Timor Express

EKONOMI

352 Koperasi di NTT Dibubarkan

Ilustrasi koperasi abal-abal

IST

Tidak Laksanakan RAT Selama 2 Tahun Terakhir

KUPANG, TIMEX – Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UMKM mengambil sikap tegas untuk membubarkan koperasi yang dinilai tidak tertib. Khusus di Provinsi NTT, terdapat 352 koperasi yang dinilai tidak tertib sehingga terpaksa dibubarkan.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTT, Kosmas D. Lana menjelaskan, jumlah koperasi di NTT sebanyak 4.106 juta unit, yang terdiri dari semua jenis koperasi. Antara lain, koperasi sektoril, koperasi konsumen, koperasi pemasaran dan koperasi jasa.

Dari 4.106 unit tersebut, menurut dia, koperasi yang aktif hanya 3.736 unit. Sedangkan 370 unit lainnya termasuk koperasi yang tidak aktif karena dalam dua tahun terakhir tidak pernah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Padahal RAT merupakan kekuasaan tertinggi dalam koperasi yang harus dilakukan setiap tahun.

“Oleh karena sudah dua tahun tidak pernah melaksanakan RAT, maka dinas koperasi mengkategorikannya sebagai koperasi tidak aktif,” ujar Kosmas saat memberikan sambutan dalam RAT KSP Kopdit Solidaritas XXVII Tahun Buku 2018, Minggu (10/2).

Kemudian dari 370 koperasi yang tidak aktif, lanjut Kosmas, sebagai dinas pembina atau perangkat daerah pembina koperasi, pihaknya sudah coba untuk melakukan campur tangan untuk kembali mengaktifkan koperasi tersebut. Hasilnya ada 18 unit koperasi yang kembali aktif. Sisanya sebanyak 352 unit koperasi tetap tidak aktif, sehingga akan dibubarkan oleh Kementerian Koperasi dan UMKM.

“Di dalam peraturan atau juga di dalam anggaran dasar koperasi itu, secara implisit sudah disebutkan bahwa yang bisa mrmbubarkan koperasi itu hanya dua, yakni rapat anggota itu sendiri dan pemerintah dalam hal ini kementerian koperasi,” jelas Kosmas.

Mantan Penjabat Bupati Nagekeo itu menambahkan, dari 3.736 unit koperasi yang aktif, 3.220 unit atau setara 88 persen adalah koperasi yang bergerak di sektor simpan pinjam. Dan dalam pengamatan Dinas Koperasi terutama koperasi simpan pinjam, ada kurang lebih 96 KSP yang tidak aktif.

“Tidak aktif KSP itu salah satu penyebabnya dipengaruhi oleh soal pemahaman,” katanya.

Kosmas menerangkan, hakikat koperasi simpan pinjam itu beda dengan koperasi kredit. Beda juga dengan Credit Union. Di simpan pinjam itu ada simpan, pinjam serta pengembalian pinjaman secara tertib. Dan yang menjadi pertanyaan, disiplin apa yang mengikat sehingga proses itu atau siklus itu bisa berjalan dengan baik.

“Kalau di koperasi kredit itu ada disiplinnya. Dan itu yang sesungguhnya membedakan dengan KSP,” tandasnya.

Koperasi kredit, sebut Kosmas, berarti kerjasama antara sejumlah orang atas dasar kepercayaan. Sebab kata koperasi berasal dari bahasa Latin ‘coopere’ yang dalam bahasa Inggris disebut ‘cooperation’. Co berarti bersama dan operation berarti bekerja. Sedangkan kata kredit berasal dari bahasa Latin ‘credere’ atau ‘credo’ yang berarti kepercayaan. Dan berdasarkan prinsip koperasi kredit, yang menjamin orang bekerjasama atas dasar kepercayaan adalah watak dari anggota koperasi itu sendiri. Watak itu adalah sikap batin yang diekspresikan melalui cara berpikir dan cara bertindak.

Dengan demikian, jika anggota koperasi kredit lalai atau tidak mengembalikan pinjaman secara bertahap, maka itu adalah bagian dari cara berpikir dan perbuatan yang keliru, yang tidak diikat oleh kepercayaan sebagai disiplin koperasi kredit. Begitu juga yang dilakukan Credit Union yang adalah kumpulan orang-orang saling percaya untuk melakukan sesuatu.

“Saya amati ini selama menjabat kadis koperasi. Dan itu terekspresi, dimana salah satu diantaranya adalah lewat pelaksanaan RAT,”ungkap Kosmas. (tom)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!