Jelang HPN, TNI-Polri Bersihkan Kampung Buton – Timor Express

Timor Express

FLORES RAYA

Jelang HPN, TNI-Polri Bersihkan Kampung Buton

SAMPAH. Ibu-ibu Jalasenastri Lanal Maumere bersama bank sampah ikut membersihkan sampah di Kampung Buton, Jumat (8/2).

KAREL PANDU/TIMEX

MAUMERE, TIMEX – Menjelang Hari Pers Nasional (HPN), 9 Februari 2019, TNI, Polri, Dinas Kesehatan dan Kelurahan Kota Uneng, mengepung Kampung Buton dalam kegiatan bakti  sosial. Kegiatan difasilitasi Aliansi Wartawan Sikka (AWAS).

Dandim 1603/Sikka, Letkol (Inf) Sugeng Prihatin yang turun langsung memimpin pasukannya, meminta warga untuk menjaga lingkungan dengan selalu membersihkan sampah agar terhindar dari demam berdarah dengue (DBD).

Dandim 1603/Sikka, Letkol (Inf) Sugeng Prihatin kepada Timor Express, Jumat (8/2) mengaku, mendukung penuh aksi yang dilakukan wartawan Sikka yang melibatkan TNI, Polri dan stakeholder lainnya untuk  memberantas DBD dengan melakukan kegiatan bakti sosial di Kampung Buton dan sekitarnya. Dalam wejangannya yang dihadiri ratusan warga itu, Sugeng mengajak warga untuk selalu menjaga kebersihan mulai dari rumah tangga dan lingkungan masing-masing.

“Agar kita terhindar dari DBD, kita harus menjaga lingkungan kita dengan tidak membuang sampah sembarangan. Tidak boleh membiarkan kaleng-kaleng bekas berserakan, sampah-sampah plastik, karena akan menjadi sumber nyamuk yang dapat menimbulkan DBD,” jelas Sugeng.

Selain TNI, Polri serta instansi terkait lainnya, Brimob Yon B Pelopor dipimpin Danki I Yon B Pelopor, Iptu Inacio Ximenes ikut menggempur Kampung Buton baik dari arah Utara laut Flores maupun dari arah Selatan.

Bukan cuma itu, warga Kampung Buton dan komunitas pancing manual serta Tagana Maumere juga ikut mengambil bagian melakukan pembersihan sampah-sampah yang berserakan.

Pembersihan sampah di Kampung Buton juga melibatkan ibu-ibu Persit Kartika Candra Kirana Kodim 1603/Sikka, Bhayangkari Polres Sikka, Jalasenastri Lanal Maumere dan perwakilan Bea Cukai Maumere.

Saat yang sama, petugas Dinas Kesehatan mendatangi satu persatu rumah warga di Kampung Buton untuk melakukan pemeriksaan jentik nyamuk sekaligus membagi bubuk abate kepada warga untuk ditaburkan pada setiap kamar mandi.

Sugeng meminta agar warga selalu menyiapkan MCK pada setiap rumah dan dilarang buang sampah sembarang tempat atau ditepi pantai. Karena  akan menimbulkan wabah penyakit.

Sugeng menyiapkan tenaga tukang untuk membantu membuat jamban jika diminta pemerintah. “Semua rumah diharapkan memiliki jamban masing-masing dan tidak boleh membuang pada sembarang tempat atau ditepi pantai. Karena hanya akan menimbulkan wabah penyakit,” ungkap Sugeng.

Hal senada disampaikan, Komandan Lanal Maumere, Kolonel Marinir Sumantri bahwa membuang sampah ke laut selain mencemarkan laut, juga menimbulkan wabah penyakit. Bukan cuma itu, dengan membuang plastik bekas ke laut akan menimbulkan keracunan bagi ikan serta merusak biota laut lainnya.

Sumantri mencontohkan, ada beberapa ikan hiu mati karena keracunan plastic. Hal itu seringnya membuang sampah plastik ke laut. “Kita harus menjaga laut kita agar tetap bersih, menjaga pantai kita agar tetap asri, jangan membuang sampah ke laut karena akan menimbulkan keracunan dan juga wabah penyakit,” jelas Sumantri.

Menurutnya, jika laut bersih tentu ikan akan sehat. Jika ikan sehat, maka  orang mengonsumsi ikanpun dipastikan akan sehat. Karena itu, mulailah menjaga kebersihan dari keluarga masing-masing. Jika satu lingkungan warga sudah memberikan contoh lingkungan yang bersih, maka dipastikan akan dikuti oleh lingkungan warga yang lainnya.

“Mulailah menjaga lingkungan dari keluarga dan lingkungan kita masing-masing. Jika dalam lingkungan sudah menjadi contoh menjaga kebersihan, maka dipastikan akan diikuti oleh lingkungan yang lainnya,” jelas Sumantri.

Sementara salah seorang staf Dinas Kesehatan, Helena Kidi Labot menjelaskan, untuk menghindari DBD masing-masing keluarga harus bisa menjaga kebersihan rumah tangganya dengan selalu mengacu pada 4M,  yakni menguras, menutup, menguburkan dan memantau jentik.

Menurut Helena, nyamuk DBD tidak hidup pada air yang kotor, tetapi selalu pada air yang bersih. Untuk itu, jangan membuang kaleng-kaleng bekas  sembarangan karena akan memicu timbulnya jentik nyamuk. Selain itu, bak kamar mandi juga selalu dikuras minimal seminggu sekali.

“Nyamuk yang membawa virus DBD itu hidupnya selalu di air bersih. Karena itu jangan membuang kaleng-kaleng bekas, gelas-gelas plastik pada sembarang tempat karena air yang tergenang akan menjadi tempat nyamuk bertelur. Kuraslah bak kamar mandi minimal seminggu sekali,” jelas Helena. (kr5/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!