Timor Express

KUPANG METRO

Warga Minta Bangun Tanggul Penahan Longsor

SAMBUTAN. Camat Kota Raja, Muhammad Khairil, tengah memberikan sambutan dalam acara Musrenbangkel di Aula Kantor Lurah Naikoten II, Senin (11/2).

IMRAN LIARIAN/TIMEX

NAIKOTEN II, TIMEX – Musyawarah Rencana Pembangunan Kelurahan (Musrenbangkel) Naikoten II, Kecamatan Kota Raja, bnerlangsung di Aula Lantai II, Kantor Lurah Naikoten II, Senin (11/2). Warga setempat mengusulkan pembangunan tanggul penahan longsor yang berada di RT 01, 02, 11 dan RT 13.


Volumenya bervariasi tergantung kebutuhan masing-masing RT. Ada yang panjangnya 100 meter persegi hingga 500 meter persegi. Selain itu warga juga mengusulkan pembangunan di bidang pendidikan, ekonomi dan sosial budaya.


Kegiatan musrenbangkel dibuka secara resmi oleh Camat Kota Raja Muhammad Khairil. Dalam sambutannya ia mengatakan musrenbangkel merupakan salah satu sarana menyalurkan aspirasi masyarakat. Setiap usulan warga nantinya akan direkap oleh Bappeda dan dimasukkan dalam sebuah sistem aplikasi online. Sehingga warga dapat mengakses setiap usulan yang terakomodir pada website Bappeda Kota Kupang. “Setiap usulan warga jangan hanya terpaku pada infrastruktur tetapi sosial budaya dan Ekonomi juga penting,” ujarnya.


Ia menambahkan setelah menentukan skala prioritas P1, P2 dan P3, pihak kelurahan langsung menentukan tiga orang delegasi yang akan membawa usulan tersebut ke musrenbang tingkat kecamatan yang direncanakan pada tanggal 26 Februari mendatang.


Pada momentum tersebut, Camat Kota Raja juga menyentil soal KLB DBD di Kota Kupang. Untuk itu, lanjut dia, ia meminta para Lurah se-Kecamatan Kota Raja untuk menjaga kebersihan. Pemberantasan sarang nyamuk mesti intens dilaksanakan, melalui penerapan pola hidup bersih dan 3M (menutup, menguras dan mengubur barang bekas yang berpotensi menampung air hujan).


Selain itu, mesti menabur bubuk abate di setiap tempat penampungan air. Upaya ini sebagai wujud pencegahan penyakit DBD yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegepty.


Sementara untuk fogging, bisa berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Kupang. “Data DBD untuk Kecamatan Kota Raja ada 48 kasus. Oleh sebab itu saya minta untuk jaga kebersihan, sehingga tidak ada warga terkena DBD,” tandasnya.


Ia juga berharap kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam hal menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya disertai waktu atau jam yang telah ditentukan, yakni dari jam 6 sore sampai jam 5 dinihari.


Oleh sebab itu, ia mengajak agar bersama-sama mengatasi permasalahan sampah ini agar lingkungan tetap bersih dan indah. Sementara Lurah Naikoten II, Christo Vorando Amalo, menjelaskan bahwa dalam kegiatan musrenbangkel usulan yang telah terangkum meliputi infrastruktur jalan, pembangunan tanggul penahan longsor, penambahan lampu jalan dan lainnya. “Usulan masyarakat ini nantinya akan dibawa pada musrenbang tingkat kecamatan nantinya,” pungkasnya.


Terpantau, pimpinan OPD yang hadir terdiri dari Bappeda Kota Kupang, Dinas Sosial Kota Kupang, Dinas Kesehatan Kota Kupang, Kepala Puskesmas Bakunase, dr. M. Ivony dan anggota DPRD Kota Kupang, Ir. Nicky N. Uly. Ada juga LPM dan Ketua RT/RW. (mg22/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!