Ruang Ganti GOR Fobamora Belum Tersentuh Rehab – Timor Express

Timor Express

SPORTIVO

Ruang Ganti GOR Fobamora Belum Tersentuh Rehab

PANTAU GOR. Rombongan Komisi V saat melihat area permainan dan tribun GOR Flobamora Oepoi Kupang dalam kunjungannya, Rabu kemarin.

RUDY MANDALLING/TIMEX

Komisi V Minta, Kerusakan/Kekurangan segera di Perbaiki

KUPANG,TIMEX – GOR Flobamora ternyata hanya tampak megah pada bagian luar gedung. Namun di bagian dalamnya, selain atap yang masih bocor, ternyata ruang ganti dan beberapa ruang lainnya belum tersentuh perbaikan.

Hal ini terungkap Rabu kemarin (9/1) saat Komisi V DPRD NTT, turun langsung untuk melihat kondisi GOR Flobamora dan juga GOR Futsal yang baru selesa di kerjakan.

Rombongan Komisi V dipimpin langsung Ketua Komisi, Jimmi Sianto Jimmi bersama Wakil Ketua Komisi Muhammad Ansor dan anggota Komisi lainnya yakni Anselmus Talo, Yohanes Rumat dan Toni Bengu, serta beberapa staf Sekretariat DPRD NTT.
Turut mendampingi Sekretaris Dispora NTT, Lambert Tukan, Kepala UPT Sarpras, George Hadjo, dan PPK, Niko Ratulangi.

Begitu tiba di GOR Flobamora, rombongan Komisi V langsung melihat lantai lapangan GOR Flobamora, dan kemudian meninjau taman yang dibagun di sekeliling GOR Flobamora dan beberapa ruang yang ada terutama ruang ganti, yang ternyata ruangan ternyata tidak tersentuh renovasi sama.

Satu-satunya renovasi yang dilakukan hanyalah pada toilet ruang ganti, dan air. Selain itu, kondisi ruang ganti masih seperti yang lama.
“Kenapa taman ini harus di buat sebesar ini. Ada baiknya anggaran tersebut digunakan untuk memperbaiki ruang ganti sehingga bisa dimanfaatkan dengan baik. Taman cukup di buat kecil,” kata Jimmi

Niko Ratulangi selaku PPK langusng menjelaskan, belum tersentuhnya ruang ganti dan beberapa ruang lainnya, karena tidak masuk dalam perencanaan.
“Termasuk juga atap, tidak ada dalam perencanaan, kecuali atas bagian belakang GOR yang memang mengalami kebocoran selam ini,” jelasnya.
Atas penjelasan tersebut, Jimmi langsung meminta agar dokumen perencanaan segera di serahkan ke komisi V.

Setelah meninjau GOR Flobamora, komisi V kemudian melanjutkan kunjungannya GOR Flobamora, dimana komisi V melihat langsung kondisi closet pada toilet VIP dan juga toilet umum di bagian belakang GOR Futsal, dimana posisi toilet memang sangat rendah.
Bahkan anggota komisi V, Yohanes Rumat sempat mencoba menduduki closet di toilet umum.

“Aduhh…ini kita belum buang air besar, kita sudah keringat duluan,” katanya usai mencoba closet duduk yang di pasang sangat rendah, sehingga hampir menyerupai closet jongkok.
Komisi V juga melihat kondisi beberapa lantai GOR Futsal yang sudah rusak di bagian belakang, akibat timbunan lantai yang tidak padat.

Kepada wartawan sebelum meninggalkan GOR Futsal, Ketua komisi V, Jimmi Sianto mengatakan secara kasat mata, secara fisik kita tidak bisa pungkiri bahwa pengerjaan GOR Flobamora sudah dilakukan dengan baik.

“Tetapi setelah kita melihat bagian dalam, item-item yang dikerjakan dalam rehab itu, terus terang saya dan teman-teman komisi V yang menggagas untuk melakukan rehab GOR Flobamora dan bagun GOR Futsal, kita merasa kecewa.” kata Jimmi.

“Harusnya dalam perencanaan, yang di prioritaskan adalah fungsi dari GOR. Itu dulu,” ucapnya.

Fungsi utama GOR adalah digunakan sebagai sarana olahraga. Dan untuk lapangan, area bermainnya, tribunnya sudah dilakukan perbakan dan sudah bagus.
“Tetapi begitu kita masuk bagian dalam ternyata masih belum berfungsi, contohnya ruang ganti atlet. Itu mungkin dianggap sepeleh, tetapi itu hal penting, bagaimana atlet datang dia harus ganti baju, dan lainnya.” terangnya.

Model seperti yang dulu-dulu yang selama ini berjalan tidak boleh di pakai lagi saat sekarang. Semua fasilitas olahraga harus dalam kondisi baik dan layak.

Ruang ganti tersebut dulu dipakai sebagai tempat tinggal penjaga GOR, karena tidak ada ruang untuk penjaga.
Ketika dialokasikan dana untuk bagun ruangan untuk tempat tinggal para penjaga, maka penjaga pindah ke situ.
Dan Otomatis, ruang ganti tentunya harus dikembalikan fungsinya.

“Tapi bagaimana mau kembalikan fungsinya kalau dalam proses perencanaan itu tidak dimasukkan, sehingga tidak bisa berfungsi seutuhnya sebagai sebuah fasilitas olahraga,” ungkap Jimmi.

Karena ini masih dalam tahap pemeliharan, kita dorong, kita ingatkan untuk segera diselesaikan.
“kemarin kita warning paling lama tanggal 22 untuk sudah di kerjakan dan kita akan turun lihat lagi,” tegasnya.

Ketika ditanyakan, apakah dengan anggaran Rp 5,5 miliar, sudah ideal dengan kondisi fisik yang ada sekarang (GOR Flobamora)?.
“Kalau menurut saya, kita tidak puas bahwa GOR ini tidak berfungsi semestinya. Dan klau tidak puas berarti belum maksimal, dan belum sesuai yang diharapkan,” kata JImmi lagi.

Hal ini terjadi karena dalam perencanaan, ditak direncanakan seutuhnya sebagai sebuah sarana olahraga, sehingga bisa berfungsi penuh.
“Kita desak untuk segera di perbaiki, yang masih kurang terutama item-item yang masuk, perencanaan harus diperbaiki,” jelasnya.(rum)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!