GMNI Peduli Kebersihan Pasar – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

GMNI Peduli Kebersihan Pasar

BAKSOS. Puluhan mahasiswa Komisariat Fisipol GMNI Cabang Kefamenanu menggelar baksos di pasar lama Kefamenanu, Sabtu (9/2).

PETRUS USBOKO/TIMEX

Ajak Masyarakat Buang Sampah pada Tempatnya

KEFAMENANU, TIMEX – Puluhan mahasiswa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Komisariat Fisipol Unimor, menggelar bakti sosial sekaligus kampanye tentang kebersihan dan mengajak masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, Sabtu (9/2).

Bakti sosial membersihkan pasar lama Kefamenanu melibatkan seluruh anggota Komisariat Fisipol Unimor dan masyarakat yang menggunakan fasilitas pasar lama untuk berjualan.

Ketua Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Fisipol Unimor, Fransiskus Ratrigis kepada Timor Express menuturkan, bakti sosial yang dilakukan DPK Fisipol GMNI kefamenanu dengan melakukan pembersihan di pasar lama Kefamenanu, merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kebersihan di Kota Kefamenanu.

“Ini bentuk kepedulian kami sebagai mahasiswa yang ikut bertanggung jawab dalam menjaga kebersihan kota ini,” tutur Fransiskus.

Ia menambahkan, dalam bakti sosial, pihaknya membawa sejumlah spanduk yang bertuliskan ajakan untuk menjaga kebersihan. Ada juga spanduk yang bertuliskan membuang sampah pada tempatnya.

Ia berharap, masyarakat yang menggunakan fasilitas umum dapat menjaga kebersihan, sehingga fasilitas yang digunakan semua orang dapat terjaga dan tetap bersih.

“Selain baksos, kita juga ajak masyarakat agar tetap jaga kebersihan di setiap fasilitas umum yang digunakan,” pungkasnya.

Sementara, Aprianus Eko, salah satu pedagang yang berjualan di pasar lama Kefamenanu mengapresiasi kepedulian mahasiswa yang tergabung dalam Komisariat Fisipol GMNI Cabang Kefamenanu yang sudah peduli dan perhatian terhadap kebersihan di pasar lama.

Aprianus menambahkan, kebersihan fasilitas umum seharusnya menjadi tanggung jawab bersama setiap orang yang menggunakan di bawah pengawasan pemerintah.

Namun sayangnya, seperti pasar lama, pemerintah hanya menugaskan petugas untuk melakukan penagihan biaya karcis sementara untuk kontrol kebersihan tidak ada petugas.

“Kami membutuhkan mahasiswa seperti ini yang selalu peduli tentang persoalan yang dihadapi masyarakat. Kami juga berharap pemerintah dapat bertanggung jawab atas setiap fasilitas umum yang ada,” ungkapnya. (mg26/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!