Temukan Indikasi, tapi Perlu Dibuktikan – Timor Express

Timor Express

SUKSESI

Temukan Indikasi, tapi Perlu Dibuktikan

ILUSTRASI: NET

Langkah Bawaslu Jatim Tangani Laporan DPT Bermasalah

SURABAYA, TIMEX–Pengaduan soal indikasi daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019 yang tidak valid di Jatim mulai ditindaklanjuti. Bawaslu Jatim beserta serta Bawaslu di 36 kabupaten/kota sedang menggelar uji sampling terhadap data pemilih yang diklaim tim Prabowo-Sandi bermasalah. Meski fase itu masih berlangsung, sejumlah temuan sudah diperoleh.

Di sejumlah kabupaten/kota, lembaga pengawas pemilu itu menemukan indikasi masih adanya data pemilih yang ganda. Namun, banyak juga pengaduan data pemilih ganda yang dilaporkan tim pasangan nomor urut 02 itu tak terbukti.

Proses yang sedang dilakukan Bawasalu adalah mengambil sampel data pemilih yang diduga ganda dari tim Prabowo-Sandi. Sampel itu lantas dibandingkan dengan data di daftar pemilih tetap hasil pemutakhiran tahap dua (DPTHP-2) asli. ”Rata-rata jumlah sampel yang kami ambil adalah 10 persen dari total data yang dilaporkan ganda,” kata Komisioner Bawaslu Jatim Nur Ely Anggraeni.

Dari proses uji sampling itu, tidak semua data pemilih yang dilaporkan tim pemenangan Prabowo-Sandi benar-benar ganda. Hal tersebut terlihat dari data sementara hasil uji sampling di sejumlah kabupaten/kota.

Misalnya di Kabupaten Bojonegoro. Di sana dilaporkan ada 96.787 pemilih terindikasi ganda/invalid. Bawaslu setempat sudah melakukan uji sampling terhadap 3.708 data pemilih. Hasilnya, dari seluruh data yang diuji, tercatat ada 1.224 data yang diduga ganda. Sementara itu, sisanya, 2.477 lainnya, dinyatakan tidak ganda.

Demikian pula yang terjadi di Gresik. Di kabupaten itu, data pemilih yang dilaporkan ganda sebanyak 51.885 pemilih. Bawaslu setempat lantas melakukan uji sampling terhadap 2.958 data pemilih. Dari tahap itu, 1.995 data dinyatakan tidak ganda. Sedangkan 963 data lainnya terindikasi ganda. ”Hal sama terjadi di daerah lain,” kata Komisioner Bawaslu Aang Kunaifi.

Ada sejumlah parameter yang jadi dasar adanya indikasi ganda. Yakni, adanya kesamaan nama, tanggal lahir, nomor induk kependudukan (NIK), nomor kartu keluarga (NKK), hingga alamat. Namun, indikasi data ganda yang diperoleh Bawaslu lewat uji sampling itu masih perlu dibuktikan lagi secara faktual. Penyebabnya, daftar pemilih yang jadi acuan tim Prabowo-Sandi berbeda dengan DPT yang dimiliki KPU atau Bawaslu.

Dia menjelaskan, DPT yang dimiliki tim Prabowo-Sandi adalah daftar pemilih dengan NIK berbintang (empat digit terakhir NIK bertanda bintang). Sedangkan DPT milik KPU-Bawaslu adalah DPT dengan NIK lengkap.

Bawaslu masih menuntaskan tahap itu. Nanti lembaga itu mengeluarkan rekomendasi terkait temuan mereka di lapangan. ”Atas temuan itu, tentunya nanti perlu ada verifikasi faktual untuk membuktikan,” katanya.

Seperti diberitakan, tim pemenangan Prabowo-Sandi melayangkan pengaduan adanya dugaan pemilih ganda/invalid pada DPTHP-2. Mulai dugaan pemilih ganda yang mencapai 3,031 juta pemilih, data pemilih invalid sebanyak 5,9 juta, serta pemilih yang menggunakan KK terbitan di bawah tahun 2011.

Laporan yang sama dilayangkan Partai Gerindra ke KPU dan Bawaslu Jatim. Partai itu mengklaim menemukan 2,3 juta pemilih yang diduga ganda serta 773 ribu data pemilih yang ditengarai invalid.(ris/c10/fat/jpg/cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!