Timor Express

PENDIDIKAN

Profesi Ners Harus Berprofesional

Tuntutan di Era Millenial

KUPANG, TIMEX-Tenaga kesehatan, termasuk profesi ners dituntut untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Terutama tuntutan di era millenial.

Hal ini terungkap saat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Maranatha Kupang menggelar wisuda di Aula kampus tersebut, Sabtu (9/2). Stikes Maranatha sendiri menyumbang 102 orang profesi ners baru yang ditandai dengan pengambilan sumpah profesi.

Kegiatan yang dihadiri seluruh pimpinan yayasan serta pimpinan StiKes Maranatha berlangsung dalam nuansa kebudayaan. Semua yang hadir menggunakan busana daerah.

Ketua Stikes Maranatha Kupang, Merry Fanggidae mengawali sambutannya dengan menyampaikan rasa bahagia dan bangganya karena melihat para perawat yang ingin berkembang dan profeaional dalam tugas dan pelayanannya. “Orangtua juga pasti bangga karena sudah mengantar anak mereka ke gerbang kemandirian,” ungkapnya.

Merry jelaskan, Stikes Maranatha sudah melahirkan sedikitnya 443 orang ners. Sebagian besar lulusan telah bekerja di berbagai instansi kesehatan di NTT, luar NTT, bahkan di Timor Leste serta Jepang. Hal ini membuktikan lulusan sekolah tinggi yang dinahkodainya memiliki daya saing dan kompeten.

“Hari ini pergumulan saudara telah terjawab. Momen ini adalah garis start untuk tanggung jawab yang lebih besar. Tugas yang lebih profesional menanti. Teruslah berkaya untuk NKRI,” ujarnya.

Merry berharap para perawat bisa menghadapi tuntutan zaman dan revolusi industri 4.0 yang berdampak pada bidang kesehatan dan bioteknologi. “Sebagai ners di era millenial, kita dituntut lebih profesional. Tidak masa bodoh dan bekerja dengan panggilan jiwa. Profesi perawat adalah profesi yang mulia. Bekerjalah karena panggilan jiwa,” katanya.

Merry Fanggidae menutup sambutannya dengan mengutip pesan tulisan dari Presiden Joko Widodo bahwa kehormatan hidup bukan karena banyaknya gelar, banyaknya jabatan, banyaknya kekayaan, kegagahan yang luar biasa, kecantikan yang mempesona. Tetapi, bagaimana kita diingat orang karena kebaikan dan ketulusan hati.

Pengurus harian Wilayah NTT Persatuan Perawat Nasional Indonesia, Sabinus Kedang mengatakan, hingga saat ini masih ada keluhan terhadap sikap perawat dalam pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, ketaatan perawat terhadap kode etik itu adalah ketaatan terhadap naluriah. Selain itu, semua perawat yang bekerja wajib memiliki surat tanda registrasi (STR) sesuai undang-undang yang berlaku.

“Masyarakat masih mengeluh terhadap sikap perawat karena kurang pengetahuan dan profesionalitasnya, sehingga ke depan perawat wajib milik STR,” tanas dia.

Ketua yayasan Maranatha NTT, Samuel Sellan mengharapkan sebagai seorang perawat tetap menjaga kesederhanaan dan terus mengembangkan kemampuan dalam tugas dan tanggung jawab.

Samuel jelaskan, saat ini sudah ada 60 orang lulusan Stikes Maranatha yang akan mengikuti pelatihan di Jakarta dan kemudian akan bekerja di Jepang untuk kurun waktu 3 tahun.

“Untuk diketahui, lulusan ners STIkes Maranatha Kupang telah menerapkan aturan dalam Undang-undang Nomor 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi dengan memberikan surat keterangan pendamping ijazah (SKPI) sebagi kualifikasi dari lulusan tinggi bergelar dan bermanfaat sebagai dokumen tambahan kemampuan kerja dan kelayakan kerja,” terangnya.

Valentina Juwita Ipimas, Perawat yang baru mengambil sumpahnya mendapat kesempatan untuk menyampaikan sambutan mewakil lainnya. Valentina yang juga salah satu lulusan terbaik ini membacakan puisi berjudul ‘perawat’ dengan berlinang air mata haru bahagia.

Terdapat enam lulusan terbaik, yakni lulusan terbaik pertama dengan IPK 3,86 atas nama Valentina Juwita Ipimas, S.Kep.Ns dan Inggrid Fallo, S.Kep.Ns. Lulusan terbaik kedua dengan IPK 3,82 atas nama Fransisca Lucinda Nali, S.Kep.Ns dan Priyati Rihi, S.Kep.Ns. Sementara lulusan terbaik ketiga dengan IPK 3,78 atas nama Saverinus Panang, S.Kep.Ns dan Theodora Paitei, S.Kep.Ns.(mg29/cel)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!