Polisi Limpah Berkas Siprianus Akoit ke Jaksa – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Polisi Limpah Berkas Siprianus Akoit ke Jaksa

BERI KETERANGAN. Kapolsek Oebobo Kompol I Ketut Saba saat
diwawancarai awak media di Jalan Amanuban, RT 12/RW 03, Kelurahan
Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Rabu (6/2).

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

KUPANG, TIMEX – Setelah kurang lebih tiga bulan dilakukan pemeriksaan dan pemberkasan, berkas perkara dugaan penculikan bocah Rizky Julianto Nomleni (6) dengan tersangka Siprianus Akoit, segera dilimpahkan ke kejaksaan untuk disidangkan.

Pelimpahan berkas perkara bakal dilaksanakan hari ini, Senin (10/2).

Kapolsek Oebobo Kompol I Ketut Saba saat dikonfirmasi Timor Express, Minggu (10/2), mengatakan, berkas perkara dugaan penculikan tersebut telah dinyatakan lengkap (P-21) dan akan dilimpahkan tersangka dan barang bukti.

“Kalau tidak ada halangan, besok pagi (hari ini, Red)) habis apel pagi, tetap kita laksanakan tahap dua nya,” kata Kompol I Ketut Saba.

Sebelumnya Siprianus Akoit dibekuk pihak kepolisian akibat perbuatannya pada Senin 19 November 2018 sekitar pukul 10.00 di Jalur 40, persisnya di Pabrik Batako Fatukoa.

Tersangka sempat buron selama empat bulan usai menculik korban Rizky Nomleni pada Selasa 7 Agustus 2018.

Saat itu Rizki yang sedang bermain di sekitar Gereja Alfa Omega Labat, Kelurahan Bakunase, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, diculik oleh tersangka dan dibawa menuju Kota SoE.

Tersangka Siprianus melakukan penyekapan terhadap korban dan berusaha membuang korban di kali Dendeng Noelbaki Tilong. Namun upaya tersebut digagalkan warga setempat atas nama Sefnat Lambertus Nenobesi (45), seorang ASN yang kebetulan melintas di tempat itu.

Tersangka Siprianus sendiri, pernah menjalin hubungan asmara dengan ibu korban. Bahkan, ketiganya pernah tinggal bersama selama beberapa waktu, sebelum ibu korban meninggalkan mereka untuk bekerja di Papua.

Meskipun sudah beristri dan memiliki anak, namun Siprianus tetap bersikeras untuk berhubungan dengan ibu korban.

Tersangka berusaha untuk berkomunikasi melalui SMS dan telepon, dengan harapan ibu korban kembali ke Kupang. Pelaku akhirnya menculik korban supaya sang ibu bisa pulang ke Kupang lagi.

Atas perbuatannya, pelaku disangkakan melanggar Pasal 83 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 80 ayat 1 Undang-Undang Nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Pelaku diancam hukuman penjara maksimal 15 tahun. (mg29/joo)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!