Timor Express

PENDIDIKAN

Seleksi Masuk PTN Diubah

BERI KETERANGAN.Rektor Undana Kupang, Prof.Fredrik L. Benu (kiri) bersama Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana, Dr.Maxs. U. E. Sanam, Kepala UPT Pusat Komputer Undana, Dr. Kalvein Rantelobo, serta Kabid Humas Undana, David Sir saat konferensi pers di ruang kerja Rektor Undana Kupang, Selasa (8/1).

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

KUPANG, TIMEX-Seleksi mahasiswa baru untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tahun 2019 mengalami perubahan. Perubahan tersebut, yakni pada panitia seleksi dan sistem seleksi.

Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Prof.Fredrik L. Benu mengatakan, proses seleksi sebelumnya dilakukan panitia dari pemerintah pusat. Namun kali ini digelar Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) sebagai lembaga baru yang menyelenggarakan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Nasional (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Nasional (SBMPTN) 2019.

“Khusus tahun 2019 ini agak berbeda. Pemerintah dan seluruh PTN telah bersepakat untuk membentuk lembaga baru, yakni Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT),” jelasnya saat menggelar konferensi pers di ruang kerjanya, Selasa (8/1).

Dia jelaskan, LTMPT mengelola dan mengolah data calon mahasiswa untuk bahan seleksi jalur SNMPTN dan SBMPTN oleh rektor PTN. Melaksanakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dan menyampaikan hasil UTBK kepada peserta dan PTN tujuan.

Dikatakan, lembaga tersebutlah yang akan menyediakan nilai untuk penentuan kelulusan masuk perguruan tinggi oleh LTMPT. “LTMPT sendiri hanya merupakan lembaga penyelenggara. Tetapi seleksi nilai tes calon mahasiswa, kewenangan tetap berada pada perguruan tinggi negeri,” katanya.

Selain itu, terdapat perubahan dalam kuota dan daya tampung penerimaan mahasiswa baru program sarjana di perguruan tinggi tahun 2019. Dimana melalui SNMPTN minimum 20 persen dari daya tampung setiap prodi. SBMPTN minimum 40 persen dan Seleksi Mandiri maksimum 30 persen dari kuota daya tampung setiap prodi di PTN.

“Jadi SBMPTN naik dari 30 persen menjadi 40 persen dan SNMPTN turun menjadi 20 persen dari 30 persen. Untuk seleksi Mandiri tetap sama,” ujarnya.

Dia mengaku, pada penerimaan mahasiswa baru di tahun 2019 ini, Undana Kupang menargetkan penerimaan mahasiswa baru sekira 8.000 orang. “Kami patok maksimal 8.000. Tapi bisa saja turun di bawah itu,” ungkap Fred.

Untuk kerangka waktu SNMPTN, tanggal 4 Januari 2019 lalu telah dilakukan peluncuran serentak secara nasional. Pada tanggal 4-25 Januari 2019 dilakukan pengisian dan verifikasi Pengisian Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Selanjutnya, pendaftaran SNMPTN akan dilakukan pada 4-14 Februari 2019 dan pengumuman hasil SNMPTN pada 23 Maret 2019.

Lebih lanjut, untuk kerangka waktu UTBK akan dilakukan pendaftaran pada tanggal 1 Maret hingga 1 April 2019. Pelaksanaan UTBK pada 13-26 Mei 2019 dan pengumuman UTBK 10 hari setelah pelaksanaan UTBK. “Setelah dilaunching pada tanggal 4 Januari, portofolio sudah dibagi kepada sekolah-sekolah. Karena waktu pengisian sangat sempit,” katanya.

Ada juga perubahan pada jumlah jurusan yang dipilih. Tahun sebelumnya calon mahasiswa memilih tiga jurusan. Namun pada tahun 2019 ini hanya bisa memilih dua jurusan. Dan, calon mahasiswa bisa memilih dua perguruan tinggi berbeda.

“Jadi setelah LTMPT mengeluarkan nilai, calon mahasiswa mengambil nilai lalu mendaftar ke perguruan tinggi. Sekali lagi, LTMPT hanya menyediakan nilai. Tetapi untuk seleksi Mandiri Perguruan tinggi bisa menggunakan nilai yang dikeluarkan LTMPT atau bisa melakukan tes ulang,” tegasnya.

Sementara Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana, Dr.Maxs. U. E. Sanam menambahkan, berbeda dari tahun sebelumnya, pada penerimaan mahasiswa baru 2019 ini, para calon mahasiswa hanya diperbolehkan memilih dua program studi dari perguruan tinggi asal atau perguruan tinggi di luar. Selain itu, calon mahasiswa baru juga diberikan kesempatan untuk memilih dua program studi di perguruan tinggi negeri luar daerah asal.

Dijelaskan, dalam Ujian berbasis Komputer (UTBK), calon mahasiswa akan mengikuti ujian dengan materi tes terdiri dari tes potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA).

Untuk UTBK, lanjut Maxs, akan dilakukan 10 kali ujian dalam 20 sesi dan dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu. UTBK akan dibagi dalam dua sesi, yakni sesi pagi serta sesi siang.

“Pada sesi pagi, ujian akan dilaksanakan pada pukul 08.00 Wita – pukul 11.45 Wita. Pada sesi siang akan dimulai pukul 13.00 Wita – pukul 16.45 Wita,” katanya.

Kepala UPT Pusat Komputer Undana, Dr.Kalvein Rantelobo mengatakan, pihaknya telah melakukan survei sebelumnya dan menyiapkan sebanyak 1.190 unit komputer untuk menghadapi tes UTBK.

“Kami menyanggupi 1.190 Personal Computer (PC). Mekanismenya kami akan lakukan prioritas. Karena dalam analisis, kami akan melakukan pelayanan terhadap 23.800 peserta. Ini cuma prediksi kami,” ungkapnya.

Untuk penyelenggaraan UTBK akan dilakukan di 11 lokasi berbeda di antaranya, dua lokasi di Undana Kupang. “Lokasi lainnya, yaitu di Politeknik Negeri Kupang (PNK), Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang, SMAN 3 Kota Kupang, SMAK Giovanni Kota Kupang, SMKN 1 Kota Kupang, SMKN 2 Kota Kupang. SMKN 3 Kota Kupang, SMKN 5 Kota Kupang dan SMKN 6 Kota Kupang, “Itu calon mitra kami dan kami sudah sepakat,” ungkapnya.

Dirinya berharap, calon mahasiswa yang telah mendaftar untuk mengikuti UTBK, segera mengikuti tes. Sehingga menghindari penumpukan peserta UTBK saat mendekati hari penutupan ujian. “Kami juga menghindari penumpukan pada hari-hari terakhir. Kalau boleh sedini mungkin,” katanya.(mg29/cel)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!