Timor Express

KUPANG METRO

Dua Bulan Lagi Pemilu, KPU NTT Darurat

DPRD Lapor Gubernur

KUPANG, TIMEX – Proses seleksi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTT yang tidak kunjung usai semakin mengkhawatirkan. Sudah satu bulan, KPU NTT diambil alih KPU RI.
Hal ini menurut DPRD NTT sudah tidak bisa dibiarkan berlarut. Pasalnya, saat ini sedang berlangsung tahapan pemilu serentak nasional 2019. “Ini sudah benar-benar darurat.

Gabriel Suku Kotan

Gabriel Suku Kotan

KPU di NTT darurat. Besok (hari ini) kami akan temui gubernur NTT untuk bahas ini. Harus pake cara luar biasa untuk selesaikan masalah ini,” kata Anggota Komisi I DPRD NTT, Gabriel Suku Kotan usai menggelar rapat dengar pendapat dengan Tim Seleksi (Timsel) anggota KPU NTT di ruang Komisi I DPRD NTT, Selasa (29/1).

Menurut GSK, sapaan karib Gabriel Suku Kotan, masalah seleksi KPU NTT akan dibicarakan bersama pemerintah, sehingga bisa mendapatkan solusi terbaik. Pasalnya, berdasarkan informasi dari KPU melalui media massa dan penjelasan dari Timsel, belum ada titik terang atau kepastian kapan polemik tersebut berakhir.

Dia tegaskan, yang menjadi masalah, salah satunya adalah tindakan KPU RI di luar dari pengetahuan Timsel. Menurut dia, Timsel adalah lembaga yang dibentuk oleh KPU. Dan, Timsel diberikan kewenangan penuh untuk melakukan seleksi. Namun jika KPU mengesampingkan Timsel, akan memperparah situasi.

Sementara Djidon De Haan yang sebelumnya menjadi Ketua Timsel menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum mendapat informasi resmi dari KPU RI tentang kelanjutan proses seleksi tersebut. Bahkan menurut Djidon, tugas Timsel sudah selesai. Sehingga tidak ada kaitannya lagi dengan proses tersebut.

Pasalnya, Timsel telah menyerahkan 10 nama calon yang diusulkan ke KPU RI pada 9 November 2018. Setelah itu, pihak KPU RI sudah meminta klarifikasi kepada Timsel terkait beberapa pengaduan pada awal Desember 2018. “Sebenarnya ada pekerjaan-pekerjaan mendesak yang harus dilaksanakan oleh komisioner-komisioner yang definitif. Yang tidak bisa dilaksanakan oleh sekretariat KPU. Karena mereka hanya administratif,” kata Djidon kepada Komisi I DPRD NTT.

Dia katakan, masalah ini sudah sangat meluas. Mulai dari gubernur hingga Kapolda NTT sudah menaruh perhatian serius terhadap persoalan ini. Bahkan DPRD NTT pun sudah menggelar RDP. “Tapi saya pikir saya tidak datang. Karena tugas saya sudah selesai. Sebagai ketua Timsel, sudah dibawa (hasil) tanggal 9 November. Cuman karena kecintaan kita terhadap NTT, dan karena KPU yang darinya saya besar. Saya merasa berhutang budi untuk menyelesaikan masalah ini,” papar mantan juru bicara KPU NTT itu.

Dia katakan, dalam setiap koordinasi Timsel dengan KPU RI, selalu dijawab “dalam waktu dekat” hingga saat ini. Jadi saya sepakat untuk sesegera (sebelum ayam berkokok tiga kali) bisa mendatangi mereka atau memanggil mereka,” kata Djidon.

Sebelumnya, Anggota KPU RI, Pramono Ubaid Tanthowi yang diwawancara Tmor Express di Hotel Aston Kupang mengakui, hingga saat ini belum ada kepastian tentang lanjutan proses seleksi anggota KPU NTT. Namun Pramono tidak membantah jika proses seleksi tersebut diduga bermasalah. (cel/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!