Berkinerja Baik, Lima Faskes Raih Penghargaan – Timor Express

Timor Express

EKONOMI

Berkinerja Baik, Lima Faskes Raih Penghargaan

BERSAMA. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kupang, dr. Fauzi Lukman Nurdiansyah (dua dari kiri) bersama jajaran, pose bersama dengan perwakilan klinik dan dokter praktik yang meraih penghargaan sebagai klinik dan DPP terbaik.

TOMMY AQUINODA/TIMEX

Diberikan oleh BPJS Kesehatan Cabang Kupang

KUPANG, TIMEX – BPJS Kesehatan Cabang Kupang, Jumat (11/1), melakukan evaluasi kinerja DPP (Dokter Praktik Perorangan) dan Klinik se-Kota Kupang untuk triwulan IV tahun 2018. Khususnya dalam pelaksanaan KBKP (Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan). Selain evaluasi, BPJS Kesehatan Cabang Kupang juga memberikan penghargaan kepada DPP dan klinik terbaik, dengan indikator penilaian meliputi aspek kepatuhan, pelaksanaan KBKP dan pelaksanaan program prolanis.

Adapun tiga dokter praktik yang mendapatkan penghargaan yakni dr. Diana, dr. Fenny Melita Pranoto dan drg. Retnowati. dr. Diana menyabet tiga penghargaan sekaligus. Antara lain, sebagai DPP dengan indikator RPPB (Rasio Peserta Prolanis Datang Berkunjung) tertinggi tahun 2018, sebagai DPP dengan nilai rata-rata KBK terbaik tahun 2018 dan sebagai PIC Prolanis paling tertib dalam kegiatan gebyar Prolanis dan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) memperingati HUT BPJS Kesehatan yang ke-50. Selanjutnya, dr. Fenny Melita Pranoto meraih penghargaan sebagai DPP dengan tingkat kepatuhan faskes terbaik tahun 2018 (tidak ada iur biaya, tidak ada pelanggaran kriteria mutlak, nilai WTA mencapai target, nilai rekredensialing). Sedangkan drg. Retnowati meraih penghargaan sebagai dokter gigi dengan tingkat kepatuhan faskes terbaik tahun 2018.

Sementara untuk klinik, ada dua klinik yang meraih penghargaan yakni Klinik LKC Dompet Dhuafa dan Klinik Kartini. Klinik LKC Dompet Dhuafa menyabet dua penghargaan sekaligus, yakni sebagai klinik pratama dengan indikator RPPB tertinggi tahun 2018 dan sebagai klinik pratama dengan tingkat kepatuhan faskes terbaik tahun 2018. Sedangkan Klinik Kartini menyabet penghargaan sebagai klinik pratama dengan nilai rata-rata KBK terbaik tahun 2018.

Sehubungan dengan evaluasi KBKP, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kupang, dr. Fauzi Lukman Nurdiansyah menyebutkan, rasio rujukan non spesialis bulanan pada DPP dan klinik sudah sesuai standar yaitu 5 persen. Sehingga perlu peran FKTP untuk mempertahankan kualitas pelayanan melalui evaluasi peer review secara berkala dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan. Sebaliknya, rasio prolanis masih di bawah standar yaitu 50 persen, sehingga perlu peningkatan peran FKTP dalam memonitoring peserta prolanis terdaftar. Dan, bagi FKTP yang belum membentuk klub prolanis agar segera membentuk klub.

Secara umum, menurut Fauzi, ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan KBKP. Diantaranya, belum semua jajaran FKTP memahami regulasi dan ketentuan yang berlaku. Terdapat pelayanan yang tidak sesuai kondisi sebenarnya (entri kegiatan promprev, padahal FKTP tidak mempunyai eviden). Umpan balik atau surat teguran yang disampaikan tidak direspon. Terdapat iur biaya pelayanan non kapitasi oleh bidan jejaring. Tidak optimal menjalankan WTA. Kendala optimalisasi faske TNI/Polri dalam pelayanan JKN. Masih ada FKTP yang tidak memperhatikan TAT dari SIO/SIP. Laporan pemantauan kesehatan prolanis belum dilaporkan secara lengkap. Oleh karena itu, Fauzi berharap, pelaksanaan KBKP oleh FKTP dapat berjalan optimal untuk mendukung pelaksanaan program JKN.

“FKTP dapat memaksimalkan penggunaan Pcare baik untuk kunjungan maupun rujukan. PIC Faskes diharapkan lebih maksimal dalam memberikan pelayanan kepada peserta JKN,” ujarnya.
Terkait dengan penghargaan bagi faskes, Fauzi mengatakan, penghargaan tersebut sifatnya apresiasi sekaligus motivasi. Dengan demikian, faskes yang mendapatkan penghargaan akan mendapatkan nilai plus di mata peserta JKN-KIS. Sebab peserta bebas memilih faskes primer yang mereka anggap nyaman dan paling ideal.
“Peserta JKN-KIS pasti akan memilih faskes yang terbaik,” tandas Fauzi.

Fauzi berharap, faskes lain yang belum mendapatkan penghargaan, harus terus meningkatkan kinerja pelayanan. Karena memang kinerja pelayanan berhubungan langsung dengan kepuasan pasien/peserta JKN-KIS.
“Penghargaan ini sebenarnya juga memotivasi faskes lain untuk meningkatkan kinerja pelayanan,” katanya.

Sementara, dr. Diana saat diwawancara Koran ini mengaku bangga dengan tiga penghargaan yang dia terima dari BPJS Kesehatan Cabang Kupang. Kendati demikian, dalam pelayanan kepada peserta JKN-KIS, dia tidak pernah berorientasi untuk mengejar penghargaan. Sebab orientasi utamanya adalah kepuasan pasien.

Dia mengaku, pelayanan yang dijalankannya selama ini, semuanya disesuaikan dengan indikator dari BPJS Kesehatan. Misalnya Prolanis, ada senam, penyuluhan dan pemeriksaan berkala kepada pasien prolanis.

“Itu ada angka-angka tertentu yang harus kita capai. Untuk prolanis harus lebih dari 50 persen. Maka dari 80 pasien prolanis yang terdaftar, harus lebih dari 40 peserta yang ikut kegiatan secara rutin,” jelasnya.

Selanjutnya, dr Fenny Melita Pranoto mengatakan, dalam pelayanannya selama ini, dia tidak pernah menolah pasien dari faskes lain atau dari luar kota. Selain itu, dia juga tidak pernah memberlakukan tambahan biaya. “Siapa saja yang datang, pasti saya layani,” katanya.

Selain pelayanan kepada pasien, dr. Fenny mengaku, pihaknya juga memberikan edukasi serta pelayanan kepada para pengantar pasien. Misalnya kepada orang dewasa, pasti ada pelayanan tensi darah, pengukuran berat dan tinggi badan, dan lain sebagainya. Edukasi kesehatan juga diberikan kepada anak-anak dari pasien atau keluarga pasien.

“Dengan penghargaan ini, saya akan berusaha memberikan layanan yang lebih maksimal kepada masyarakat Kota Kupang, khususnya peserta JKN-KIS yang terdaftar di faskes saya,” ungkapnya. (tom)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!