Timor Express

EKONOMI

Bulog Ende Salurkan 193 Ton Beras Medium

PANTAU STOK BERAS. Wakil Bupati Ende Djafar Achmad didamping Kepala Bulog SubDivre Ende Stefanus Kurniawan serta sejumlah pejabat saat memantau stok beras di dalam gudang Bulog SubDivre Ende, Kamis (10/1)

Lexi Raja Seko/TIMEX

Selama Tahun 2018

ENDE, TIMEX – Sepanjang tahun 2018, Perum Bulog SubDivre Ende telah menggelontorkan beras medium sebanyak 193.903 kilogram (193 ton lebih) melalui kegiatan operasi pasar. Hal tersebut dilakukan dalam rangka menjaga stabilisasi harga dan pasokan beras medium di pasaran.

Demikian disampaikan Kepala Bulog SubDivre Ende Stefanus Kurniawan saat melaunching KPSH (Ketersediaan Pasokan dan Stabilitas Harga Beras Medium) di awal tahun 2019, Kamis (10/1) di Gudang Bulog SubDivre Ende.

Hadir di kesempatan itu, Wakil Bupati Ende Djafar Achmad, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Sebastianus Bele,Kabag Ekonomi, Abdul Gere Wara, Kapolsek Ende, Iptu Okta Deswanta, pejabat dari OPD terkait serta para camat dan lurah se-Kota Ende. Launching KPSH sendiri ditandai dengan pelepasan armada kendaraan pengangkut beras oleh Wabup Ende.

Stefanus dalam laporannya mengatakan, launching KPSH merupakan salah satu misi dari Perum Bulog dalam menjamin ketersediaan, keterjangkauan dan stabilitas pangan pokok khususnya komiditas beras bagi masyarakat. Tujuan lainnya yakni untuk mengantisipasi harga pasar akibat terbatasnya pasokan beras dari luar daerah. Pasalnya, saat ini terjadi gelombang tinggi yang menghambat distribusi beras medium serta belum memasuki masa panen.

Dia merincikan, selama tahun 2018, operasi pasar beras medium dalam dilakukan dalam empat triwulan. Pada triwulan pertama, beras medium yang disalurkan sebanyak 149.863 kg. Triwulan kedua 4.215 kg, triwulan ketiga 8.825 kg dan triwulan keempat sebanyak 31. 000 kg. Sehingga total keseluruhannya mencapai 193.903 kg.

Mengenai ketersedian atau stok beras, Stefanus menyebutkan, saat ini Bulog Ende masih punya stok beras CBP (Cadangan Beras Pemerintah) sebanyak 1.098.355 kg. Dengan demikian, ketahanan stok masih aman hingga empat bulan ke depan. Selain beras, Bulog Ende juga punya stok gula pasir sebanyak 52.200 kg dan minyak goreng sebanyak 10.352 liter.

“Harga beras langsung dari gudang sebesar Rp 8.600 per kg. Kalau di pasaran, harganya Rp 9.000 per kg,” sebut Stefanus.

Selanjutnya mengenai penugasan PSO (Public Service Obligation), Stefanus menjelaskan, program bantuan sosial beras sejahtera (Bansos Rastra) tahun 2018 di Kabupaten Ende juga terealisasi 100 persen. Adapun jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanyak 24.456 KPM yang tersebar di 278 titik distribusi (desa/kelurahan). Sedangkan jumlah beras yang disalurkan sebanyak 2.934.720 kg.

Selain penugasan PSO di tahun 2018, lanjut Stefanus, Bulog Ende juga menyediakan kebutuhan pangan pokok untuk warga Kabupaten Ende. Antara lain, beras komersialisasi dengan brand ‘Beras Kita’, gula pasir ‘Manis Kita’, minyak goreng ‘Minyak Goreng Kita ‘, tepung terigu ‘Terigu Kita’ dan bawang putih.

“Untuk beras komersial direalisasikan sebanyak 122.036 kg, gula pasir 102.298 kg, minyak goreng 7.648 liter, tepung terigu 2.880 kg dan bawang putih 3.521 kg,” terang dia.

Stefanus menambahkan, dalam pelaksanaan operasi pasar, pihaknya bekerja sama dengan Rumah Pangan Kita (RPK) yang ada di Kabupaten Ende. Dia berharap keberadaan RPK bisa mewujudkan akses pangan pokok yang terjangkau bagi masyarakat, baik lokasi maupun harga.

“Hingga sekarang ada 143 RPK di bawah naungan Bulog SubDivre Ende. Semoga ke depan jumlah RPK bisa terus bertambah,” tandasnya.

Sementara Wabup Ende Djafar Achmad dalam sambutannya, mengatakan, adanya operasi pasar menjadi bukti komitmen dan kepedulian pemerintah melalui Perum Bulog dalam membantu masyarakat.Artinya, masyarakat tidak sendirian karena pemerintah selalu hadir untuk memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau. Terutama beras yang merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat.

Djafar berjanji, pemerintah akan terus memantau harga pasar dengan mengunjungi pasar tradisional, maupun toko sembako. Terlebih pada saat menjelang hari raya.

“Jika terjadi lonjakan harga, maka pemerintah akan segera menggandeng Bulog dan instansi terkait untuk lakukan operasi pasar,” pungkas Djafar. (kr7/tom)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!