Timor Express

NASIONAL

14 Lowong, 8 ‘Digantung’

BERBEDA. Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi didampingi Gubernur NTT Viktor Laiskodat saat melantik para pejabat eselon II di Kantor Gubernur NTT, Jumat (15/2).

SAM BABYS/HUMAS PEMPROV

Wagub NTT Lantik 29 Pejabat Tinggi Pratama

KUPANG, TIMEX – Gubernur dan wakil Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Nae Soi menggelar mutasi eselon II perdana sejak dilantik 5 September 2018.

Seremoni pelantikan yang berlangsung di Lantai IV Gedung Sasando Jumat (15/2) itu berbeda. Pengambilan sumpah dan pelantikan dilakukan oleh Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi disaksikan Gubernur dan Sekda NTT, Ben Polo Maing serta unsur Forkopimda.

Pelantikan dimulai dengan pencabutan surat keputusan (SK) gubernur NTT nomor: BKD.013.1/1/162/PK-CS/XII/2016 tanggal 22 Desember 2016. Sehingga seluruh jabatan eselon II di pemprov NTT yang berjumlah 44 orang itu diberhentikan. Selanjutnya, 29 orang dilantik pada jabatan baru maupun jabatan lama. Sementara 15 lainnya diberhentikan.

Ke-15 pejabat tersebut, masing-masing tujuh orang diberhentikan dari jabatan sekaligus pensiun dari ASN karena memasuki masa pensiun di tahun 2019 ini. Sementara delapan di antaranya diberhentikan dari jabatan atau nonjob. Sehingga, masih terdapat 14 jabatan eselon II yang dibiarkan lowong. Sementara delapan pejabat tersebut masih digantung nasibnya. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam sambutannya mengatakan pergantian dan pergeseran pejabat di lingkup pemerintah adalah hal biasa. Naik atau turun jabatan adalah hal wajar.

Karena itu, mereka yang sudah dilantik harus memulai dengan langkah konkret. Karena itu kinerja bukan semata hanya berpikir linear terbatas pada aturan. Harus berpikir out of the box untuk membangun daerah ini. Tidak mungkin provinsi dengan berbagai keterbatasan ini bisa sejahtera dengan pendekatan yang biasa. “Perlu ada desain. Perlu ada pemikiran, ekstra tenaga dan disiplin yang tinggi. Karena itu, yang sudah dilantik bisa enam bulan atau satu tahun berhenti kalau tidak disiplin, perubahan tidak ada. Kita akan evaluasi dan itu hal yang biasa dalam sistem pemerintahan,” papar Viktor.

Untuk pejabat yang telah diganti, sebagai gubernur dia memberipenghargaan setinggi-tingginya. Mereka yang langsung pensiun, dia akui, banyak dari mereka yang masih sangat berkualitas. Namun karena kepentingan regenerasi, harus pensiun. Viktor katakan, untuk menampung mereka yang diangggap mampu dan ingin tetap bekerja untuk daerah ini, dia akan menerbitkan peraturan gubernur agar mereka menjadi staf khusus gubernur.

“Kecuali memang sudah kepengen istirahat dan jaga cucu. Tapi kalau tidak, provinsi ini membutuhkan semua untuk bekerja. Kita harus bersama-sama membangun daerah ini,” kata dia.

Dia tegaskan, bersama Josef Nae Soi sebagai wakilnya tidak sedang menyusun kabinet pendukungnya saat pilgub 2018 lalu. Karena menurut dia, siapapun pejabatnya, yang paling penting memiliki mimpi dan tujuan yang sama untuk membangun NTT lebih baik ke depan. “Saya yakin tidak ada yang mendukung Victory-Joss saat pilgub lalu. Satu pun tidak dukung,” kata Viktor disambut tepuk tangan dan tawa hadirin.

Dia ingin pejabat-pejabat tersebut tidak sekadar menjadi kepala dan berkutat dengan laporan-laporan. Dia akan memaksa mereka dengan target-target. Pelantikan tersebut menunjukkan bahwa mereka yang dipilih karena berdasarkan faktor integritas dan kapasitas. Sehingga mereka dituntut untuk bekerja ekstra. “Apalagi gubernur model saya. Pasti bapak ibu capek minta ampun. Saya bisa telpon jam 02.00 pagi, jam 03.00 pagi,” ungkapnya lagi.

Dia menantang mereka untuk bersama-sama menciptakan sejarah peradaban dan pembangunan baru di daerah ini. Sejarah yang membanggakan hingga mereka sudah tidak ada lagi di dunia ini. Karena menurut dia, hanya orang yang tidak waraslah yang tidak ingin daerah ini maju. Mereka yang waras, pasti tertantang untuk menggunakan kesempatan baik ini. “Ini kesempatan untuk menggerakkan seluruh potensi yang ada di dalam diri. Dan gubernur dan wagub seperti kami, kami bebas untuk berdiskusi anytime. Kami bebas berdiskusi untuk pembangunan di NTT. Jangan takut berhadapan dengan gubernur, tetapi pikiran harus brilian, harus ada pemilikiran dan langkah yang maju,” tantangnya.

Untuk membangun daerah ini, harus didasarkan pada rasa cinta kepada rakyat dan cinta kepada pekerjaan. Jabatan bukan kekuasaan untuk diri dan keluarga. Tetapi kekuasaan menjadi alat untuk melakukan cinta kasih di tengah masyarakat. Semua bertanggung jawab membangun daerah ini yang saat ini menjadi provinsi termiskin ketiga di Indonesia. Harus mampu menunjukkan kepada dunia bahwa pemimpin di daerah ini adalah pemimpin yang waras. “Kalau tetap termiskin ketiga, tandanya gubernur, wagub dan seluruh pejabat tinggi pratama, orangnya kurang waras. Kalau tidak kerja benar berarti tidak waras,” sambungnya lagi.

Dia ingin, semua mengorbankan sisa hidupnya untuk mengabdi. Momentum ini kesempatan terbaik untuk membangun. Karena dia tahu kemampuan para pejabat tersebut. Ada yang luar biasa, sehingga membutuhkan pemimpin yang tepat untuk mengaturnya. “Di seluruh Indonesia, mungkin baru kali ini wakil gubernur lantik pejabat. Dan ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Menunjukkan bahwa gubernur dan wagub itu dua yang menjadi satu dan satu menjadi dua,” terang dia.

Dalam semangat bersama, dia tegaskan, agar tidak ada lagi cara berpikir dengan pendekatan agama. Karena menurut dia, mereka yang beragama pun belum tentu mengurus agamanya dengan baik. Sehingga, politik identitas harus mampu dihilangkan dari NTT. “Selama dia berguna buat NTT, pemikirannya buat NTT, mata saya ke sana. Mata saya akan tertuju pada setiap orang yang ingin mengorbankan dirinya untuk NTT,” tutup dia.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi yang diwawancara usai pelantikan tersebut enggan berkomentar banyak. Menurut dia, jabatan yang lowong akan segera diisi dalam waktu dekat. Sementara pihaknya juga sedang mempersiapkan mutasi di eselon III dan IV. Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, jabatan-jabatan yang lowong tersebut akan dilelang dalam waktu dekat. (cel/sam)

14 Jabatan yang Lowong

  1. Direktur RSUD Prof.WZ.Yohannes
  2. Inspektur Inspektorat
  3. Kepala Dinas PUPR
  4. Kepala Dinas P3A
  5. Kepala Biro Tatapem
  6. Kepala Dinas Perindag
  7. Kepala Dispora
  8. Kepala Bappeda
  9. Kepala Dinas ESDM
  10. Kepala Badan Aset
  11. Kasat Pol PP
  12. Kepala BKD
  13. Dua Staf Ahli

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!