Timor Express

SPORTIVO

Persiapan Tim Pra PON Sepak Bola Bakal Tak Maksimal

TINJAU GOR FUTSAL. Ketua dan ANggota Komisi V DPRD NTT saat melihat kondisi lantai GOR Futsal yang rusak, saat melakukan peninjauan, selasa lalu.

RUDY MANDALLING/TIMEX

Tak Ada Lapangan Latihan yang Memadai
Pemerintah Harus Tuntaskan Persoalan Tiga Stadion

KUPANG,TIMEX – Tidak tuntasnya rehabilitasi Stadion Oepoi, serta tidak jelasnya status Stadion Merdeka dan juga Stadion Lasitarda, akan mengganggu persiapan tim Pra PON Sepak Bola NTT, karena tidak memiliki tempat latihan yang layak. Padahal tahun 2019 ini merupakan tahun pelaksanaan Pra Kualifikasi PON XX 2020, untuk seluruh cabang olahraga, termasuk Cabang olahraga sepak bola.

Hal ini diungkapkan Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmi Sianto dalam rapat dengar pendapat dengan Dispora NTT, Senin lalu di ruang rapat Komisi V.
Jimmi yang didampingi wakil Ketua Komisi V, Muhammad ansor serta dua anggota Komisi, Winston Rondo dan Yohanes Rumah, mengatakan Rehabilitasi Stadion Oepoi Kupang sampai sekarang ini dihentikan. Sementrara Stadion Merdeka diklaim pihak keluarga tertentu. Demikian juga dengan Stadion Lasitarda Lasiana yang belum jelas status kepemilikannya.
Kondisi ini lanjutnya, tentunya akan berpengaruh terhadap persiapan tim Pra PON sepak bola NTT nantinya, karena tidak ada lapangan latihan yang layak.
“Pemerintah harus bisa menuntaskan persoalan ini secepatnya, tentunya akan lebih baik, sehingga bisa segera di perbaiki dan bisa digunakan untuk persiapan tim Pra PON dan juga kegiatab sepak bola lainnya,” kata Jimmi.

Kalau persoalan stadion ini belum bisa dituntaskan, maka solusinya adalah harus ada lapangan alternatif yang disiapkan.
“Nanti dialokasikan anggaran untuk menanam rumput dilapangan tersebut, misalnya lapangan Auri yang sering digunakan selama ini, sehingga bisa di gunakan untuk latihan tim Pra PON,” ungkap Jimmi.

Kepala UPT Sarana Prasarana Dispora NTT, George Hadjoh yang juga hadir dalam rapat Dengan pendapat tersebut, menyarankan ada baiknya rehab stadion Oepoi Kupang ini dilanjutkan kembali.
“Tampi hanya untuk penanaman rumput, sedangkan pekerjaan fisik lainna tidak perlu,” kata Hadjoh.
Dikatakannya, dari proses rehab lapangan stadion yang dilakukan beberapa waktu lalu, hanya tinggal tahapan penanaman rumput saja yang belum dilakukan, sedangkan lainnya sudah di kerjakan.
“Ada baiknya itu dilanjutkan lagi, karena tinggal menanam rumput saja. Sedangkan yang lainnya tidak perlu,” kata Hadjoh.
“Ini juga sekaligus bisa menunjang penerimaan PAD dari pemanfaatkan fasilitas Stadion Oepoi tersebut, karena praktis setelah rehab stadion di hentikan, penerimaan dari Stadion ini juga terhenti,” imbuhnya.

Menanggapi usulan tersebut, Jimmi mengatakan hal tersebut sulit dilakukan karena gubernur sudah menginstruksikan untuk dihentikan.
Apalagi gubernur menginginkan membangun stadion yang baru, dan siap mengalokasikan anggaran Rp 100 miliar.
“Jadi kalau dilanjutkan, nanti di bongkar lagi, dan ini tentunya membuang-buang anggaran,” kata Jimmi.

Dalam kesempatan tersebut, Komisi V juga menyayangkan sikap Dispora NTT, yang tidak melakukan/menyusun grand desain kawasan olahraga Oepoi, termasuk Stadion Oepoi, padahal sudah dialokasikan dana Rp 1 miliar, dan harus dikembalikan ke kas daerah karena tidak dimanfaatkan.

“Coba di komunikasikan dengan TPAD, butuh berapa untuk pengadaan rumput dan karena kita membutuhkan lapangan untuk latihan tim Pra PON, dan nantinya kita menggunakan lapangan alternatif,” tambah Jimmi.

Wakil Ketua Komisi V, Muhammad Ansor juga menyayangkan tidak dilakukannya grand desain kawasan olahraga Oepoi.
“Kalau tidak bisa dimanfaatkan, tidak perlu dipaksakan untuk dana Rp 1 miliar itu dianggarkan,” kata Ansor.
“Belum tahu, apakah gubernur sudah tau atau belum. Dan harus dipikirkan lagi apa bisa masuk di perubahan. Kita bermimpin punya stadion standar internasional, namun dana yag dialokasikan tidak bisa dimanfaatkan,” jelasnya.(rum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!