Timor Express

SPORTIVO

Kembalikan Tradisi Tinju NTT

TIUP LILIN. Ketua Umum PP Pertina, Brigjen Pol. Jhony Asadoma meniup lilin Kue Ulang Tahun disaksikan sang istri serta jajaran Pengurus Pengprov Pertina NTT, dalam syukuran Natal dan Tahun baru Pengprov Pertina NTT serta HUT-nya yang ke-53, di Millenium Ballroom, yang digelar Pengprov Pertina NTT, Minggu kemarin (13/1).

RUDY MANDALLING/TIMEX

Wajib Rebut Emas di PON XX 2020 Papua
Loloskan Petinju ke Olimpiade 2020

KUPANG,TIMEX – PON XX 2020 di Papua, harus menjadi momen kebangkitan tinju NTT, untuk mengembalikan lagi tradisi tinju NTT yang selalu menyumbang medali emas di PON.

Harapan ini diungkapkan langsung Ketua Umum PP Pertina, Brigjen Pol. Jhony Asadoma dalam sambutannya pada perayaan Natal Pertina dan syukuran HUT-nya ke-53 di Milenium Ballroom, Minggu kemarin (13/1) yang di gelar pengprov Pertina NTT

Dirinya kata Asadoma, memiliki beban bagaimana menciptakan dan mengembalikan prestasi tinju NTT.
“Dalam Kejurnas terakhir tahun lalu di Lampung, NTT mendapatkan 1 emas dan 1 perak. Namun pada PON 2016 lalu di Jawa Barat, NTT tidak mendapatkan medali emas,” katanya.
“Padahal kita (NTT) langganan menyabet medali emas di setiap PON,” ujarnya.

Dan ini akan menjadi beban berat bagi Pengprov Pertina NTT untuk bagaimana mendapatkan jatah kuota lolos PON sebanyak mungkin melalui Pra PON yang dilakukan dalam dua tahapan, yakni untuk Wilayah Timur di Maluku Utara serta Wilayah Tengah di Bandung.

“Seluruh pihak harus bekerja keras dan latih keras agar bisa mendapat banyak jatah. Menang di Pra PON dan lolos banyak ke PON sehingga bisa kembalikan tradisi tinju di NTT,” bebernya.
“Ini kerja berat dan butuh kerjasama semua pihak, baik pelatih, atlet dan pengurus sehingga kebanggaan NTT bisa balik kembali,” ingatnya.

Ditingkat nasional lanjut Asadoma, dirinya juga dihadapkan dengan beban berat, karena tahun ini akan digelar SEA Games di Manila, dan Tinju harus bisa mempersembahkan medali emas. Selain itu akan digelar Pra olimpiade dimana Pertina juga harus mendapatkan jatah lolos ke Olimpiade 2020 di Jepang, karena sudah 3 kali Indonesai gagal mengirimkan atlet ke olimpiade, yakni Olimpiade Beijing, London dan Rio de Jainero.

“Ini tugas berat bagaimana dapat emas di Manila dan loloskan petinju ke olimpiade Jepang. Kalau sudah bisa loloskan petinju ke Olimpiade, baru setelah itu kita bicara bagaimana mendapat di olimpiade,” ungkapnya.

“Sepanjang sejarah, Tinju Indonesia belum pernah mendapatkan medali di olimpiade dan ini mimpi saya. Dan saya mohon dukungan pengurus, pembina, para sponsor serta seluruh pencinta olahraga Tinju pembina agar cita-cita dapat medali olimpiade berhasil. ucapnya.

“Lebih dari itu, harus ada lagi petinju NTT yang bisa ikut olimpiade lagi,” imbuhnya.

Selama ini baru dua orang petinju asal NTT yang tampil di Olimpiade, yakni dirinya sendiri pada Olimpiade Los Angeles 1984, Dan Hermensen Ballo pada Olimpiade Atalanta 1996 dan Olimpiade Sidney 2000.
“Sampai sekarang belum ada lagi. Saya gugah insan tinju NTT supaya lahirkan lagi petinju tanguh di tingkat nasional dan internasional,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum pengprov Pertina NTT, Samuel Haning dalam sambutannya mengatakan, dirinya telah menggelar rapat dengan para pelatih untuk mulai menjaring sebanyak-banyaknya atlet yang akan diseleksi untuk mengikuti Pelatda Pra PON.

“Nantinya kita akan siapkan 50 petinju untuk di seleksi guna mendapatkan atlet yang terbaik untuk bertanding di Pra PON pada bulan September di Maluku utara dan juga di Jawa Barat,” ungkap Samuel Haning.

Menurutnya, semua pengurus, pelatih dan juga atlet harus terus bekerja keras untuk memajukan pertina.
“2019 merupakan era kebangkitan dan seluruh sasana akan dihidupkan kembali,” jelasnya.(rum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!