Timor Express

SPORTIVO

Ketua KONI Diperiksa

Sepanjang 2018, KONI Terima Hibah Rp 67,9 Miliar

JAKARTA,TIMEX – Dugaan suap dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) melebar. Itu setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menyelidiki indikasi ketidakberesan dalam realisasi hibah lain yang diterima KONI sepanjang 2018. Pendalaman itu dilakukan dengan memeriksa Ketua KONI Suhartono Suratman, kemarin (6/2).

Suhartono diperiksa selama enam jam, sejak pukul 09.00 hingga 15.02. Hanya, dia tidak mau berkomentar banyak ketika ditanya tentang materi penyidikan. Dia meminta awak media untuk menanyakan materi kepada penyidik KPK yang memeriksanya. “Tanya ke penyidik, ya,” ujarnya seraya terus berjalan menghindari wartawan di lobi gedung KPK.
Juru Bicara KPK Febri Diansyah menerangkan, pihaknya mendalami keterangan Suhartono terkait mekanisme pengajuan dana hibah KONI melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Baik itu dana hibah pengawasan dan pendampingan (wasping) Rp 17,9 miliar yang tengah diusut saat ini maupun hibah-hibah lain.

“Penyidik mendalami keterangan saksi mengenai mekanisme pengajuan proposal dan kewenangan penggunaan dana bantuan dari pemerintah melalui Kemepora kepada KONI,” ungkap Febri di gedung KPK.

Dari sejumlah saksi yang telah memberikan keterangan, KPK mendapat informasi bahwa KONI menerima dana hibah untuk kegiatan wasping sebesar Rp 67,9 miliar sepanjang 2018. Nah, khusus untuk wasping Rp 17,9 miliar merupakan bagian dari realisasi tahap 2. Sementara wasping tahap 1 sebesar Rp 30 miliar. KONI juga mendapat dana hibah bantuan kelembagaan sebesar Rp 16 miliar dan bantuan operasional Rp 4 miliar.

Dari informasi itu, KPK kini mendalami indikasi adanya setoran atau suap yang mengalir pada pejabat Kemenpora sebagaimana yang disangkakan sebelumnya. Sejauh ini, tiga pejabat Kemenpora ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dari pengurus KONI. Suap itu diduga bagian dari komitmen fee atas pencairan dana hibah wasping Rp 17,9 miliar.
Sementara untuk indikasi setoran atas pencairan dana hibah KONI lain, KPK belum mengumumkan adanya tersangka lain. Febri mengatakan, pendalaman masih terus dilakukan guna mencari bukti penerimaan-penerimaan lain yang mengalir ke pejabat Kemenpora. “Proses penyidikan masih terus dilakukan,” terangnya. (tyo/jpg/rum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!