Rumah Sakit Diharapkan Segera Urus Akreditasi – Timor Express

Timor Express

EKONOMI

Rumah Sakit Diharapkan Segera Urus Akreditasi

KUPANG, TIMEX – Pada awal Januari 2019, sejumlah rumah sakit di wilayah Jabodetabek tidak lagi bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Pemutusan kerja sama ini ternyata tidak sama sekali berkaitan dengan defisit anggaran yang sempat dialami BPJS Kesehatan. Namun terganjal aturan, khususnya terkait dengan akreditasi rumah sakit.

Tak hanya di Jabodetabek dan daerah-daerah lain, rumah sakit yang bermitra dengan BPJS Kesehatan Cabang Kupang rupanya ada yang belum memiliki sertifikat akreditasi.

dr. Fauzi Lukman Nurdinsyah

dr. Fauzi Lukman Nurdinsyah

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kupang, dr. Fauzi Lukman Nurdinsyah menjelaskan, dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 99 Tahun 2015 tentang Pelayanan Kesehatan pada JKN (Perubahan atas Permenkes No 71 Tahun 2013) disebutkan bahwa fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS di tahun 2019 harus sudah atau diwajibkan memiliki sertifikat akreditasi.

“Jadi jelas bahwa persoalan yang sempat mencuat di awal tahun itu karena memang terganjal aturan. Ada rumah sakit yang sampai awal tahun belum memiliki sertifikat akreditasi, maka sesuai ketentuan otomatis terputus kerjasama dengan BPJS Kesehatan,” jelasnya kepada Timor Express di ruang kerjanya, Jumat (11/1) lalu.

Menurut fauzi, akreditasi sebuah rumah sakit sangatlah penting. Sebab hal itu membuktikan bahwa rumah sakit benar-benar memenuhi sejumlah indikator kinerja pelayanan kesehatan. Tujuannya adalah agar pasien mendapatkan keamanan dan kenyamanan ketika berobat.

“Ada indikator kinerja yang harus dipenuhi rumah sakit. Tak hanya soal sarana prasarana, tapi juga sampai pada SDM dalam hal ini tenaga kesehatan rumah sakit. Kalau sudah terakreditasi berarti rumah sakit sudah memenuhi indikator tersebut,” kata Fauzi.

Khusus di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Kupang, Fauzi mengaku pada awal tahun 2019 tidak ada rumah sakit yang terputus kerjasamanya dengan BPJS Kesehatan. Artinya semua rumah sakit yang sudah bermitra di tahun sebelumnya, kembali menjalin kemitraan.

“Kita ada lima daerah kerja, yakni Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Alor, Sabu Raijua dan Rote Ndao. Ada 16 rumah sakit yang bermitra dengan kita. Di tahun 2019, tidak ada yang terputus,” katanya.

Kendati tidak ada yang terputus kerjasamanya dengan BPJS Kesehatan, Fauzi menyebutkan, dari 16 rumah sakit tersebut, tiga diantaranya belum memiliki sertifikat akreditasi.

“Kita tidak sebut satu per satu. Tapi yang pasti, dari 16 rumah sakit yang bekerjasama dengan kita, tiga diantanya belum memiliki sertifikat akreditasi. Kalau rumah sakit di Kota Kupang, semuanya sudah terakreditasi,” sebut dia.

Fauzi berharap, rumah sakit yang belum terakreditasi segera mengurus akreditasi. Jika tidak, bisa saja kemudian hari terjadi pemutusan kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

“Sehubungan dengan persoalan di awal tahun, Kemenkes dan BPJS Kesehatan pada tanggal 4 Januari 2019 sudah ambil keputusan untuk memberikan toleransi waktu bagi rumah sakit selama enam bulan ke depan (sampai bulan Juni, red) untuk mengurus akreditasi,” kata Fauzi.

“Kita khawatir rumah sakit yang belum terakreditasi, justru tidak memanfaatkan toleransi waktu selama enam bulan untuk urus akreditasi,” pungkas Fauzi. (tom)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!