Timor Express

POLITIK

Golkar Panaskan Mesin Pilkada 2020

ILUSTRASI: MARTEN LADO/TIMEX
  • Coret yang Pakai Mahar
  • Golkar Umumkan 87 Balon Kada di 9 Kabupaten

KUPANG, TIMEX-Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Melki Laka Lena menebar ancaman. Kandidat bakal calon (Balon) bupati dan wakil bupati yang melamar ke partainya tidak boleh menyetor mahar. Jika ketahuan, tidak ada toleransi. Melki akan mencoret. Bahkan kader Golkar yang menerima pun akan diproses dan dipecat.

Hal ini ditegaskan Melki saat menggelar jumpa pers di Gedung Golkar NTT, Minggu (10/2). Melki didampingi Sekretarisnya, Ince Sayuna dan sejumlah fungsionaris Golkar NTT.

“Tidak memungut apapun dari para balon. Yang kami minta adalah mereka ikut memenangkan Jokowi dan memenangkan Golkar di pemilu nanti,” kata Melki.

Partai Golkar NTT sudah mulai melakukan penjaringan untuk 9 kabupaten yang akan menggelar pilkada di 2020 mendatang. Menurut Melki, Golkar ingin para balon sudah mulai bekerja, termasuk untuk memenangkan pemilu April nanti. Meski tahapan pilkada baru dimulai September 2019 nanti.

Tidak main-main, selama dua bulan penjaringan, sudah ada 87 nama yang mendaftar. Mereka masing-masing 32 balon bupati dan 55 balon wakil bupati. Nama-nama itu diusulkan oleh DPD II ke DPD I untuk diteruskan ke DPP Golkar.

Sejumlah kepala daerah, mantan kepala daerah bahkan mantan calon kepala daerah ikut mendaftar. Ada pula anggota DPRD yang namanya disebut. Bahkan ada pula aparatur sipil negara (ASN). Beberapa kandidat, berasal dari partai lain.

Meski demikian, Melki tegaskan, Partai Golkar menentukan calon berdasarkan survei. Tidak ada jalan lain, apalagi menggunakan mahar. Karena menurut dia, rakyat yang menentukan, bukan mahar. Sehingga, nama-nama yang sudah mendaftar tersebut dipersilakan untuk mulai bersosialisasi ke masyarakat. Bahkan sudah bisa menggunakan atribut Partai Golkar. “Kami akan survei setelah pemilu. Mungkin April atau awal Mei. Jadi silakan sosialisasi,” kata Melki.

Di Sabu Raijua misalnya, Nikodemus Rihi Heke yang akan dilantik menjadi bupati pada 14 Februari nanti menjadi salah satu balon. Sejumlah nama yang tidak asing lagi, misalnya di Kabupaten Timor Tengah Utara, Gabriel Manek, Yohanes Usfunan, Whilemus Foni itu mendaftar.

Bupati Belu, Wilibrodus Lay dan Wakilnya, Ose Luan sama-sama melamar sebagai balon bupati. Willy Lay sendiri merupakan Ketua DPC Partai Demokrat. Sementara Ose Luan adalah kader Gerindra. Selain itu, Zakarias Moruk yang kini menjabat Kepala Biro Umum Setda NTT pun ikut mendaftar.

Di Manggarai Barat, Matheus Hamsi yang juga mantan Ketua DPRDD, Ketua DPD II Golkar dan mantan calon bupati ikut mendaftar. Termasuk wakil bupati saat ini, Maria Geong. Menariknya, putra Matheus Hamsi yang kini menjabat anggota Komisi V DPRD NTT, Maximilianus Adipati Pari juga mendaftar sebagai balon wabup. Politikus PKB, Thobias Wanus mendaftar sebagai balon wabup. Thobias adalah mantan anggota DPRD NTT yang pernah menjadi cabup.

Untuk Kabupaten Sumba Timur, Umbu Lili Pakuali yang kini wakil bupati, mendaftar sebagai balon bupati. Ada pula Rambu Asana Marisi. Sementara di Manggarai, politikus Partai Demokrat, Pius Rengka, Heribertus Gerardus Nabit, Kamilus Deno melamar sebagai balon bupati.

Stefanus Bria Seran yang kini menjabat Bupati Malaka mendaftar sebagai balon bupati. Salah satu pesaingnya, adalah Louise Lucky Taolin yang juga mendaftar. Louise adalah putra mantan wakil bupati Belu, Lodovikus Taoilin yang menjadi penantang Stef Bria Seran pada pilkada lalu. Louise baru saja dilantik menjadi anggota DPRD NTT pergantian antarwaktu pada Januari 2019 lalu. Sementara Ventje Jacobus Roman Abaitmendaftar sebagai balon wabup. Ventje adalah calon bupati Belu pada pilkada 2015.(cel/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!