Timor Express

RAGAM

Pemuda Tewas Gantung Diri

EVAKUASI. Aparat kepolisian Polsek Oebobo dan Polres Kupang Kota mengevakuasi
jenazah korban dari dalam rumah ke mobil jenazah untuk dibawa ke RSB Titus Uly
Kupang, Rabu (6/2).

INTHO HERISON TIHU/TIMEX
  • Diduga Stres Tak Sembuh Sakit 
  • Warga Kelurahan Oebufu 

KUPANG, TIMEX – Warga Jl. Amanuban, RT 12/RW 03, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, digegerkan dengan penemuan sesosok pria tak bernyawa di rumahnya.

Pria berusia 34 tahun tersebut diketahui atas nama Joni Fris Banoet.

Dia nekat mengakhiri hidupnya karena diduga mengalami komplikasi penyakit yang tak kunjung sembuh.

Aksi nekat dengan mengakhiri hidupnya ini sontak menggegerkan warga sekitar karena dilakukan dengan cara menggantungkan diri pada sebuah jendela di rumahnya itu.

Kapolsek Oebobo Kompol Ketut Saba saat dikonfirmasi di tempat kejadian perkara (TKP), mengatakan pihaknya mendapat informasi dari warga terkait dengan kejadian tersebut dan langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP.

Dari hasil olah TKP dan informasi yang diperoleh dari TKP, menyebut kejadian tersebut diketahui oleh ibu kandungnya sendiri sekira pukul 11.00.

Dijelaskan, sekira pukul 10.00, korban diajak ibunya ke rumah sakit untuk berobat karena korban menderita penyakit stroke.

Namun korban menyuruh ibunya duluan ke RS Dedari untuk mendaftar.

“Setelah mendaftar korban tidak muncul. Karena menunggu lama ibunya kembali ke rumah. Sesampainya di rumah ditemukan korban sudah gantung diri. Korban mengakhiri hidupnya itu menggunakan tali nilon berwarna biru yang diikat di jendela kamarnya,” ungkap Ketut Saba.

Lebih lanjut Ketut Saba mengatakan, dugaan sementara korban nekat gantung diri karena stress dengan penyakit stroke yang sudah lama diderita dan belum juga sembuh.

“Informasi yang diperoleh, korban ini merupakan orang yang tertutup. Korban juga tidak bergaul dengan masyarakat. Babinkamtibmas yang sering datang ke sini juga korban jarang keluar dan korban juga sering mengatakan ia ingin mati,” kata Kapolsek Ketut.

Ketut Saba juga menegaskan dari hasil olah TKP dugaan sementara, korban meninggal akibat bunuh diri dengan cara gantung diri.

Namun untuk memastikan kematian tersebut pihaknya melakukan visum terhadap korban untuk memastikan penyebab kematiannya.

Barang bukti yang diamankan, berupa tali yang digunakan untuk gantung diri dan pakaian korban. Sementara proses penyelidikan terus dilakukan sambil menunggu hasil outopsinya.

“Keluarga meminta untuk diperiksa di TKP saja, namun untuk mengantisipasi dugaan tindakan pidana di kemudian hari kami minta untuk di outopsi untuk memastikan penyebab kematian korban,” tegasnya.

Yos Bataona salah satu karyawan PT. Dua Putra Lamaholot, saat itu berada di kantornya yang bersampingan dengan rumah korban mengaku mendengar teriakan histeris oleh ibu kandung.

“Saat itu karena masih pagi kami semua karyawan sedang asyik bekerja. Tiba-tiba mendengar teriakan ibu Martha Tajo Talo di dalam kamar rumahnya sambil meminta tolong kepada warga di sekitar,” kata Yos.

Lanjut Yos, teriakan minta tolong sambil menangis menyeramkan dan membuat panik warga sekitar.

“Mendengar teriakan itu lalu kami semua lari berhamburan menuju arah suara minta tolong,” ungkap Yos.

Setelah mendapati ibu Martha Tajo Talo di depan rumahnya lalu menanyakan apa yang sedang terjadi, namun karena ibu kandung korban ini merasa sangat terpukul sehingga ia hanya menunjuk ke arah dalam rumahnya.

“Ibu Martha tunjuk sambil menyebut nama anaknya ini, lalu kami langsung melihat kondisi korban dan ternyata korban dalam kondisi gantung diri,” ujarnya.

Selain itu, Yapi dan Sari, pasangan suami istri yang juga warga sekitar tempat kejadian itu saat ditemui Timor Express di TKP, mengatakan korban tinggal bersama ibu kandungnya sendirian karena saudaranya yang lain sudah berkeluarga dan tidak tinggal bersama lagi.

Pasutri yang hendak menyaksikan kejadian tersebut juga merasa kasihan kepada ibu kandung korban karena saudari korban baru saja meninggal dan saat ini korban juga meninggal.

“Kasihan ibunya ini sekarang tinggal sendiri. Saudari perempuannya baru saja meninggal dan baru merayakan malam 40 harinya,” tutur Sari yang dibenarkan Yopi, pasangan hidupnya itu. (mg29/joo)

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!