Hanura NTT Belum Percaya Hasil Survei – Timor Express

Timor Express

SUKSESI

Hanura NTT Belum Percaya Hasil Survei

WAWANCARA.Ketua DPD Hanura NTT, Refafi Gah didampingi Ketua Srikandi Hanura NTT, Luisa Yosheline saat diwawancara wartawan di Swiss Belinn KristalHotel Kupang, Rabu (23/1).

CARLENS BISING/TIMEX

Target Satu Fraksi Setiap Daerah

KUPANG, TIMEX-Ketua DPD Partai Hanura NTT, Refafi Gah tidak ingin terpengaruh dengan hasil survei terkait Hanura. Survei yang menyatakan partai tersebut tidak lolos parliamentay treshold (PT) pada pemilu serentak nasional April 2019 mendatang.

Menurut Refafi, Hanura sedang dalam kondisi sangat siap untuk menghadapi pemilu mendatang. Bahkan pihaknya yakin, Hanura mampu melampaui syarat minimal 24 kursi DPR RI untuk lolos PT 4 persen.
“Hanura sendiri belum melakukan survei,” kata Refafi di Swiss Belinn Kristal Hotel Kupang, Rabu (23/1).

Refafi yang didampingi Ketua Srikandi Hanura NTT, Luisa Yosheline itu mengisahkan, pada pemilu legislatif 2009, Hanura belum dikenal. Bahkan tidak diperhitungkan sama sekali. Bahkan pada pileg 2014 pun sama. Namun Hanura berhasil membuktikan bahwa Hanura bisa.

Untuk DPR RI, Refafi katakan, pihaknya yakin akan mengirim dua anggota DPR RI ke Senayan. Daerah pmilihan NTT 1 dan NTT 2 masing-masing satu orang. Sehingga, bukan tidak mungkin Hanura bisa mengumpulkan 54 kursi di Senayan. Atau minimal 34 kursi dari syarat 24 kursi untuk lolos PT 4 persen.

Untuk mendukung perolehan suara tersebut, Hanura NTT pun terus bergerak Salah satunya melalui rapat kerja daeran (Rakerda) yang berlangsung di Kupang, Rabu (23/1). Rapat dengan agenda memperkuat konsolidasi struktur partai itu dihadiri Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat.

“Yang terpenting, kami memperkuat struktur. Dan sekarang kami sudah sampai ke seluruh kecamatan. Bahkan sudah bergerak ke desa-desa. Jadi seluruh kekuatan partai bergerak,” kata Refafi.

Di tingkat provinsi, Hanura menargetkan masuk dalam jajaran pimpinan DPRD NTT. “Dan kami targetkan masing-masing satu fraksi di seluruh kabupaten/kota,” sambung dia.

Sementara Ketua Srikandi Hanura NTT, Luisa Yosheline menambahkan, strategi lain yang dilakukan adalah penggalangan dukungan melalui kaum milenial dan kaum perempuan. Srikando Hanura terus bergerak untuk mendapat dukungan sebanyak-banyaknya. “Itulah, sehingga kami yakin bahwa Hanura akan menang,” kata Luisa.

 

Gubernur tidak Mau Izin Kampanye

  Viktor Bungtilu Laiskodat

 Viktor Bungtilu Laiskodat

SEMENTARA itu, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam sambutannya pada acara tersebut menegaskan, kehadirannya dalam Rakerda Hanura tersebut sebagai bentuk dukungan agar Hanura terus bersemangat untuk sama-sama membangun NTT menjadi lebih baik.

Namun Viktor tegaskan, di masa kampanye pemilu 2019 ini, dirinya tidak akan berkampanye untuk calon atau partai manapun. Sehingga dirinya tidak meminta izin kepada presiden.

“Saya mungkin satu-satunya gubernur yang tidak izin untuk kampanye. Saya netral. Sebagai gubernur, saya tidak mendukung siapa pun dan memberikan kesempatan kepada semua untuk bersaing dalam sebuah harmoni yang baik,” kata Viktor.

Mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI itu katakan, menjadi anggota atau pengurus partai politik tidak harus menjadi anggota DPR, bupati atau bahkan menteri dan presiden. Karena politisi punya kewenangan atau hak di dalam konstitusi negeri ini.

“Kalau saya ditanya, pilih menjadi gubernur atau pengurus partai politik. Saya pasti pilih partai politik. Karena tidak ada negara di dunia ini yang menempatkan partai politik, kewenangannya dalam konstitusi,” papar dia.

Dia justru merasa bangga menjadi pengurus parpol. Pasalnya, masuk parpol adalah orang-orang cerdas yang moralnya terpanggil. Hati nuraninya, untuk memberikan pikiran-pikiran besar kepada bangsa negara.

“Itu kebanggan. Tapi ada yang masuk partai politik hanya mau jadi anggota DPR. Kalau hanya mau jadi anggota DPR lebih baik dia berhenti dari partai itu. Karena itu misinya untuk menjadi anggota DPR, bukan seorang politisi,” tandas dia.

Bersyukurlah kalau Tuhan dan rakyat mempercayakan dia pada sebuah tempat, jabatan politis. Maka dia memberikan gagasan-gagasan politiknya untuk membangun. Jika tidak, dia mengerahkan kekuatan kader dan pengurusnya di seluruh daerah untuk menyumbang gagasan kepada negara ini.

“Karena politik adalah sebuah desain gagasan, lahir dari manusia-manusia yang mempunyai kemampuan intelektual, kemampuan dan integritas untuk memberikan gagasan-gagasan hebat bagi bangsa ini,” tambahnya.(cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!