Timor Express

METRO

Golkar Membara di Sumba Timur

BAKAR BALIHO. Beberapa warga pendukung Gidion Mbilijora saat membakar baliho Ketua DPD I Golkar NTT Melki Laka Lena di Waingapu, Sumba Timur, Rabu (9/1).

IST

Gidion dan Pendukungnya Solid Melawan
Gambar Ketua Golkar NTT Dibakar

KUPANG, TIMEX-Kabar kurang menyenangkan untuk Partai Golkar NTT. Seluruh pengurus DPD II hingga tingkat kecamatan dan kelurahan/desa di Kabupaten Sumba Timur, bersatu melawan keputusan DPD I partai Golkar NTT.

Meski belum menerima keputusan resmi, namun keputusan DPD I untuk memberhentikan Ketua DPD II Golkar Sumba Timur, Gidion Mbilijora dan sekretarisnya Robert Riwu dinilai tidak sah.

Sebagai bentuk protes, ratusan massa melakukan aksi di depan Sekretariat DPD II Golkar Sumba Timur, Rabu (9/1). Mereka membentang kain berwarna putih dan membubuhkan tanda tangan menolak SK pemberhentian Gidion dan sekretarisnya. Bahkan mereka merobek gambar Ketua DPD I Golkar NTT, Melki Laka Lena lalu membakarnya. Ada pula yang diberi tanda silang merah.

Gidion Mbilijora yang dikonfirmasi Timor Express membenarkan hal tersebut. Menurut dia, hasil rapat dengan seluruh pengurus DPD II hingga tingkat bawah, termasuk pengurus dari 22 kecamatan telah bersepakat untuk menolak keputusan tersebut.

“Walaupun sampai sekarang SK itu belum sampai ke kami, tetapi sudah beredar luas. Kami semua menolak dan akan membawa ini ke Mahkamah Partai Golkar,” tegas Gidion yang juga bupati dua periode itu.

Gidion katakan, surat yang sudah beredar tersebut tidak subtantif dan tidak prosedural. Bahkan menurut dia, tidak sepantasnya keputusan itu diambil. Dia contohkan, tuduhan bahwa dirinya tidak konsolidasi ke tingkat bawah, tidak benar. Selain itu, terkait undangan rapat yang tidak dihadiri, dia tegaskan, dirinya selain pimpinan partai, juga sebagai bupati. “Kita diundang itu pas lagi bahas anggaran APBD,” jelasnya.

Meski demikian, Gidion mengaku tetap meminta pengurusnya tenang dan menghadapi masalah tersebut dengan kepala dingin. Karena menurut dia, seluruh pengurus sudah bekerja keras, terutama untuk memenangkan pemilihan legislatif. “Apa pun konsekwensinya, saya tidak ada masalah. Tapi saya berkomitmen untuk Golkar. Saya minta tetap kerja untuk caleg. Golkar harus menang di Sumba Timur. Saya tidak pernah beranjak dari Golkar. Tahun 1977, saya sudah Golkar,” kata Gidion lagi.

Terkait konsekwensi terberat, yakni dipecat dari partai Golkar, Gidion tegaskan, semua ada mekanismenya. Namun dia mengaku tetap meminta pengurusnya untuk tetap objektif dan tidak emosional menghadapi persoalan tersebut.

Terkait pembakaran gambar Melki Laka Lena di depan Sekretariat Golkar, Gidion jelaskan, peristiwa itu terjadi setelah rapat dan di luar dari agenda. Bahkan mereka yang terlibat, menurut dia banyak dari masyarakat yang bukan kader Golkar.

“Justru yang bakar itu bukan orang Golkar. Masyarakat biasa. Ya, saya kan bukan hanya ketua Golkar, tetapi bupati juga. Jadi mungkin mereka tidak terima bupatinya disakiti. Tapi saya minta mereka untuk bubar. Dan semua aman,” terang Gidion.

Sementara itu, salah satu fungsionaris Golkar Sumba Timur yang juga anggota DPRD dari Fraksi Golkar DPRD Sumba Timur, Ali Oemar Fadaq yang dikonfirmasi terpisah menjelaskan, rapat yang digelar bersama seluruh pengurus Golkar Sumba Timur berjalan lancar. Gidion, kata Ali menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada forum untuk menanggapi keputusan DPD I tersebut.

“Pak Gidion sifatnya pasif dan memang dilematis. Karena mayoritas pengurus dari bawah sepakat menolak SK itu. Sehingga, semua sepakat,” kata Ali.

Ali menilai, keputusan DPD I Golkar NTT terlalu cepat dan tergesa-gesa. Apalagi melihat alasan-alasan yang tercantum di dalam SK tersebut. Menurut dia, Gidion sangat militan dalam mengkampanyekan Golkar di daerah tersebut. “Beliau sampai ke desa-desa. Bahkan sempat ditegur Bawaslu,” bebernya. (cel/ito)

Laka Lena: Saya Maafkan Semuanya

APA tanggapan Ketua DPD I Golkar NTT Melki Laka Lena terhadap aksi penolakan dan protes yang dilakukan pengurus Golkar Sumba Timur? Dikonfirmasi koran ini malam tadi, Laka Lena mengatakan, dirinya tidak akan membawa hal tersebut ke ranah hukum.

“Saya sudah maafkan semuanya. Tahun ini Golkar mencanangkan tahun perdamaian. Jadi saya tidak akan menanggapi, apalagi memproses hukum,” ujar Laka Lena dari balik telepon.

Ditanya mengenai penolakan terhadap SK pemecatan Gidion, Laka Lena mengatakan, semua akan diatur sesuai mekanisme di Golkar. “Golkar punya mekanisme. Semuanya akan melalui mekanisme,” jawab Laka Lena ketika ditanya upaya pihak Gidion yang akan membawa persoalan itu ke Mahkamah Partai.

Namun, dia menegaskan Golkar sudah terbiasa dengan hal seperti ini. “Bagi Golkar hal seperti ini sudah biasa. Bahkan masalah yang paling besar pun sudah dilewati Golkar. Jadi ikuti saja aturan dan mekanisme di partai,” ujar Laka Lena. (ito)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!