Rp 17 Miliar untuk Alkes – Timor Express

Timor Express

KUPANG METRO

Rp 17 Miliar untuk Alkes

ILUSTRASI: NET

Alokasi DAK ke RS Kota

KUPANG, TIMEX – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)  S. K. Lerik mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 17 miliar lebih.

Anggaran ini diperuntukan bukan lagi untuk pembangunan fisik, melainkan untuk pembelian Alat Kesehatan (Alkes).

Marsiana Halek

Marsiana Halek

“Tahun ini dana DAK diperuntukan untuk Alkes dan bukan untuk fisik. Sehingga untuk rumah sakit, nantinya, dana DAK ini akan digunakan untuk membeli incenerator, sumur bor, alat kesehatan lain dan update akreditasi,” kata Direktris RSUD S.K. Lerik,  dr. Marsiana Halek.

Marsiana yang diwawancarai koran ini di ruang kerjanya, Kamis (17/1), menjelaskan, selama dua tahun berturut-turut,  sejak tahun 2017 dan tahun 2018, dana DAK digunakan untuk pembangunan fisik, dan tahun 2019 ini untuk alat kesehatan.

Sehingga RSUD S.K. Lerik akan menambah fasilitas kesehatan yang ada, termasuk sumur bor.

“Selama ini kami memang belum memiliki sumur bor sendiri,  dengan adanya bantuan ini maka sangat membantu pemerintah terutama pihak rumah sakit untuk melengkapi semua alkes yang ada,” ujarnya.

Menurut Marsiana, selama ini pelayanan untuk poliklinik masih menggunakan gedung lama, dan nantinya akan dipindahkan ke gedung baru.

Pasalnya, RSUD S.K. Lerik telah memiliki dua gedung baru dengan konstruksi bangunan dua lantai dan tiga lantai.

“Dua bangunan itu menggunakan anggaran dana DAK tahun 2018 sebesar Rp 50 miliar lebih,  dan sementara dalam tahap finishing. Jadi jika semua gedung sudah siap, maka semua pelayanan akan dipusatkan di gedung baru,” ujar Marsiana.

Sebelumnya, Marsiana menjelaskan,  pembangunan gedung baru RSUD S.K. Lerik telah memasuki tahapan finishing.

Pembangunan dua gedung baru dengan kontruksi bangunan tiga lantai ini dikerjakan sejak 14 Maret 2018 dan berakhir pada 13 Desember 2018.

Proyek gedung tiga lantai rumah sakit ini dikerjakan oleh PT. Ris Putra Delta,  dengan nilai kontrak Rp 41 miliar lebih. Sementara bangunan lantai II di belakang senilai Rp 15 miliar lebih.

Marsiana melanjutkan, dua gedung yang sementara dikerjakan ini ditargetkan akan selesai dalam bulan Januari 2019.

“Kami rencananya akan segera diresmikan dan langsung digunakan. Jadi masa pemeliharaannya bisa dilakukan sekaligus dengan pemanfaatannya,” kata Marsiana.

Dia menjelaskan, untuk bangunan dua lantai,  akan dimanfaatkan untuk rawat inap, lantai 2 untuk kelas 1 dan kelas 2 dengan kapasitas 20 tempat tidur dan lantai bawahnya untuk kelas 3 dengan kapasitas 40 tempat tidur

“Sementara untuk gedung tiga lantai, lantai 1 akan digunakan untuk poliklinik,  lantai 2 untuk gedung manajemen dan lantai 3 untuk kamar operasi,” terangnya.

Ditambahkan, dengan adanya gedung ini,  diharapkan pelayanan kepada masyarakat akan jauh lebih baik,  tentunya dilengkapi dengan sumber daya manusia dan sarana prasarana yang menunjang.

“Kami tentunya selalu berusaha agar masyarakat Kota Kupang dapat pelayanan kesehatan yang baik. Rumah sakit ini juga diharapkan dapat menjadi rumah sakit kebanggaan masyarakat Kota Kupang,” ujarnya. (mg25/joo)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!