Sekolah Terancam Digusur, Alumni Kompak Tolak – Timor Express

Timor Express

NUSANTARA

Sekolah Terancam Digusur, Alumni Kompak Tolak

AKSI DAMAI. Sejumlah alumni SMA Negeri 1 Tegal yang tergabung dalam Ikasma melakukan aksi dalam di Jalan Menteri Supeno, kemarin.

AGUS WIBOWO/RATEG

TEGAL, TIMEX–Sebanyak 97 orang yang tergabung dalam Ikatan Alumni Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Tegal (Ikasma) menggelar aksi damai Jumat (11/1) siang, di Jalan Menteri Supeno. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan atas rencana penggusuran terhadap SMA pertama kali yang berdiri di Kota Bahari pada 1958 silam oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Dalam aksinya, mereka membubuhkan tanda tangan dan membentangkan spanduk hingga meneriakkan yel-yel. Harapannya, SMAN 1 Tegal yang telah lama berdiri itu tidak digusur atas sengketa tanah dengan PT KAI yang kini telah memenangkan gugatan di PTUN.

Ketua Ikasmansa Tafakurrozak menuturkan, aksi turun ke jalan dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan akan persoalan sengketa lahan SMA Negeri 1 Tegal dengan PT KAI. “Kami prihatin akan persoalan sengketa lahan SMA Negeri 1 Tegal. Kami merasa memiliki sebagai almameter. Karena itu, kami bersama dengan rekan-rekan alumnus lainnya menggelar aksi damai ini,” katanya.

Baginya, bangunan SMA Negeri 1 Tegal memiliki nilai sejarah. Terlebih bagi para alumninya. Selain itu, sekolah tersebut sudah banyak mencetak orang-orang sukses.
Karena itu, Ikasma mengajak kepada seluruh pihak untuk mengedepankan musyawarah dalam persoalan sengketa lahan. “Kami mengimbau agar pihak PT KAI, kementerian BUMN, Kemendagri, Kemendikbud duduk dan mencari solusi terbaik. Sebab, seluruh pihak itu sama-sama instansi pemerintah,” ungkap Rozak.

Dia juga menyarankan agar penyelesaian masalah bisa menggunakan restorasi justice . Hal tersebut lantaran mempertimbangkan keberlangsungan dalam proses belajar mengajar di sekolah. “Coba dipertimbangkan lagi. Apa tidak kasihan dengan proses belajar mengajar bagi murid,” tanya dia.

Rozak berharap, SMAN 1 dan SMP 1 Tegal yang diketahui bangunannya memliki sengketa dengan PT KAI tidak diubah apalagi digusur. Apalagi, mereka yang bersengketa adalah sama-sama dari pihak pemerintah. Sebab, sekolah tersebut memiliki tujuan, yakni mencerdaskan anak bangsa.

Hal senada disampaikan dr Hendadi Setiadi. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal ini juga pengurus Ikasma berharap agar SMAN 1 Tegal ini tidak dipindah apalagi sampai digusur. “Banyak nilai historis yang sangat luar biasa di SMAN 1 Tegal ini. Selain itu, SMAN 1 Tegal juga memiliki segudang prestasi yang patut diperjuangkan dan dikembangkan,” jelasnya.
Diceritakan, pada 1 Agustus 1958, Kota Tegal mendirikan SMA Negeri 1 Kota Tegal yang terletak di Jalan Menteri Supeno No 16. Dengan SK Depdikbud No 16/SK/8.111 tanggal 21 Agustus 1958, disusul dengan pengangkatan Raden Nyoewono Tjokrosoebroto BA sebagai direktur pertama.

Kemudian, pada 3 November 1958, Soewojo selaku Inspeksi SMA di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meresmikan sekolah tersebut. Selain itu, pada 28 Agustus 1974, telah ditertibkan sertifikat atas tanah yang di atasnya berdiri bangunan SMAN 1 Tegal berupa Sertifikat Hak Pakai No 1 terletak di Slerok Tegal Timur dengan luas sekitar 6.890 meter persegi. Dalam sertifikat tersebut terdaftar atas nama Perwakilan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng.

“Bahwa PT KAI (Kereta Api Indonesia) pada 2017 telah mengajukan gugatan atas penerbitan sertifikat hak pakai No. 1 tersebut di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang terhadap I Kepala Kantor Pertanahan Kota Tegal, II Wali Kota Tegal, dan III Gubernur Jateng,” jelasnya.
Pada peradilan pertama PTUN, lanjut dia, yang dilakukan pada 18 Oktober 2017, PT KAI memenangkan atas gugatan tersebut. Kemudian, Pihak Tergugat mengadukan banding ke Pengadilan Tinggi Surabaya. Namun, PT KAI selaku Penggugat kembali memenangkannya. Hingga sampai ke Kasasi, pada 21 Agustus 2018, PT KAI juga memenangkan kembali.

Dari keputusan tersebut, lanjut dia, PT KAI selaku Penggugat akan mengambil alih kembali tanah yang didirikan bangunan SMAN 1 Tegal. Kemudian selaku Tergugat (Tergugat I Kepala Kantor Pertanahan Kota Tegal, II Wali Kota Tegal, dan III Gubernur Jateng) kini masih memiliki waktu dalam upaya melakukan Peninjauan Kembali (PK) kepada Mahkamah Agung RI terhadap sengketa ini.

“Sebaiknya pihak Tergugat melakukan pengajuan upaya hukum PK. Tergugat juga bisa mengajukan gugatan Perdata di PN Tegal. Termasuk bisa melakukan mediasi perdamaian (islah) atau kompromi dengan pihak PT KAI agar tercapai hasil yang terbaik bagi SMAN 1 dan SMP Negeri 1 Tegal,” jelasnya. (gus/fat/ito)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!