Timor Express

NUSANTARA

Video Call dengan Mantan Penderita Obesitas

Titin Gugup Jelang Operasi Penurunan Berat Badan

PALANGKA RAYA, TIMEX-Tiga hari menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Doris Sylvanus Palangka Raya, Titi Wati mengaku mendapat banyak support. Tidak hanya dari keluarga dan teman temannya, tetapi juga dari mantan pengidap obesitas.

Dukungan tersebut memberikan kekuatan tersendiri bagi perempuan dengan panggilan akrab Titin ini. Bahkan dia semakin yakin untuk menjalani semua treatment perawatan dan pengobatan di rumah sakit.

“Ada juga telepon dari Arya Permana. Dia video call dan memberikan saya semangat untuk mengikuti langkah pengobatan,” ucapnya dengan wajah berseri di Ruang VIP Edelweis RSUD Doris Sylvanus, Minggu (13/1).

Bocah Karawang yang menjadi sorotan karena obesitas pada 2016 lalu, mengisahkan perjuangannya dalam menjalani perawatan. Dia juga meminta Titin untuk tidak takut menjalani operasi penurunan berat badan. “Dia ingin saya tidak takut,” ujarTitin menceritakan.

Namun diakui Titin, meskipun sudah membulatkan tekadnya untuk mengikuti operasi dan pengobatan, namun dirinya masih belum bisa menghilangkan rasa takut dan waswas. Bahkan saat menjalani pengecekan radiologi dan berat badan, istri Faedi ini masih merasakan gugup.

“Tidak bisa hilangkan rasa gugup. Kemarin saat di radiologi saya banyak beristighfar dan berdoa,” tuturnya.

Berbeda saat pertama masuk. Pada hari ketiga, perawatan Titin terlihat lebih santai dan tenang. Di ruangan bercat putih dengan aksen garis merah, Titin tampak aktif menggerakan tubuhnya. Sesekali dia memiringkan dan menelentangkan badannya, sebagai persiapan menghadapi operasi yang direncanakan akan dilakukan setelah hasil radiologi dikeluarkan.

Sesekali dia juga memainkan gadgetnya sekadar menghilangkan rasa bosan. Maklum di ruangan berukuran sekitar 3×4 meter itu, tak ada hiburan lain selain ponsel. “Tidak ada televisi, terkadang juga bosan rasanya,” canda Titin.

Di ruang inap itu, Titin didampingi anak dan sepupunya. Selama waktu besuk, dari pukul 12.00 WIB sampai 12.30 WIB, ruangan Titin tidak pernah kosong. Selain kalangan media, beberapa kerabat dan keluarga jauh pun datang menjenguk.

Titin menceritakan, sebelum menjalani perawatan ia sempat menolak untuk dioperasi. Alasannya, takut dibedah sebagaimana halnya operasi Caesar untuk pengangkatan bayi. Namun, katakutannya itu hilang, setelah tim medis rumah sakit menjelaskan bahwa tak akan dilakukan operasi besar.

“Dokter Theo meyakinkan operasi hanya dilakukan dengan membuat sayatan kecil di perut bagian kiri dan kanan. Saya akhirnya berubah niat. Tapi, sampai sekarang tetap masih ada rasa takut,” sebutnya.

Terpisah, Wakil Direktur RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, dr Theodorus mengatakan, kondisi kesehatan Titin masih sama seperti ekspos terakhir. Pada Minggu (13/1), pihaknya hanya melakukan pengecekan kadar gula serta pemeriksaan fisik saja.

“Kadar gulanya memang masih belum terkontrol. Kami beri obat melalui suntikan untuk menjaga kadar gulanya,” ucap dia.

Selain itu, pasien juga selalu diawasi oleh dokter gizi sembari dilakuakan fisioterapi. Sedangkan terkait langkah yang akan diambil, pihak rumah sakit masih akan menunggu hasil radiologi dan hasil rapat tim dokter.

“Besok siang (hari ini, red) kami akan lakukan rapat. Langkah yang diambil akan ditentukan setelah rapat itu,” tandasnya. (awa/ce/ala/jpg/ito)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!