Timor Express

NASIONAL

Siswa SMP Sodomi Siswa SD


Terjadi Sejak Tahun Lalu

KUPANG, TIMEX – Perilaku menyimpang mulai merambah anak-anak. Seorang siswa SMP di Kota Kupang berinisial MIM (13) melakukan aksi sodomi terhadap tetangganya yang masih duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar.

Kasus sodomi anak di bawah umur ini sudah ditangani aparat Polsek Oebobo sejak beberapa waktu lalu. Kasus ini dilakukan MIM yang adalah warga Kecamatan Oebobo, Kota Kupang. Korbannya berinisial FAN, bocah usia 8 tahun yang berstatus siswa sekolah dasar. Korban masih bertetangga dengan pelaku.

Peristiwa memalukan ini terjadi akhir tahun lalu, tepatnya Selasa (18/12) sekira pukul 18.00 di rumah MIM. Informasi yang diperoleh Timor Express, ketika itu korban sedang bermain di depan rumah pelaku. Pelaku pun memanggil korban. Lalu mengajak masuk ke dalam rumah. Saat berada dalam rumah, pelaku meminta korban masuk ke kamar tidur dengan mengiming-imingi makanan ringan. Korban pun menurut. Namun korban kaget karena saat di kamar pelaku membuka pakaiannya. Selanjutnya, pelaku memaksa korban melakukan oral seks. Korban menolak namun terus dipaksa oleh pelaku. Korban pun tak berdaya. Tak sampai di situ, pelaku pun menyodomi korban.

Setelah melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku menyuruh korban pulang. Saat tiba di rumah, ayah korban heran melihat celana korban yang basah. Korban pun diinterogasi. Namun korban beralasan kalau celana yang dikenakan itu terkena air. Ayah korban menyuruh korban mengganti celana. Karena curiga, ayah korban memeriksa celana korban yang basah tersebut. Saat itu, ayah korban memastikan kalau celana yang basah itu bukan terkena air, tapi sperma. Ia pun menanyakan hal ini kepada korban. Saat itu korban pun mulai menceritakan peristiwa yang sebenarnya. Diketahui, perbuatan pelaku tak hanya sekali, namun sudah sering dilakukan. Korban mendiamkan aksi sodomi yang dialami karena takut terhadap pelaku.

Kapolsek Oebobo, Kompol Ketut Saba didampingi Kanit Reskrim Polsek Oebobo, Iptu I Komang Sukamara yang dikonfirmasi di Mapolsekta Oebobo mengaku pihaknya sudah menangani kasus ini. “Berkasnya sudah lengkap dan sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kupang,” ujar Kapolsek Oebobo, Rabu (13/2).

Pelaku yang masih di bawah umur tidak ditahan namun dikembalikan kepada orang tua pelaku. Disebutkan, sesuai ketentuan Undang-undang Nomor 11 tahun 2012 tentang perlindungan anak, pelaku di bawah umur tidak bisa ditahan. “Pelaku harus minimal berusia 14 tahun yang ditahan,” urai Kapolsek Oebobo.

Berkas perkara ini juga telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kupang, termasuk barang bukti dan tersangka. Saat penyerahan, pelaku didampingi orang tuanya. Termasuk di antaranya petugas dari Bapas. Polisi menjerat pelaku dengan pasal 81 ayat(1) dan ayat (2) Undang-undang nomor 17/2016 atas perubahan Undang-undang nomor 35/2014 tentang perlindungan anak jo pasal 64 KUHP. (mg29/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!