Timor Express

FLORES RAYA

Dermaga Nangakeo Siap Dibangun Kembali

MEMPRIHATINKAN. Kondisi dermaga ferry Nangakeo di Kabupaten Ende sangat memprihatinkan karena sudah sejak lama dibiarkan mubazir.

LEXI RAJA SEKO/TIMEX
ENDE, TIMEX – Dermaga Ferry Nangakeo yang terletak di Desa Bheramari Kecamatan Nangapanda Kabupaten Ende hingga kini tidak lagi disinggahi kapal ferry. Agar tidak mubazir begitu saja, pemerintah pusat melalui Dirjen Perhubungan Laut telah melakukan survei pada akhir tahun 2018 lalu. Rencananya, pelabuhan tersebut akan dibangun kembali di tahun 2019.

Informasi ini disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Ende, Barnabas Lea Wangge saat ditemui, Selasa (8/1).

Wangge mengatakan, rencana pembangunan kembali dermaga ferry Nangakeo oleh pemerintah pusat tentu menjadi kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Ende. Khususnya bagi para pengguna jasa transportasi laut.

“Pembangunan kembali dermaga ferry tersebut dipastikan akan terwujud karena Dirjen Perhubungan Laut sudah lakukan survei pada tahun 2018. Di tahun 2019 segera dieksekusi karena anggaran sudah ada dan siap digelontorkan,” kata mantan Kasat Polisi Pamong Praja tanpa menyebutkan angka pasti anggaran yang akan digunakan dalam pembangunan dermaga tersebut.

Berkaitan dengan hal ini, anggota DPRD Ende Alexander Sidi mengatakan, rencana pembangunan kembali dermaga Nangakeo perlu disambut baik oleh seluruh masyarakat Kabupaten Ende. Sebab perekonomian masyarakat di sekitar dermaga yang sempat lumpuh, bisa dihidupkan kembali jika ada ada kapal yang masuk. Sejalan dengannya, arus keluar masuk barang akan semakin lancar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Ende.

“Saya sebagai wakil rakyat tentu memberikan apresiasi kepada pemerintah pusat yang berinisiatif membangun kembali dermaga ferry Nangakeo,” kata Alexander.

“Ini merupakan terobosan pemerintah pusat dalam upaya mendukung program nawacita Presiden Jokowi yakni tol laut,” lanjut Alexander.

Sementara Bupati Ende Marselinus Y.W Petu dalam arahan saat apel kekuatan di awal tahun, Senin (7/1) juga menyinggung soal dermaga ferry Nangakeo. Bupati Ende dua periode itu menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Ende pada prinsipnya siap menerima dan mengelola dermaga ferry. Dengan catatan, serah terima dermaga mesti dalam kondisi baik. Bukan dalam kondisi seperti sekarang ini.

“Pemerintah daerah siap terima. Namun saat serah terima, dermaga harus dalam kondisi baik, bukan dalam kondisi rusak. Kalau kondisinya seperti sekarang, apa yang kita bisa dapatkan,” kata Marsel dihadapan ratusan ASN.

Untuk diketahui, pembangunan dermaga Nangakeo menelan dana APBN sebesar Rp 21 miliar lebih. Sayangnya, sudah sejak lama dermaga itu tidak dipergunakan. Sebab kondisi dermaga yang diresmikan pada tahun 2008 itu tidak lagi aman untuk kapal ferry yang hendak berlabuh.

Keberadaan dermaga amat membahayakan penumpang serta proses bongkar muat barang dan keluar masuk kendaraan. Hal ini dikarenakan posisi dermaga yang diduga tidak tepat, sehingga kapal ferry yang berlabuh selalu bergoncang dengan sangat keras akibat hempasan gelombang.

Pantauan Timor Express, saat ini kondisi dermaga sudah mulai keropos. Selain itu, bangunan pendukung di area pelabuhan juga sudah mulai rusak. Tumbuhan liar yang tumbuh subur semakin menambah kesan bahwa dermaga tersebut memang tidak terawat dengan baik. (kr7/tom)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!