Melki ‘Ancam’ Pengurus Golkar – Timor Express

Timor Express

KUPANG METRO

Melki ‘Ancam’ Pengurus Golkar

Kisruh Partai Golkar NTT

Sumba Timur Bukan Terakhir

Melki: Golkar Partai Sistem Bukan Partai Figur

KUPANG, TIMEX-Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Melki Laka Lena menebar ‘ancaman’ untuk pengurus Golkar lainnya di NTT. Pemecatan Ketua DPD II Golkar Sumba Timur menurutnya bukan terakhir.

Ketua DPD I Golkar NTT termuda ini menegaskan dirinya tidak mundur selangkah pun untuk menegakkan prinsip-prinsip yang ada dalam Partai Golkar. Termasuk yang berkaitan dengan pemecatan Ketua DPD II Golkar Sumba Timur, Gidion Mbilijora.

Bahkan secara terbuka Melki mengatakan, siapa pun pengurus dan anggota Partai Golkar di NTT harus taat kepada mekanisme yang sudah diatur dalam internal partai.

“Ini (Sumba Timur) bukan terakhir. Kalau ada DPD II yang tidak bergerak sesuai dengan prinsip-prinsip organisasi, pasti akan kami kenakan seperti ini (pecat, Red),” tandas Melki di kediamannya di Oeba Kota Kupang, Jumat (11/1).

Kisruh di Sumba Timur, menurut Melki adalah hal biasa yang sering terjadi di Partai Golkar. Bukan masalah individu dengan individu. Namun masalah organisasi yang sudah menjadi kesepakatan bersama, tanpa kecuali.

Golkar NTT di bawah kepemimpinannya ingin mengembalikan sistem kepartaian yang benar. Terutama pasca berbagai permasalahan yang telah melanda partai tersebut. Sehingga untuk mengembalikan kejayaan Golkar, Melki ingin menggerakkan prinsip-prinsip yang benar. Dia tegaskan, Golkar bergerak dengan sistem. Sehingga kemenangan yang diraih Golkar, bukan karena figur semata tetapi karena ada sistem yang bekerja.

“Masalah di Sumba Timur itu simpel. Tidak rumit. Semua sudah kondusif dan besok (hari ini) Plt dan sekretaris serta dewan pertimbangan akan turun ke sana untuk bangun komunikasi. Dialog untuk mencari jalan keluar,” jelasnya.

Meski belum memastikan Gidion kembali menjadi Ketua DPD II Golkar, namun menurut Melki, rapat bersama seluruh pengurus dan senior Golkar Sumba Timur tetap mengutamakan aturan yang berlaku di partai. “Bisa kembali (Gidion) dan bisa tidak. Makanya kita tunggu bagaimana hasil besok,” terangnya.

Melki pun tidak ingin menanggapi pembakaran gambar dirinya pada Rabu (9/1) oleh sejumlah orang di Waingapu Sumba Timur. Menurut dia, tidak semua yang melakukan aksi di depan Sekretariat DPD II Sumba Timur adalah kader Golkar.

Partai Golkar sudah sering menghadapi persoalan serupa. Sehingga Melki mengaku justru dengan kejadian tersebut membuat Golkar di NTT semakin solid. Dia bahkan tidak peduli dengan perolehan suara dirinya sebagai calon legislatif DPR RI dari daerah pemilihan NTT II yang di dalamnya termasuk Sumba Timur.

Karena menurut dia, mekanisme partai harus ditegakkan untuk membangun sebuah sistem yang baik di internal partai. Dan, polemik tersebut menurut dia menjadi pelajaran politik bagi dunia perpolitikan di Porinvisi NTT. “Untuk membuat politik NTT jauh lebih sehat,” kata dia.

Sebelumnya, Dewan Pertimbangan DPD I Golkar NTT menggelar rapat persama pengurus Golkar NTT, Kamis (10/1). Hal ini diakui Ketua Wantim, Felix Pulu. Menurut dia, forum rapat telah memutuskan untuk islah. Tim yang diturunkan ke Sumba Timur akan mengupayakan komunikasi dari hati ke hati untuk mencari solusi terbaik. (cel/ito)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!