Polisi Beberkan Korban Tanah Longsor – Timor Express

Timor Express

FLORES RAYA

Polisi Beberkan Korban Tanah Longsor

LONGSOR. Anggota Polres Sikka, anggota Kodim 1603/Sikka dan tim SAR sedang mengidentifikasi koban tanah longsor.

KAREL PANDU/TIMEX

MAUMERE, TIMEX – Polres Sikka membeberkan korban tanah longsor yang menimpah tiga bocah asal Dusun  Watuwolod Desa Hale Kecamatan Mapitara. Ketiga bocah itu, Petrus  Afriandi, 11, Emanuel Jefriano Armando, 8 dan Silversius Silik, 10.

Ketiganya adalah pelajar SDK Hale yang tinggal di Dusun Watuwolod Desa Hale.

Kapolres Sikka, AKBP Rickson Situmorang melalui Kasat Reskrim, AKP Hefri Dwi Irawan, Selasa (8/1) menjelaskan, Senin (7/1) sekira pukul 08.30, terjadi musibah yang menyebabkan tiga bocah meninggal dunia akibat tanah longsor di Dusun Watuwolod Desa Hale Kecamatan Mapitara. Ketiga bocah yang meninggal kata Hefri, sebelumnya tengah menggali pasir pada tebing yang tingginya mencapai 10 meter,  yang berada dalam areal tanah milik Januarius Jhoni.

“Hari Senin (7/1) sekitar jam 08.30 terjadi tanah longsor yang mengakibatkan tiga bocah meninggal,” ujar Hefri.

Saat peristiwa itu terjadi lanjut Hefri, salah seorang sopir yang diketahui bernama Marselinus Moa Doli, 20, tengah memilih batu, tepat bersebelahan dengan ketiga korban. Tiba-tiba kata Hefri, tanah diatas ketiga korban longsor dan menutup ketiga bocah yang tengah menggalir pasir.

“Saat peristiwa itu terjadi, ada seorang sopir, Marselinus Moa Doli yang sedang memilih batu tidak jauh dari ketiga korban. Secara tiba-tiba tebing yang berada diatas korban ambruk dan menindih ketiga bocah,” jelas Hefri.

Korban tambah Hefri, tidak dapat menyelamatkan diri saat longsor terjadi. Pada saat longsor, dua orang  pelajar SMK Negeri 3 Maumere,  Wihelmus Wiryanto, 18 dan Irfantus Nong Guntur, 18, menjadi saksi mata, yang melihat Marselinus Moa Doli tertimbun tanah longsor dan masih sempat melihat bagian tangan dan kepalanya. Bahkan, Mareslinus masih meminta pertolongan. Ketika itu Guntur dan Wihelmus langsung memberikan pertolongan dengan menggali tanah longsoran dan berhasil menyelamatkan Marselinus Moa Doli.

“Saat kejadian itu dua pelajar SMK 3 Maumere menyaksikan tebing ambruk yang menipa keempat korban, namun yang berhasil diselamatkan oleh dua pelajar itu hanya Mareslinus Moa Doli. Namun bagian pelipis luka parah dan  batis hancur. Marselinus langsung dilarikan ke rumah sakit dr TC Hillers Maumere,” jelasnya.

Saat dua pelajar menyelamatkan Marselinus, ketiga bocah yang ikut menjadi korban itu tidak terlihat karena tertimbun tanah longsor. Salah  seorang warga setempat, Sestarius Elowedong alias Heri, 32 saat itu langsung menuju kantor desa dan melaporkan kepada kepala Desa Hale  dan warga Dusun Watuwolod untuk menuju ke TKP memberikan pertolongan. Namun tiba di TKP masyarakat tidak dapat berbuat banyak karena longsoran tanah begitu  tinggi dan sulit mengeluarkan ketiga bocah tersebut.

“Melihat adanya longsoran tanah yang begitu tebal dan menimpa ketiga bocah, Heri langsung menuju kantor desa dan menyampaikan kepada kepala desa dan masyarakat Dusun Watuwolod untuk memberikan pertolongan. Namun saat tiba di TKP masyarakat tidak dapat berbuat apa-apa karena tumpukan tanahnya begitu tebal,” jelas Hefri.

Untuk segera mendapat pertolongan dan mengeluarkan tiga bocah yang tertimbun lanjut Hefri, Camat Maiptara, Theresia Silmeta Donata  menelepon BPBD Sikka untuk mendatangi TKP sekaligus mengevakuasi korban yang tertimbun tanah longsoran.

Sekira pukul 09.30, tim Basarnas, BPBD Sikka, Polsek Bola dan anggota Koramil Bola tiba di TKP dan langsung melakukan evakuasi terhadap korban.

“Lantaran tidak dapat mengevakuasi korban, Camat Mapitara langsung menghubungi tim Basarnas, BPBD, Koramil, Polsek Bola dan pukul 09.30 tim datang dan langsung melakukan evakuasi terhadap korban,” jelas  Hefri.

Proses penggalian/evakuasi terhadap korban kata Hefri, berakhir pukul 15.30. Saat itu, Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang mendatangi rumah keluarga korban dan langsung memberikan bantuan berupa uang, beras, air mineral dan mie.

“Usai evakuasi terhadap korban, Kapolres Sikka mendatangi rumah duka dan memberikan bantuan kepada keluarga korban,” ungkap Hefri.

Terpisah, pemilik tanah, Januarius Jhoni ketika dikonfirmasi  mengaku, saat kejadian dirinya tidak berada ditempat karena hari itu tidak ada jadwal pekerjaan untuk menggali pasir. Bahkan, kepada anak-anak Januarius sudah dilarang untuk menggalir pasir ditempat tersebut karena rawan kecelakaan dan selalu waspada apabila terjadi longsor.

“Waktu kejadian saya tidak berada ditempat. Apalagi hari itu tidak ada jadwal untuk menggali pasir, karena saya sedang menemui kepala desa untuk merencanakan pembentukan kelompok kerja bagi masyarakat. Saya juga sudah melarang anak–anak untuk menggali pasir ditempat itu karena rawan kecelakaan,” jelasnya. (kr5/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!