Garda Pemuda Nasdem Beri Magang Gratis – Timor Express

Timor Express

SUKSESI

Garda Pemuda Nasdem Beri Magang Gratis

DAPAT BANTUAN.Mahasiswa Semester V FEB Undana, Yohana Constantina Muku didampingi dosen pose bersama Yusak Benu (kanan) di kampus Undana Kupang, Jumat (17/1).

GPN NTT FOR TIMEX

Bagi Mahasiswa Undana Kupang

KUPANG, TIMEX-Ketua Umum Garda Pemuda Nasdem (GPN), Prananda Surya Paloh (PSP) merealisasikan janjinya untuk memberikan magang gratis kepada mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang.

PIC Program, Yusak Benu kepada Timor Express di Kupang, Kamis (17/1) menjelaskan, program magang tersebut dijanjikan Prananda saat kunjungannya ke Undana Kupang, November 2018 lalu.

“Tadi kami sudah bertemu dengan Pembantu Rektor IV Undana juga dengan Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Undana. Jadi ada 15 mahasiswa yang akan dikirim untuk magang di Metro TV. Seluruh biaya sampai uang saku ditanggung oleh PSP,” jelas Yusak di Kupang.

Dijelaskan, mereka yang akan mengikuti magang adalah mahasiswa semester V. Dan yang dipilih adalah mahasiswa FEB serta FISIP. Syaratnya, mereka adalah mahasiswa berprestasi, namun tidak mampu secara ekonomi.

Dia jelaskan, mahasiswa sering mengajukan proposal bantuan kepada kampus. Namun tidak semuanya bisa diakomodir. Sehingga PSP terpanggil untuk membantu dengan beberapa program. Menurut Yusak, Garda Pemuda Nasdem memberikan perhatian besar kepada kaum muda. Terutama mereka yang berprestasi.

Sehingga, ini merupakan program pertama di NTT dan direncanakan akan dilakukan rutin setiap tahun. Selain program magang, PSP memberikan bantuan khusus kepada salah satu mahasiswa semester V FEB Undana, Yohana Constantina Muku.

Bantuan tersebut dalam bentuk akomodasi untuk mengikuti Asia World Model United Nation (AWMUN) di Bangkok Thailand pada 30 Januari 2019 – 2 Februari 2019. Yohana sendiri sudah bertemu langsung dengan PSP saat kunjungannya ke Undana. Ketika itu, Yohana secara spontan meminta kepada PSP untuk membantu dirinya agar bisa mengikuti UWMUN tersebut.

“UWMUN merupakan salah satu dari berbagai MUN (Model United Nation) yang diselenggarakan International Global Networking (IGN). Ini kegiatan kepemudaan international dalam bentuk simulasi rapat UN PBB dengan Tema “The World’s Dilemma: Enhancing World Action on Climate Change” dengan delegasi-delegasi dari seluruh dunia,” papar Yusak yang juga Ketua Dewan Pembina Garda Pemuda Nasdem NTT.

Dia sebutkan, banyak manfaat yang akan didapatkan dengan mengikuti AWMUN. Di antaranya meningkatkan kemampuan berpikir kritis, meningkatkan kemampuan berbicara dan meningkatkan kemampuan diplomasi. Selain itu juga akan memperluas jaringan dengan delegasi-delegasi dari seluruh dunia.

Selain program dari PSP, Garda Pemuda Nasdem NTT telah memulai program Duta Revolusi Kebersihan dengan menempatkan mahasiswa terpilih di tempat-tempat wisata di Kota Kupang. Dan, mereka digaji oleh pengurus Garda Pemuda Nasdem. Program tersebut sudah dimulai sejak Desember 2018 oleh organisasi sayap Partai Nasdem yang dipimpin Bobby Pitoby dan Ketua Dewan Pakar, Bobby Lianto itu.

Yusak tambahkan, mahasiswa direkrut untuk bekerja hanya pada hari libur, yakni Sabtu dan Minggu. Mereka ditempatkan di lokasi wisata, bukan sebagai petugas kebersihan. Namun mereka hadir untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya. “Di Kota Kupang kita sudah tetapkan 10 titik pantai. Mulai dari Lasiana sampai Pantai Tedis. Kalau ada pengunjung yang terlanjur buang sampah sembarangan, para duta ini dekati dengan baik-baik dan diberi pemahaman agar tidak membuang sampah sembarangan,” sambungnya.

Selain itu, dirinya bersama Bendahara Garda Pemuda Nasdem NTT, Brian Gotama juga ikut memberikan bantuan kepada mahasiswa Undana yang tidak mampu. Bantuan berupa beasiswa bulanan itu diberikan kepada mahasiswa yang kurang mampu namun berprestasi.

Sementara Pembantu Rektor Bidang Akademik Undana, Dr.David Pandie menambahkan, program magang tersebut bisa disinkronkan dengan program pendidikan vokasi pemerintah Provinsi NTT. Sehingga, mereka yang telah mengikuti magang dan kembali ke NTT, bisa langsung diserap di dunia kerja. Misalnya di badan usaha milik daerah (BUMD). “Yang pasti tidak semua langsung kerja. Kalau ada yang memilih untuk membuka usaha sendiri, kita punya Kredit Usaha Rakyat (KUR) triliunan rupiah yang bisa dimanfaatkan,” kata David.(cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!