Timor Express

FLORES RAYA

Jelang Lantik, Aset Minta Permohonan Leluhur

RITUAL. Darah ayam dan babi dioles pada jari kaki dari pasangan Aset dan jari istri
masing-masing, Jumat (8/2).

FANSI RUNGGAT/TIMEX

BORONG, TIMEX – Pasangan Agas Andreas dan Stefanus Jaghur atau paket Aset, akan dilantik menjadi bupati dan wakil bupati Manggarai Timur (Matim), Kamis (14/2) mendatang. Jelang pelantikan, paket Aset minta permohonan leluhur lewat ritual adat wuat wa’i, Jumat (8/2).

Ritual adat wuat wa’i yang digelar Pemkab Matim, berlangsung di ruang Siri Bongkok kantor bupati Matim di Lehong. Hadir dalam acara tersebut, Plt Sekda Matim, Fansi Jahang, pimpinan DPRD Matim, para asisten, pimpinan OPD, sejumlah ASN, para camat, istri dan keluarga dari paket Aset, tua adat dari sejumlah kampung dan tokoh masyarakat.

Semua yang hadir berbusana adat Manggarai. Dalam momen minta permohonan atau doa restu leluhur ini, dibicarakan lewat seekor ayam jantan putih dan seekor babi.

Tokoh adat, Kanis Lajong yang ditugaskan menyampaikan doa adat. Setelah didoakan, hewan yang ada disembelih dan sebagian darahnya digosok pada jari kaki pasangan Aset bersama jari kaki istri masing-masing.

Aset akan dilantik Gubernur NTT di Kupang. Informasinya, semua pimpinan OPD dan sejumlah staf akan ikut. Terjadwal, Senin (18/2) mendatang, Bupati dan Wakil Bupati Matim yang sudah dialntik, akan dijemput di Wae Reno, perbatasan Kabupaten Manggarai dan Matim. Setelah itu dihantar ke Kantor Bupati Matim di Lehong.

Tokoh adat, Kanis Karjong kepada wartawan dalam konfrensi Pers menjelaskan, ritual adat wuat wa’i yang digelar intinya meminta doa restu kepada Sang Kuasa melalui para leluhur di Matim, agar tidak ada hambatan atau halangan dalam proses pelantikan bupati dan wakil bupati Matim. Tentu dengan dukungan leluhur, semuanya berjalan aman dan lancar.

Dijelaskan, dalam acara wuat wa’i, dilakukan acara selek (merias secara adat) bagi kedua pasangan yang mau dilantik. Usai dilantik di Kupang nanti, bupati dan wakil bupati akan kembali ke kantor bupati Matim di Lehong untuk kembali digelar ritual adat caca selek. Intinya, menyampaikan ucapan syukur atau terima kasih kepada leluhur atas proses pelantikan yang terjadi.

“Dalam acara caca selek, sembari  minta dukungan dan perlindungan leluhur untuk tugas bupati dan wakil bupati selanjutnya. Hari ini kita buat ritual wuat wa’i, intinya berdoa kepada Tuhan melalui leluhur di Matim, agar jauh dari segala gangguan. Disini minta leluhur untuk selalu menjaga, mulai berangkat dari Matim ke Kupang. Tiba di Kupang dalam prosesi pelantikan selalu aman dan lancar. Juga perlindungan sampai pulang kembali ke Matim,” jelas Kanis.

Sementara, Plt Bupati Matim, Agas Andreas mengatakan, ritual adat selek maknanya membuat orang selalu tampil baik adanya. Makna dari tampil baik juga luas. Tentu salah satunya, tidak boleh ada gangguan dalam diri seseorang. Dalam konteks pelantikan bupati dan wakil bupati, digelar ritual adat supaya segala urusan dalam proses pelantikan tidak ada hambatan.

“Ini selek untuk pelantikan sebagai bupati dan wakil bupati. Tentu sebelum kami dilantik, diharapkan kami selalu tampil baik. Lewat doa adat diucapkan, kita minta para leluhur untuk jauh dari segala hambatan atau gangguan. Kita minta supaya acara ini berjalan aman dan lancar. Tidak saja di hari pelantikan, tapi minta leluhur jaga berangkat dari Matim ke Kupang hingga balik pulang ke Matim,” bilang Agas. (krf3/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!