, tidak boleh menunggu lama agar para penghuni KD tidak terlunta-lunta nasibnya. “Segera dipulangkan dan tentu realisasikan biaya hidup yang sudah dijanjikan sehingga mereka bisa hidup dengan baik,” ujar Liv. (mg22/sam)

 

KARANG DEMPEL 43 TAHUN BEROPERASI

– Didirikan tahun 1976
– Ditutup 1 Januari 2019

Jumlah wisma: 4 unit
– Bukit Indah: 47 kamar
– Sederhana: 45 kamar
– Gading: 35 kamar
– Jitro: 55 kamar
Total: 182 kamar

Jumlah penghuni: 145 orang
Warga lokal: 14 orang
Jumlah kepala keluarga (KK): 48

Sumber Pendapatan di KD:
– Sewa kamar
– Parkiran
– Pajak minuman beralkohol
– Bar
– Kios

POTENSI MASALAH PASCA PENUTUPAN

– Muncul PSK jalanan
– Bisa marak prostitusi online
– Prostitusi akan pindah ke hotel, pitrad, spa, kos-kosan dan rumah-rumah penduduk
– Bisa menaikkan angka kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak
– Penularan HIV/AIDS tidak terkontrol
– Akan menaikkan angka pengidap HIV/AIDS

SOLUSI PEMKOT

– Memulangkan penghuni ke daerah asal
– Menyiapkan Rp 500 juta untuk penutupan KD
– Memberikan modal usaha Rp 5 juta
– Memberikan pelatihan keterampilan
– Rutin melakukan razia di hotel, pitrad, spa, kos-kosan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!