Humas Pemerintah di Mata Gubernur VBL – Timor Express

Timor Express

OPINI

Humas Pemerintah di Mata Gubernur VBL

 

Oleh : Valeri Guru

(Pranata Humas Dinas Perpustakaan Provinsi NTT)

 

Harian Timor Express alias Timex yang mengusung moto Cerdas & Konsisten pekan lalu mempublikasikegiatan kunjungan kerja Gubernur NTT, Viktor BungtiluLaiskodat (VBL) di Kabupaten Manggarai. Gubernur VBL saat itu didampingi Waka Polda NTT, Brigjen Pol. JohanisAsadoma dan diterima secara adat oleh Bupati Manggarai, DenoKamelus bersama jajarannya. Yang unik dan menarik dari kegiatan Gubernur VBL itu adalah statemen Gubernur VBL yang menegaskan bahwa nafas pemerintah ada di humas. Jika humasnya lemah, organisasi pemerintah lambat bergerak dan berubah. Humas itu harus bisa bergaul dengan siapa saja. Terlihat selama ini orang yang ditempatkan di humas, pasti orang yang tidak laku-laku.

“Humas itu orang terbaik gubernur. Karena salah atau benar, itu humas yang bertanggungjawab. Tapi humas yang ada di NTT, perannya tidak ada. Otaknya pas-pas dan tidak bergaul. Ke depan ini tidak boleh ada lagi,” tandas Gubernur VBL dan menambahkan, “Tentu yang dibutuhkan humas yang mempunyai kelas daya jelajah. Dia punya kemampuan bergerak, mendesain dan mampu terjemahkan semua pidato gubernur.” (Timex Sabtu, 12 Januari 2019, hal 15).

Autokritik yang sungguh sangat menyentuh kalbu dari Gubernur VBL terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di bidang kehumasan di lingkup Pemerintah Provinsi NTT; itu harus dimaknai sebagai kritik yang konstruktif demi perbaikan performance humas pemerintah di masa mendatang. Mustinya ASN yang selama ini berada dan bekerja di humas pemerintah harus malu, tahu diri dan secara perlahan sadar diri; untuk kembali mengasah kemampuan dan ketrampilan/skillserta pengetahuan atau kognitifnya agar bisa tampil dan berkinerja sesuai tuntutan dan kebutuhan organisasi serta hal-hal strategis yang berkembang di tengah masyarakat.

Dalam bahasa Gubernur VBL, humas harus bisa bergaul. Artinya, humas harus banyak membaca, banyak berdiskusi, banyak menulis; banyak melakukan terobosan dengan cara-cara yang kreatif dan inovatif mewartakan ke publik tentang visi dan misi serta program kerja yang sedang atau tengah dilakukan oleh pemerintah. Karena sejak dilantik tanggal 5 September 2018 yang lalu di Istana Negara oleh Presiden Joko Widodo, Gubernur VBL bersama Wakil Gubernur JosepNaeSoi (JNS), telah menetapkan visi pembangunan NTT lima tahun ke depan yakni NTT Bangkit Mewujudkan Masyarakat Sejahtera dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Perwujudan visi NTT Bangkit Mewujudkan Masyarakat Sejahtera ditempuh melalui lima misi yakni pertama, mewujudkan NTT Bangkit Menuju Masyarakat Sejahtera berlandaskan pendekatan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan dan berbasis sumber daya lokal. Kedua, membangun NTT sebagai salah satu gerbang dan pusat pengembangan pariwisata nasional. Ketiga, meningkatkan ketersediaan dan kualitas infrastruktur untuk mempercepat pembangunan inklusif, berkelanjutan dan berbasis sumber daya lokal di NTT. Keempat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dan kelima, mewujudkan reformasi birokrasi pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Visi dan misi yang luar biasa ini harus diikuti dan direspons oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Pemerintah Provinsi NTT. Seluruh OPD harus menyatukan dan mengarahkan energinya secara bersama untuk merumuskan program dan berbagai kegiatan demi mendukung dan menyukseskan visi dan misi dimaksud. Apalagi di momentum Baomong Ekonomi yang digelar Timex Forum, Rabu (16/1/19) di Garaha Pena, Gubernur VBL menegaskan bahwa saat ini NTT sedang mempersiapkan diri untuk bangkit menuju sejahtera. “Saat ini masalah NTT tidak lagi terletak pada perencanaan tetapi karakter manusia NTT yang bekerja. Di bidang pariwisata, pertanian, perkebunan dan lain sebagainya; kita membutuhkan orang-orang yang bekerja keras. Karena urusan pembangunan bukan hanya kerja seorang gubernur. Tapi kerja bersama semua,” kata Gubernur VBL.

Gubernur mengatakan, dalam berbagai kesempatan kunjungan kerja Gubernur VBL terus membangun optimisme dan harapan bagi para bupati, camat, kepala desa dan masyarakat NTt tercinta. “Tugas pemimpin itu ya ngomong. Kita harus terus membangun propaganda agar manusia-manusia NTT menjadi alat yang luar biasa. Saya confidance dengan modal sosial masyarakat NTT yang luar biasa, proyeksi ekonomi di tahun 2019 akan membaik,” tandas Gubernur VBL.

Kembali ke soal kritik Gubernur VBL terhadap kinerja humas pemerintah ? Adakah yang salah atau keliru dalam menjalankan tugas kehumasan pemerintah NTT selama ini ? Ataukah kritikan ini harus dicerna dan dimaknai sebagai cambuk yang positif untuk mengupgrade diri para ASN yang ada di kehumasan pemerintah ?

Karena humas pemerintah merupakan lembaga humas dan/atau praktisi humas pemerintah yang melakukan fungsi manajemen dalam bidang informasi dan komunikasi yang persuasif, efektif, dan efisien untuk menciptakan hubungan yang harmonis dengan publiknya melalui berbagai sarana kehumasan dalam rangka menciptakan citra dan reputasi yang positif bagi instansi pemerintah. Dalam sebuah organisasi pemerintahan, humas sering diposisikan sebagai corong atau suara dari pimpinan Pemerintah Daerah dalam hubungannya dengan publik, sehingga menjadi posisi yang terhormat, tinggi, strategis, dan melekat dengan kemampuan dan tanggung jawab yang tidak ringan.

Unsur dasar humas yakni pertama, humas berdasarkan pada filsafat sosial manajemen. Yaitu meletakkan kepentingan masyarakat lebih duhulu dan utama jika dibandingkan dengan segala sesuatu yang berkenaan dengan perilaku organisasi. Kedua, humas adalah suatu filsafat sosial yang diungkapkan dalam keputusan kebijaksanaan. Keputusan kebijaksanaan humas suatu organisasi adalah salah satu yang terpenting. Ketiga, Humas adalah tindakan sebagai akibat dari kebijaksanaan sehat. Tidak hanya diperlukan pernyataan kebijakan, tapi juga tindakan untuk menyokong keputusan kebijaksanaan. Dan keempat, Humas adalah komunikasi. Komunikasi bersifat dua arah, yang diwujudkan dengan mendengarkan opini publiknya, kepekaan dalam menginterpretasikan setiap kecendrungan kegagalan dalam komunikasi, mengevaluasi, dan mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan untuk mengubah sifat, pendekatan, atau penekanan setiap fase kebijaksanaannya.

Karena itu, tujuan humas mencakup :       PublicUnderstanding (pengertian public), PublicConfidence (kepercayaan public),   PublicSupport (dukungan public) dan Public Cooperation (kerjasamapublic). Dengan adanya tujuan tersebut, maka humas memiliki fungsi pertama, toascertainandevaluatepublicopinion as relatestohisorganization(mengetahui secara pasti dan mengevaluasi pendapat umum yang berkaitan dengan organisasinya); kedua, tocounselexecutive on waysdealingwithpublicopinion as itexist (menasihati para eksekutif mengenai cara-cara menangani pendapat dari publik yang timbul sebagai akibat atau respons mereka) dan ketiga, tousecommunicationtoinfluencepublicopinion(menggunakan komunikasi untuk mempengaruhi pendapat atau opini publik)

Secara singkat, fungsi dari humas adalah memelihara komunikasi timbal balik yang diperlukan dalam menangani, mengatasi masalah yang muncul, dan meminimalisir masalah yang akan muncul termasuk menjelaskan makna di balik setiap ucapan atau narasi yang disampaikan Gubernur VBL. Adakah keberanian, kecakapan dan kapasitas sosial yang tangguh dari para pekerja humas pemerintah NTT untuk tampil ke depan publik menjelaskan apa makna di balik setiap narasi yang dilontarkan Gubernur VBL termasuk kritikan pedas yang dilontarkan terhadap humas pemerintah NTT ? (*)

 

 



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!