Araksi Pertanyakan Penetapan Tersangka – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Araksi Pertanyakan Penetapan Tersangka

Kasi Intel: Penetapan Tersangka Berdasarkan Alat Bukti

SOE, TIMEX – Aliansi Rakyat Anti Korupsi (Araksi) Kabupaten TTS mempertanyakan penetapan tersangka pembangunan embung di Desa Mnelalete Kecamatan Amanuban Barat senilai Rp 700 juta oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) TTS. Araksi berpendapat, seharusnya Kejari TTS terlebih dahulu menetapkan tim teknis yakni tim PHO dan juga Inspektorat sebagai tersangka.

Pasalnya, tim PHO yang memberikan rekomendasi pekerjaan embung 100 persen serta tim Inspektorat juga mengeluarkan rekomendasi denda keterlambatan pekerjaan senilai Rp 28 juta.

Ketua Araksi TTS, Alfred Baun kepada wartawan di SoE, Senin (7/1) mengatakan, pihaknya mengapresiasi upaya Kejari TTS mengungkap kasus korupsi di TTS. Hanya saja, penetapan orang-orang yang dinilai bertanggung jawab harus sesuai dengan tahapan pelaksanaan program yang berlaku.

“Kalau tim PHO dan Inspektorat keluarkan rekomendasi pekerjaan selesai, itu artinya pekerjaan tidak bermasalah. Tapai kalau kemudian dianggap masalah, berarti orang-orang yang memberikan rekomendasi pekerjaan selesai harus yang terlebih dahulu dimintai pertanggung jawaban atas rekomendasi yang dikeluarkan,” tegas Alfred.

Jika penetapan tersangka didahului oleh orang yang hanya melegitimasi rekomendasi pihak lain, hal itu dinilai Kejari TTS terburu-buru dalam menetapkan tersangka. Araksi juga meminta Kejari TTS untuk memeriksa PPK. Karena, jabatan PPK diambil alih kepala dinas setelah PPK sebelumnya pindah ke jabatan baru.

“PPK baru hanya memproses pencairan keuangan saja. Sedangkan proses pekerjaan diurus oleh PPK lama, hingga mencapai 90 persen. Jadi PPK sebelumnya harus dimintai pertanggung jawabannya,” tutur dia.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) TTS, Fachrizal ketika dikonfirmasi melalui Kasi Intel, Mourest Kolobani mengatakan, jika Araksi berpendapat demikian, silakan saja. Namun untuk diketahui bahwa penetapan tersangka yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten TTS, Semy Nggebu sebagai Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) pada pekerjaan itu, Yohanis Faingdar selaku direktur CV Belindo yang mengerjakan proyek tersebut, Timotius Tapatab selaku konsultan pengawas PT Siarplen, Jemy Unbanunaek sebagai pihak yang turut serta dalam pekerjaan proyek dan Jefri Unbanunaek.

“Kami tetapkan tersangka tentu berdasarkan alat bukti yang ada. Jadi silakan saja Araksi berpendapat seperti itu, nanti pembuktian di pengadilan saja. Kami periksa saksi, jadi kalau dalam pemeriksaan saksi ada indikasi keterlibatan pihak lain, tentu kami akan tetapkan juga sebagai tersangka,” pungkas Mourest. (yop/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!